Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meminta daerah menggali kearifan lokal di wilayahnya masing-masing sebagai upaya mitigasi bencana gempabumi dan tsunami, seperti yang dilakukan oleh masyarakat Pulau Simeulue di Provinsi Aceh.
“Seluruh daerah harus menggali potensi kearifan lokalnya. Karena gempa bumi dan tsunami adalah peristiwa yang berulang,” ujar Doni dalam keterangan resmi, Kamis (22/4).
Doni meminta apa yang dimiliki dan dirawat masyarakat Pulau Simeulue tentang kearifan lokal dalam menghadapi ‘smong’ (tsunami dalam bahasa daerah setempat) dapat ditiru oleh daerah lain.
Dengan kearifan lokal, kata Doni, maka informasi mengenai tanda-tanda alam yang dapat memicu bencana dapat diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat dan risiko dapat diminimalisir.
Ia menegaskan, waktu pengulangan gempabumi belum dapat diketahui. Teknologi modern pun juga belum mampu mendeteksi kapan peristiwa itu akan terjadi.
Akan tetapi, tanda-tanda kehadiran ‘smong’ seperti yang terjadi di Aceh pada 2004 ternyata mudah dikenali oleh masyarakat Simeulue karena mereka memiliki literasi kearifan lokal yang terus disampaikan melalui budaya tutur dari generasi ke generasi.
Saat berkunjung ke Simeulue, Rabu (21/4), kepada Doni Monardo, salah seorang warga Pulau Simeulue bernama Marzuki, 58, menuturkan, istilah ‘smong’ mulai dikenal sejak peristiwa gempa bumi dan tsunami pada 1907 silam, yang secara spontan diucapkan oleh warga setelah melihat adanya gelombang tinggi air laut pascagempabumi.
Dari peristiwa itu, maka literasi tentang peristiwa tsunami kemudian diturunkan kepada anak cucu mereka hingga sekarang. “Smong ada sejak tahun 1907 menurut cerita turun-temurun nenek moyang kami. Smong itu gelombang air laut yang tinggi,” imbuhnya.
Saat peristiwa Tsunami Aceh 2004, dikisahkannya, lebih dari 1.700 rumah di Pulau Simeulue hancur dihantam gelombang tsunami, akan tetapi korban jiwa yang meninggal dunia hanya sebanyak 6 jiwa.
Marzuki lantas menceritakan bahwa masyarakat Pulau Simeulue telah melakukan nasihat nenek moyang untuk melaksanakan evakuasi mandiri besar-besaran sesaat setelah tanda-tanda alam dirasakan dalam peristiwa Tsunami Aceh 2004.
“Saat gempa 2004, saya pun tak mampu berdiri. Besar sekali getarannya. Lalu kami melihat ke laut dan ada juga yang melihat sumur. Air kemudian surut. Nah, menurut nasihat nenek moyang itu tanda-tanda Smong akan datang. Kami segera lari menjauhi pantai dan cari tempat tinggi,” kenang Marzuki.
Dari penuturan itu, maka dapat disimpulkan bahwa kearifan lokal dapat dijadikan sebagai peringatan awal terhadap tanda-tanda gejala alam yang kemudian dapat mendatangkan bencana. Sehingga hal itu kemudian dapat dijadikan petunjuk dan pedoman oleh masyarakat untuk langkah mitigasi serta kesiapsiagaan.
Dalam hal ini, Doni Monardo mengatakan bahwa hakekat kearifan lokal dengan fungsi yang sama sebagai early warning system juga dapat dipakai untuk menghadapi berbagai jenis bencana lainnya yang berpotensi terjadi di seluruh daerah di Tanah Air seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin puting beliung dan sebagainya.
"Sebagian besar wilayah nasional kita memiliki risiko yang tinggi dari ancaman bencana, sehingga kearifan lokal salah satu menjadi ujung tombak kita membangun kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat,” pungkasnya. (H-2)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengakhiri peringatan dini tsunami usai gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Pulau Batang Dua, Ternate.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang terjadi di perairan Bitung pada Kamis pukul 06.48 Wita turut dirasakan hingga sejumlah wilayah di Provinsi Gorontalo.
Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang perairan Bitung pada Kamis pagi menyebabkan korban jiwa di Manado.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, Muhammad Zulkifli, menyatakan sedikitnya tujuh wilayah di Maluku Utara dan Sulawesi Utara berstatus siaga tsunami.
Gempa magnitudo 7,6 mengguncang Neiafu, Tonga, dan memicu peringatan tsunami berbahaya. Otoritas meminta warga segera mengungsi ke tempat aman.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gempa Sumba tersebut terjadi pada pukul 18.41 WIB.
KEPALA BNPB Letjen TNI Suharyanto, memastikan umat Katolik di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara menjalankan ibadah Paskah dengan aman, bangunan gereja rusak akibat gempa 7,6 magnitude
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengakhiri peringatan dini tsunami usai gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Pulau Batang Dua, Ternate.
BMKG terjunkan tim ahli ke Maluku Utara dan Sulawesi Utara usai gempa M 7,6. Fokus pada pemetaan kerusakan makroseismik dan mitigasi risiko 48 gempa susulan yang terjadi.
Panduan lengkap mengenai jenis-jenis gempa subduksi (Megathrust, Intra-slab, Outer-rise), pengertian, serta perbedaan karakteristik dampaknya bagi mitigasi.
Aktivitas warga Manado kembali normal pascagempa M 7,3. Basarnas melaporkan satu orang meninggal dunia dan kerusakan pada Gedung KONI Manado.
Gempa M 7,6 mengguncang perairan Sulawesi Utara, Kamis (2/4). Tsunami kecil terdeteksi di Bitung dan Halmahera. Rumah ibadah dan rumah warga dilaporkan rusak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved