Sabtu 17 April 2021, 16:05 WIB

Sekolah Tatap Muka, Baru 53% Sekolah yang Memenuhi Daftar Periksa

Zubaedah Hanum | Humaniora
Sekolah Tatap Muka, Baru 53% Sekolah yang Memenuhi Daftar Periksa

Antara
Ilustrasi

 

BERDASARKAN data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan hingga 14 April 2021, hanya 53,15% satuan pendidikan dari total sekolah di Indonesia yang telah memenuhi daftar periksa terkait pembelajaran tatap muka (PTM). Pemerintah mendorong agar seluruh satuan pendidikan dapat segera memenuhi syarat daftar periksa, sebelum dimulainya PTM pada Juli 2021.

"Ini harus dipenuhi sebagai syarat untuk membuka kembali sekolah sesuai SKB SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19," ucap asisten Deputi Bidang PAUD, Dasar, dan Menengah Kemenko PMK, Wijaya Kusumawardhana seperti dilansir dari laman Kemenko PMK, Sabtu (17/4).

Selain itu, pemerintah juga mendorong pelaksanaan vaksinasi untuk guru dan tenaga pengajar. Pemerintah menargetkan 5,5 juta guru dan tenaga kependidikan itu akan selesai pada bulan Juni 2021.

Sebagaimana diketahui, SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 telah mengatur penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) seluruh satuan pendidikan pada bulan Juli 2021.

Pemerintah juga telah mengeluarkan beberapa kebijakan untuk menjamin layanan pendidikan berjalan secara optimal. Di antaranya adalah kebijakan bagi sekolah untuk mengisi daftar periksa kesiapan sekolah menyelenggarakan PTM di masa pandemi Covid-19 ini.

 Apa saja persyaratan dalam daftar periksa itu? Berikut ini penjelasannya.

1. Ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan seperti toilet bersih, sarana cuci tangan dengan air mengalir menggunakan sabun atau cairan pembersih tangan (hand sanitizer), dan disinfektan.

2. Mampu mengakses fasilitas kesehatan layanan kesehatan (puskesmas, klinik, rumah sakit, dan lainnya)

3. Kesiapan menerapkan area wajib masker kain atau masker tembus pandang bagi yang memiliki peserta disabilitas rungu

4. Memiliki thermogun (pengukur suhu tubuh tembak)

5. Pemetaan warga satuan pendidikan yang tidak boleh melakukan kegiatan dari satuan pendidikan seperti memiliki kondisi medis penyerta (comordity) yang tak terkontrol, tidak memiliki akses transportasi yang memungkinkan penerapan jaga jarak, memiliki riwayat perjalanan dari zona kuning, orange, dan merah atau riwayat kontak dengan orang terkonfirmasi positif Covid-19 dan belum menyelesaikan isolasi mandiri selama 14 hari.

6. Membuat kesepakatan bersama komite satuan pendidikan terkait kesiapan melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan. Proses pembuatan kesepakatan tetap perlu menerapkan protokol kesehatan. (H-2)

Baca Juga

Antara/Asprilla Dwi Adha

Ini Alasan Kemendikbudristek Kukuh Pertahankan PTM Meski Kasus Omikron Meningkat 

👤Faustinus Nua 🕔Senin 24 Januari 2022, 21:40 WIB
"PTM sangat urgen, kita sudah menutup sekolah hampir dua tahun dan selama waktu tersebut banyak kejadian luar biasa diantaranya...
Dok. Pribadi

Alat Masak Berkualitas Ikut Tentukan Kelezatan Makanan 

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 24 Januari 2022, 21:37 WIB
Dilansir dari healthline, alat masak seperti panci dan wajan yang tidak berkualitas bisa jadi sampah menumpuk karena orang-orang tidak akan...
Ist

Hari Pendidikan Internasional, LSM di Indonesia Dorong Menu Berbasis Nabati

👤Eni Kartinah 🕔Senin 24 Januari 2022, 21:12 WIB
Sinergia Animal ingin mendorong institusi untuk menyediakan makanan yang lebih ramah iklim dan lebih sehat kepada siswa  sejalan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya