Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mendorong semua pihak untuk turut mendukung program SMK Pusat Keunggulan. Mulai dari pemerintah pusat maupun daerah, industri hingga perguruan tinggi perlu berkolaborasi untuk menyukseskan salah satu kebijakan Merdeka Belajar tersebut.
Nadiem mengatakan petingnya program itu adalah untuk meningkatkan kualitas SDM dan mengahasilkan lulusan yang siap diserap dunia industri. Sekitar 859 SMK yang turut dalam program SMK Pusat Keunggulan pun akan difokuskan pada 7 sektor pekerjaan yang sangat dibutuhkan, bahkan hingga 30-40 tahun ke depan.
Sektor-sektor tersebut adalah ekonomi kreatif, permesinan dan konstruksi, hospitality, care service, maritim, pertanian, kerja sama luar negeri. Selain menjadi potensi keunggulan Indonesia, sektor-sektor tersebut pun dinilai belum bisa digantikan dengan kecerdasan artifisial (Artificial Inteligence/ AI).
"Jadi ke-7 sektor ini yang menurut kami kriterianya adalah pekerjaan-pekerjaan ini akan selalu dibutuhkan di Indonesia selama 30-40 tahun ke depan. Ini adalah sektor-sektor yang tidak bisa digantikan dengan AI," ungkapnya dalam peluncuran Merdeka Belajar episode 8: SMK Pusat Keunggulan, Rabu (17/3).
Untuk mewujudkan suksesnya program tersebut, Nadiem menjelaskan, dukungan yang diberikan adalah penguatan sumber daya manusia SMK Pusat Keunggulan. Kepala sekolah, pengawas sekolah dan guru akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan internal untuk mewujudkan manajemen dan pembelajaran berbasis dunia kerja.
"Kemudian pembelajaran kompetensi siap kerja dan berkarakter. Ini adalah penyelenggaraan pembelajaran yang berorientasi pada penguatan kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan pengembangan karakter yang sesuai dengan nilai Pancasila," jelasnya.
Baca juga : Ajarkan Anak-anak Indonesia Peduli Lingkungan
Selain itu juga penguatan belajar praktik peserta didik yang akan diberikan bantuan hibah. Bantuan itu untuk meningkatkan sarana prasarana yang berfokus pada alat dan kelengkapan sarana belajar yang berstandar dunia kerja.
Selanjutnya manajemen sekolah berbasis data dengan pendampingan pada sekolah untuk melaksanakan manajemen berbasis sekolah. Hal ini termasuk perencanaan berdasarkan evaluasi data dan penggunaan platform digital.
Begitu pula dengan pendampingan oleh perguruan tinggi dengan track record yang baik. Sejumlah perguruan tinggi dirangkul untuk membantu SMK dalam perencanaan dan pengelolaan program, dalam rangka mengembangkan sinergi dengan dunia kerja.
Dukungan lainnya adalah sinergi pemerintah pusat dan daerah untuk menciptakan dukungan penyelenggaraan SMK Pusat Keunggulan yang berkesinambungan.
"Untuk pemda kami meminta untuk membantu sosialisasi program SMK Pusat Keunggulan dan menyukseskan program ini, karena ini akan menjadi kebanggaan daerah," ucapnya.
Dengan dukungan tersebut, Madiem berharap SMK Pusat Keunggulan mampu menghasilkan lulusan yang siap bekerja, lulusan yang diperebutkan industri dan universitas. SMK Pusat Keunggulan pun diharaplan turut mendorong SMK lainnya untuk naik ke level yang sama, menjadi mentor bagi lebih dari 14.000 SMK di seluruh Indonesia.(OL-7)
Syarief meyakini masih banyak dugaan rasuah yang bisa dikembangkan dalam proyek tersebut. Persidangan diyakini akan mengungkap fakta baru.
Kejaksaan Agung (Kejagung) membeberkan review singkat atas persidangan dugaan rasuah pada pengadaan sistem Chromebook di Kemendikbudristek.
Majelis Hakim Tipikor Jakarta menolak eksepsi yang diajukan Nadiem Makarim dalam perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook.
Nadiem Makarim menyatakan kecewa atas putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta yang menolak eksepsi dirinya dalam perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook.
Permohonan tersebut disampaikan JPU saat membacakan tanggapan atas eksepsi dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (8/1).
Sidang kasus dugaan korupsi di Kemendikbudristek Kembali bergulir, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (6/1).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved