Sabtu 17 April 2021, 10:00 WIB

Potret Kartini Masa Kini di Balik Tembok Pesantren

HUMANIORA | Humaniora
Potret Kartini Masa Kini di Balik Tembok Pesantren

Metro TV
ISTIMEWA

 

LANTUNAN suara mengaji para santri terdengar nyaring di dalam Pondok Pesantren Kebon Jambu yang berada di Ciwaringin, Babakan, Cirebon, Jawa Barat. Bagi sebagian masyarakat, daerah ini memang dikenal sebagai pusat pembelajaran agama Islam terutama bagi mereka yang berada di kawasan pesisir pantai utara Jawa bagian barat.

Namun di balik ramainya para santri, Pesantren Kebon Jambu menyimpan ciri khasnya sendiri. Jika pada umumnya pesantren dipimpin oleh seorang Kyai, Kebon Jambu ternyata dipimpin oleh sosok Kartini religius. Adalah Masriyah Amva atau yang lebih akrab dipanggil oleh para santrinya dengan sebutan Ibu Nyai menjadi ikon pesantren tersebut.

Kepemimpinan sang Nyai bukan tanpa sebab, awalnya pesantren ini dipimpin oleh sang suami. Namun ketika ia wafat dan belum siapnya sang penerus memaksa Masriyah Amva mengambil keputusan untuk menjadi pimpinan pesantren.
“Pasca tidak adanya Kyai atau suami saya, pesantren ini megalami krisis kepercayaan dari masyarakat. Satu persatu orang tua murid datang dan mengambil anak mereka untuk dipindahkan ke pondok lain,” ungkap sang Nyai.

Baginya masa-masa itu menjadi bagian kelam dalam perjalanan pesantren yang telah dibangun oleh sang suami. Ia mencoba berserah pada sang Maha Kuasa, namun secara perlahan sang Nyai sadar jika pesantren ini harus tetap ada dan berjalan. Itikadnya adalah tetap mengajarkan para santri ilmu agama dan kebaikan.

“Saya sempat berpasrah, namun Allah menunjukan jalan-Nya. Dan akhirnya saya memberanikan diri untuk memimpin pesantren ini. Meski tidak mudah, namun saya yakin Allah selalu di sisi saya,” ungkapnya kembali.

Meski sempat mendapatkan pro dan kontra, lambat laun hasil kepemimpinan sang Nyai di pesantren telah bisa dilihat. Jumlah santri selalu bertambah setiap tahunnya, fasilitasnya pun kini telah memadai mulai dari pendidikan, ekstrakurikuler hingga mengikuti perkembangan teknologi.

Pondok Pesantren Kebon Jambu sekarang menjadi barometer perkembangan pesantren di daerah tersebut. Kini sang Nyai meneruskan estafet kepemimpinanya kepada sang adik, Awanillah Amva, yang juga merupakan seorang perempuan.
Bagaimana liku-liku kepemimpinan mereka dalam memimpin pesantren di tengah stigma yang kurang baik terkait pemimpin perempuan? Simak kisahnya dalam film dokumenter yang berjudul Belajar Dari Sang Nyai dalam program Melihat Indonesia yang tayang pada Minggu, 18 April 2021 pukul 08.30 WIB di Metro TV.(H-1)

Baca Juga

DOK BPJAMSOSTEK

BPJAMSOSTEK Rayakan Lebaran Bersama Relawan Covid di Wisma Atlet

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 13 Mei 2021, 19:45 WIB
Menurut Anggoro, jasa para nakes dan relawan dalam menghadapi masa pandemi Covid-19 ini sungguh luar...
ANTARA

Lebaran di Tengah Pandemi, Silaturahmi Virtual tak Mengapa

👤Astri Novaria 🕔Kamis 13 Mei 2021, 18:54 WIB
Meski tidak dapat kembali ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga dirinya tetap dapat bersilaturahmi bersama keluarga dengan...
Ist

Menaker: Tunda Mudik, Demi Akhiri Pandemi Covid-19

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 13 Mei 2021, 16:35 WIB
Ida Fauziyah mengingatkan bulan Ramadan 1442 H, yang baru saja dilalui telah mengajarkan umatnya akan pentingnya menahan diri, dan menunda...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya