Senin 29 Maret 2021, 18:50 WIB

BPPT Terjunkan Tim TMC untuk Tingkatkan TMA Danau Toba

Atalya Puspa | Humaniora
BPPT Terjunkan Tim TMC untuk Tingkatkan TMA Danau Toba

DOK. BPPT-MI/Rudi Kurniawansyah
Tim Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca Siaga Darurat kebakaran hutan dan lahan mulai diterjunkan di Provinsi Riau, Kamis (11/3/2021)

 

Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) akan dioperasikan di daerah tangkapan air Danau Toba, Sumatera Utara. Level Tinggi Muka Air (TMA) Danau Toba saat ini sudah mendekati titik minimum.

Operasi TMC akan dilaksanakan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) bekerjasama dengan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum Persero).

Kegiatan ini diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, yang didukung penuh oleh jajaran pimpinan BPPT. Selain itu, juga didukung oleh Kepolisian RI (Polda Sumatera Utara dan Polres Tapanuli Utara), PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Silangit, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, PJT I dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Baca juga: Keberlanjutan Pasokan Vaksin harus Terjaga

Kepala BBTMC-BPPT Jon Arifian mengatakan Danau Toba memiliki fungsi sangat strategis, baik untuk PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air), irigasi, juga memenuhi air baku bagi industri dan rumah tangga termasuk pariwisata.

“TMC merupakan upaya untuk memodifikasi pertumbuhan awan dengan memasukkan inti kondensasi ke dalam sistem awan sehingga hujan lebih cepat terjadi dan curah hujan yang dihasilkan menjadi lebih besar. Data historis, rata-rata curah hujan pada April di Danau Toba sebesar 203 mm. Sehingga dari pelaksanaan TMC kali ini diharapkan dapat meningkatkan 20-30 persen dari curah hujan selama April di Danau Toba,” paparnya pada pembukaan kegiatan operasi TMC DAS Danau Toba di Siborong-borong, Senin (29/3).

Dalam acara tersebut, Direktur Eksekutif Operasi dan Produksi PT Inalum (Persero) Reinaldy Harahap menyampaikan terima kasih kepada pihak BPPT dengan mengirimkan tim TMC.

“Tahun ini merupakan ketiga kalinya, TMC dilaksanakan di Danau Toba. Kami berterima kasih pada BPPT atas kerjasama ini. Hingga 26 Maret, TMA Danau Toba berada pada level 903.20 meter, sementara level minimum di titik 902.40 meter agar PLTA disana dapat tetap beroperasi normal. Kondisi ini cukup mengkhawatirkan sehingga perlu langkah praktis untuk meningkatkan tinggi muka air di DAS Danau Toba. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan TMC,” paparnya.

DAS Danau Toba menjadi sumber utama 3 bendungan dan 2 PLTA (Pembangit Listrik Tenaga Air) yang dikelola PT Inalum. Bendungan tersebut yaitu Bendungan Pengatur, Bendung Sigura-gura dan Bendungan Tangga. Sedang PLTA yaitu PLTA Sigura-gura dan PLTA Tangga. PLTA Sigura-gura memiliki kapasitas produksi 286 MW dan PLTA Tangga memiliki kapasitas produksi 317 MW. Selain itu, Danau Toba juga menjadi sumber mata pencaharian bagi penduduk yang tinggal di sekitarnya.

Koordinator Bidang Pelayanan TMC BBTMC-BPPT Sutrisno mengatakan, sorti pertama kegiatan TMC DAS Danau Toba akan dilaksanakan pada Kamis (1/4) dan direncanakan selama 20 hari mendatang.

“Pesawat yang akan digunakan yaitu pesawat jenis Piper Cheyenne II registrasi PK-TMC milik BPPT dengan metode TMC menggunakan bahan semai Flare Cosat,” imbuhnya.

Tim TMC telah menyiapkan bahan semai Flare Cosat sebanyak 170 batang di Posko TMC Danau Toba di area PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Silangit, Sumut.

Koordinator Lapangan TMC DAS Danau Toba Cornelius A Nababan menambahkan, untuk membantu pengamatan cuaca dan kondisi awan di wilayah target, akan ditempatkan personil di dua lokasi Pos Pengamatan Meteorologi (Posmet), yaitu di daerah Porsea dan Merek.

“Hasil pengamatan cuaca dan potensi awan hujan akan dilaporkan setiap saat oleh petugas di Posmet kepada tim pelaksana di Posko, untuk dianalisis dan dijadikan sebagai masukan guna menentukan strategi pelaksanaan penyemaian awan setiap harinya. Kami juga bekerjasama dengan BMKG Stasiun Meteorologi Silangit untuk analisa data cuaca dan radar,” paparnya.

Seperti diketahui, TMA Danau Toba menunjukkan tren menurun setiap tahunnya. Selain karena efek dari perubahan iklim yang mempengaruhi curah hujan di Kawasan Danau Toba, isu kerusakan lingkungan ditengarai menjadi penyebab menurunnya level muka air Danau Toba. (H-3)

Baca Juga

ANTARA/Muhamad Ibnu Chazar

YKMI: SK Menkes Belum Sepenuhnya Jalankan Putusan MA

👤Humaniora 🕔Senin 23 Mei 2022, 09:00 WIB
50 persen vaksin halal dan 50 persen vaksin haram, sangat tidak proporsional, karena mayoritas pengguna vaksin itu umat Islam yang...
Istimewa Kementan

UGM Digandeng Pemkab Pamekasan Kembangkan Peternakan Berbasis Pesantren

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 23 Mei 2022, 08:45 WIB
Sebagai upaya memajukan ekonomi dan mendidik santri terampil...
ANTARA/ARNAS PADDA

Kemenag dan Kemenkes Latih Petugas Haji Embarkasi Makassar

👤Humaniora 🕔Senin 23 Mei 2022, 08:15 WIB
Para calon jemaah haji embarkasi Makassar berasal dari 8 Provinsi di Indonesia Timur, yakni Sulsel, Sultra, Sulbar, Gorontalo, Maluku,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya