Selasa 04 Mei 2021, 23:20 WIB

KH.Anwar: Zakat Fitrah Ajarkan untuk Berbagi dan Sucikan Diri

mediaindonesia.com | Humaniora
KH.Anwar: Zakat Fitrah Ajarkan untuk Berbagi dan Sucikan Diri

ANTARA/HO.
Wakil Ketua Pembina Pengurus Pusat Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PP Perti) KH.Anwar Sanusi.

 

WAKIL Ketua Pembina Pengurus Pusat Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PP Perti) KH Anwar Sanusi mengatakan perintah membayar zakat mengajarkan umat untuk berbagi dan mensucikan diri.

“Kalau zakat mal itu kan harus dikumpulin dulu kalau pas itu kira-kira 100 gram lah baru dapat zakat. Tetapi kalau zakat fitrah itu asal hari ini misalnya kita ada, lalu besok kita masih ada persediaan, maka kemudian kita juga wajib zakat fitrah. Apalagi bayi yang baru lahir saja sudah kena zakat fitrah, apalagi yang tua,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Antara, Selasa (4/5).

Ia mengatakan, fitrah itu sendiri artinya suci. Sehingga hari raya Idul Fitri itu kembali kepada kesucian. Artinya orang yang mampu makan pada hari ini dan besoknya masih ada persediaan maka wajib melakukan zakat fitrah.

Menurut dia, ada beberapa manfaat dari umat Islam yang melakukan zakat fitrah, selain untuk mensucikan diri, yaitu bisa untuk membantu faktor sosial dan faktor sosial. Faktor sosial yaitu silaturahmi antara yang mampu dan tidak mampu.

“Sehingga terjalin harmonisasi antara yang mampu dan tidak mampu. Yang tidak mampu mengatakan ‘saya disumbang oleh orang-orang yang mampu’. Jadi ada interaksi sosial sesama masyarakat, sehingga ada silaturahminya,” ujar mantan anggota DPR RI periode 1997-2014) dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP) tersebut.

Lalu manfaat secara ekonomi menurutnya yaitu juga dapat membangkitkan ekonomi mikro.

Namun demikian dirinya kembali mengingatkan kepada umat muslim agar tidak memberikan zakat fitrah itu kepada orang-orang tua kita. Karena orang tua itu sebenarnya adalah kewajiban kita kalau memang orang tua kita tidak mampu.

Baca juga: Wakaf uang dinilai sebagai terobosan untuk pengembangan dana abadi

“Saya masih suka lihat di kampung-kampung, karena mungkin mereka tidak mengerti hukum zakat fitrah itu diberikan kepada saudara-saudara kita, orang tua kita. Kalau saudara kita yang tidak mampu masih boleh, tapi kalau orang tua itu adalah kewajiban kita,” ucap mantan anggota Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) ini.

Oleh karena itu dirinya mengingatkan untuk kita kembali kepada 8 asnaf yang diperbolehkan menerima zakat fitrah tersebut yaitu fakir; miskin, amil, mu'allaf, hamba sahaya, gharimin, fisabilillah, dan ibnus sabil.

“Dan dengan zakat Fitrah itu, Insya Allah kita dapat mensucikan diri,” katanya.

Ia mengatakan apabila puasa itu dibagi dalam tiga tahap yakni sepuluh hari pertama ‘awwaluhu rahma’, sepuluh hari kedua maqfirah atau ampunan Allah, maka di tanggal 21 sampai 30 Ramadan (sepuluh hari terakhir) itu adalah ‘itkum minannar’, yaitu dijauhkan dari api neraka.

“Artinya apa? Kita kembali kepada kesucian ditambah zakat fitrah. Jadi benar-benar Idul Fitri. Jadi Fitri itu adalah kesucian, jadi kembali kepada fitrah,” katanya mengakhiri. (Ant/OL-09)
 

Baca Juga

MI/Adam Dwi

Pemerintah Pastikan Sudah Siapkan Langkah Hadapi Lonjakan Kasus Omikron 

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Jumat 28 Januari 2022, 17:48 WIB
"Belajar dari lonjakan kasus varian omikron yang sudah terjadi terlebih dahulu di berbagai negara, pemerintah sudah melakukan banyak...
Antara.

Presiden Imbau Masyarakat tidak Panik Hadapi Lonjakan Kasus Omikron

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Jumat 28 Januari 2022, 17:45 WIB
Presiden menyampaikan saat ini terjadi lonjakan kasus harian covid-19 terutama varian omikron. Kenaikan diperkirakan masih terus meningkat...
Patrick T. FALLON / AFP

Metaverse, Realitas Virtual yang Akan Menjadi Tren Di Masa Depan

👤Despian Nurhidayat 🕔Jumat 28 Januari 2022, 17:33 WIB
Daniel menjelaskan bahwa di masa yang akan datang, akan terdapat dunia baru bernama metaverse yang dapat dimasuki melalui smartphone,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya