Kamis 06 Mei 2021, 23:35 WIB

Staycation jadi Alternatif Liburan yang Diminati

Mediaindonesia.com | Humaniora
Staycation jadi Alternatif Liburan yang Diminati

traveloka.com
Staycation

 

Kebijakan larangan mudik untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 membuat masyarakat tak bisa leluasa pulang kampung, tapi staycation sebagai alternatif liburan masih diminati. Head of Corporate Communications Traveloka, Reza Amirul Juniarshah, mengatakan sejauh ini tren staycation dan road trip masih bertahan hingga saat ini.

Baca juga : Pelarangan Mudik Gairahkan Ekonomi Ibu Kota

"Bersyukur tren ini sejalan dengan arahan pemerintah (untuk tidak mudik)," katanya dalam media gathering virtual, Kamis.

Konsumen, ujarnya, bisa memilih mana akomodasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka sembari menyaring mana tempat yang sudah menerapkan protokol kesehatan melalui fitur yang tersedia untuk memberi kenyamanan di tengah pandemi.

Sementara untuk road trip, kota-kota yang diminati biasanya tak seberapa jauh dengan kediaman konsumen. Tempat yang digandrungi adalah tempat yang bisa ditempuh dalam kurun beberapa jam menggunakan kendaraan pribadi.

Konsumen juga punya pilihan untuk berlibur tanpa harus ke tempat jauh dengan memanfaatkan fitur lain untuk melepas penat, seperti mencari restoran dengan hidangan lezat atau salon untuk merawat diri.

Traveloka menegaskan pihaknya akan selalu mendukung kebijakan pemerintah untuk bersama-sama berusaha memutus rantai penularan virus corona. "Kita anjurkan jangan melanggar kebijakan pemerintah."

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno mengimbau masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan ketat menjelang Idul Fitri.

"Kita harus terus sosialisasi dan edukasi sentra ekonomi kreatif maupun destinasi wisata daerah tujuan wisata untuk mengadaptasi protokol kesehatan ketat dan disiplin," kata Sandiaga kepada ANTARA, Rabu (5/5).

"Memang dampaknya (penurunan kunjungan ke tempat wisata) prihatin, pasti ada penurunan. Tapi saya yakin dengan adanya adaptasi kita justru membuka peluang pariwisata era baru," ujarnya menambahkan.

Ia juga mengingatkan kepada pengelola tempat wisata di berbagai daerah menjalankan protokol kesehatan ketat agar angka COVID-19 tidak naik setelah lebaran.

Sandiaga menegaskan pentingnya melaksanakan protokol kesehatan ketat khususnya saat liburan Idul Fitri yang berpotensi menimbulkan kerumunan di berbagai tempat agar Indonesia tidak mengalami gelombang ketiga pandemi COVID-19 seperti yang sekarang sedang melanda India. (Ant/OL-12)

 

Baca Juga

Ist

Ekshibisi Seniman Berkebutuhan Khusus di Ruang Publik

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 23 Juni 2021, 13:05 WIB
Kreaby yang berkolaborasi dengan PopUp Media dan Senikini memberikan wadah bagi lima seniman berkebutuhan khusus dengan spektrum autisme...
ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Kepala Bappenas : Mobilitas Publik Picu Tingginya Kasus Covid-19 di DKI 

👤Despian Nurhidayat 🕔Rabu 23 Juni 2021, 12:56 WIB
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan bahwa tingginya penambahan kasus baru Covid-19 di DKI Jakarta disebabkan oleh...
medcom.id

SDM jadi Penyebab Minimnya Ruang Rawat Intensif untuk Anak

👤Atalya Puspa 🕔Rabu 23 Juni 2021, 12:50 WIB
Minimnya ruang rawat ntensif untuk pasien covid-19 khusus anak dikarenakan jumlah dokter dan perawat yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kereta Api Makassar-Parepare Membangun Ekonomi dan Peradaban

Belanda pernah membuat jalur kereta api Makassar-Takalar, namun sejak Jepang berkuasa jalur itu dibongkar. Dan baru era sekarang, Sulawesi Selatan kembali memiliki jalur  kereta api

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya