Sabtu 01 Mei 2021, 15:40 WIB

BNPB : Ancaman Bencana Hidrometeorologi belum Berakhir

Atalya Puspa | Humaniora
BNPB : Ancaman Bencana Hidrometeorologi belum Berakhir

Antara
Seorang anak penghuni Panti Asuhan Hikmah berjalan menuju ke dalam panti yang terendam banjir di Pekanbaru, Riau, Rabu (28/4).

 

KEPALA Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati mengingatkan, ancaman bencana hidrometeorologi belum berakhir.

Hal itu sebagaimana dirilis oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan, hujan sebagai salah satu pemicu banjir dan longsor masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah Indonesia pada Mei 2021.

"Ancaman bencana hidrometeorologi belum berakhir, ini terbukti dengan kejadian tanah longsor di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, jelang akhir April lalu," katanya.

Untuk meningkatkan kewaspadaan, BMKG telah merilis peringatan dini cuaca ke beberapa wilayah masih berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang, yaitu di Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara dan Maluku.

"Di samping potensi bahaya hidrometeorologi, masyarat diimbau juga mewaspadai potensi bahaya geologi, khususnya gempa bumi. Gempa bumi dapat terjadi kapan dan dimana saja," beber Raditya, Sabtu (1/5).

Sejak 1 Januari 2021 hingga 30 April 2021, BNPB mencatat 1.205 bencana alam telah terjadi. Bencana hidrometeorologi, seperti banjir, angin puting beliung dan tanah longsor, dominan terjadi pada periode waktu tersebut.

Bencana banjir menjadi kejadian yang paling sering terjadi dengan 501 kali, disusul angin puting beliung 339, dan tanah longsor 233. Dilihat dari periode waktu tersebut, total jumlah kejadian mengalami kenaikan 1% dari tahun sebelumnya. Sedangkan korban meninggal, total jumlah mengalami kenaikan 1,83%.

"Masyarakat agar selalu menyiapkan sejak dini upaya-upaya kesiapsiagaan keluarga, yaitu mengenali risiko dan potensi bahaya di sekitar. Langkah selanjutnya yaitu menyiapkan strateginya dengan membuat rencana kesiapsiagaan keluarga atau pun latihan di tingkat keluarga," serunya.

Dalam uraiannya, Raditya menyebutkan banyaknya kejadian kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mencapai 97 kasus. Selain itu, ada bencana gempa bumi 18, gelombang pasang dan abrasi 16, dan kekeringan 1 kasus.

Pada rentang periode tersebut, katanya, bencana alam mengakibatkan korban meninggal 479 jiwa, hilang 60, luka-luka 12.900 dan menderita serta mengungsi hingga 5 juta jiwa. Bencana alam yang mengakibatkan korban meninggal tertinggi, yaitu banjir 267 jiwa, gempa bumi 117, tanah longsor 86, angin puting beliung 7, dan karhutla serta gelombang pasang masing-masing 1.

Sedangkan kerusakan fisik, BNPB mencatat bencana menyebabkan kerusakan sektor perumahan dengan kategori rusak berat 14.936 unit, rusak sedang 23.347 dan rusak ringan 83.629. Selain kerusakan rumah, bencana alam juga menyebabkan kerusakan pada fasilitas umum seperti tempat ibadah 1.363 unit, Pendidikan 1.350, perkantoran 494, kesehatan 347 dan jembatan 295. (H-2)

Baca Juga

Freepik

Guru Besar IPB Perkirakan Tahun 2029, 1 dari 2 Orang Dewasa Alami Obesitas

👤Atalya Puspa 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 12:18 WIB
Penyebab obesitas terdiri dari dua faktor utama, yaitu faktor biologi dan flingkungan. Faktor biologi terdiri dari genetik, mikrobiota...
Dok. SWISS-belhotel Pondok Indah

Yuk, Nikmati Paket Liburan Keluarga Di Swiss-belhotel Pondok Indah

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 11:56 WIB
Paket berlaku hari Jumat hingga Minggu dengan harga Rp2.888.888 net sudah termasuk 2 malam menginap di kamar Family Two Bedroom atau...
Youtube Sekretariat Presiden

Jokowi Beri Tanda Kehormatan bagi Nakes yang Gugur karena Covid-19

👤 Indriyani Astuti, Mesakh Ananta Dachi 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 11:54 WIB
Presiden RI menganugerahkan tanda-tanda kehormatan tersebut kepada 7 perwakilan penerima tanda kehormatan dari total keseluruhan sebanyak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya