Rabu 17 Maret 2021, 16:49 WIB

Perguruan Tinggi Dituntut Hasilkan Lulusan Berjiwa Entèrpreneur

mediaindonesia.com | Humaniora
 

PERGURUAN tinggi harus berperan dalam meningkatkan jumlah wirausahawan di Indonesia. Diharapkan output dari perguruan tinggi tidak hanya diisi lulusan yang mencari pekerjaan, tapi juga sarjana-sarjana yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan. Hal ini disampaikan Rektor Universitas Esa Unggul, Arief Kusuma Among Praja dalam acara Seminar Nasional & Call for Papers pada Rabu (17/3/2021).

Acara bertema 'Pemanfaatan Teknologi Informasi Pada Era ‘New Normal’ Dalam Meningkatkan Kreativitas dan Inovasi Untuk Mendukung Enterpreneurship Berbasis Evidence di Lingkungan Perguruan Tinggi' ini digelar secara virtual oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Esa Unggul.

Dalam acara yang dihadiri lebih dari 600 dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia ini, Arief menjelaskan bahwa saat ini jumlah wirusahawan di Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan negara-negara lainnya, seperti Malaysia, Singapura, Vietnam, Amerika, Australia, dan lainnya.

Baca Juga: Wujudkan Mimpimu di Prodi Gizi Esa Unggul, Terakreditasi A Loh!

“Sekarang jumlah wirausahawan di Indonesia ada sekitar 3,5% dari jumlah penduduk di Indonesia. Jumlah tersebut masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain, seperti Malaysia yang mencapai 5%, Thailand 5,1%, Singapura 7,2%, Tiongkok 10%, Jepang 11%, dan AS 12%. Dari data tersebut dapat kita lihat, bahwa negara-negara yang memiliki jumlah wirausahawan tinggi itu memang negara-negara maju. Jadi memang ada korelasi antara jumlah wirausahawan dengan kemajuan suatu negara. Untuk itu kita perlu segera menyusul mereka,” urainya.

Menurut Arief, masih tertinggalnya jumlah wirausahawan di Indonesia juga dapat dilihat pada data Global Enterpreneurship Index 2018. Di mana dari 137 negara di dunia, Indonesia berada pada peringkat 94, di bawah negara Singapura yang berada pada posisi 27, Vietnam 87, Malaysia 58.

“Padahal wirausahawan itu penting dalam menyokong perekonomian nasional. Mulai dari menciptakan lapangan pekerjaan baru, meningkatkan pendapatan nasional, menciptakan nilai tambah barang dan jasa, mengurangi kesenjangan ekonomi. Bahkan tercipta masyarakat adil dan makmur. Nah ini mudah-mudahan dengan semakin banyak wirausahawan di Indonesia, maka kita akan semakin mengarah ke kondisi tersebut,” harapnya.

Baca Juga: Teten Gandeng Kampus Susun Platform Kewirausahaan Nasional

Arief berharap, melalui acara ini para ilmuwan yang berkompeten di bidangnya dapat memberikan masukan dalam rangka meningkatkan jumlah wirausahawan, atau orang-orang kreatif yang ada di Indonesia. “Terutama dari kalangan pemuda dan mahasiswa yang memang dibutuhkan oleh Indonesia untuk menjadi negara yang lebih maju,” tandasnya.

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Budaya Republik Indonesia (Kemdikbud RI), Nizam menegaskan, bahwa perguruan tinggi telah beradaptasi dengan cepat terhadap kondisi Pandemic Covid-19 ini. Sejak kasus pertama Covid-19 diumumkan terjadi di Indonesia pada 2 Maret 2020, perguruan tinggi segera merespon surat edaran Mendikbud untuk menyelenggarakan kegiatan belajar dari rumah.

“Hal ini untuk menghindari penyebaran Covid-19. Dalam satu bulan pada awal April 2020 kami melakukan survei hampir seluruh kampus telah melakukan kegiatan perkuliahan dari rumah,” urainya.

Selain itu, kata Nizam, Kemdikbud RI juga telah menyiapkan seluruh fakultas kedokteran dan rumah sakit pendidikan untuk menjadi testing center bagi Covid-19. Bahkan pada awal tahun lalu saat kapasitas tes covid-19 masih rendah untuk skala nasional yaitu di bawah 10 ribu, perguruan tinggi telah berkontribusi lebih dari 8.500 tes per hari.

“Kami juga menyiapkan rumah sakit pendidikan kita untuk menjadi tempat penanganan pasien Covid-19 dan menyiapkan 18 ribu tempat tidur di pusat-pusat pelatihan kita sebagai tempat isolasi dan karantina mandiri,” ungkapnya.

Nizam memaparkan bahwa, perguruan tinggi di Indonesia juga telah memobilisasi mahasiswanya untuk membantu mengatasi Covid-19. Kemdikbud juga telah memobilisasi dan mempromosikan kampus-kampus di Indonesia agar melakukan riset-riset terapan untuk mengatasi pandemi Covid-19.

“Kita telah membentuk konsorsium perguruan tinggi untuk melakukan riset Covid-19. Memberikan dukungan keuangan kuliah bagi 860 mahasiswa di perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia, serta menyediakan internet gratis bagi 8 juta dosen dan mahasiwa di seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Reviewer nasional yang juga dari Kemristek-BRIN, Wisnu Nurcahyo dalam pemaparannya menjelaskan, tujuan program pengabdian masyarakat di perguruan tinggi di antaranya adalah memberikan solusi berbasis pada analisis situasi sesuai kebutuhan, tantangan atau persoalan yang ada di masyarakat. Selain itu perguruan tinggi juga diharapkan dapat mengembangkan model pemberdayaan masyarakat yang sesuai dengan kondisi setempat.

“Perguruan tinggi juga bisa melakukan alih teknologi, ilmu dan seni kepada masyarakat untuk pengembangan martabat manusia berkeadilan gender, inklusi sosial dan kelestarian sumber daya alam,” imbuhnya.

Abdi Wira Septama dari Pusat Penelitian Kimia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) saat memaparkan presentasinya mengatakan, misi Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2017-2045 adalah menciptakan masyarat Indonesia yang inovatif berbasis iptek, serta menciptakan keunggulan kompetitif bangsa secara global.

“Untuk mewujudkan misi tersebut diperlukan sinergi 'Triple Helix'. Yaitu perguruan tinggi, industri serta pemerintah, dan dukungan ekosistem inovasi dalam rangka mendorong riset dan inovasi menjadi produk yang siap dipasarkan,” urainya.

Ketua Pelaksana Seminar Nasional & Call for Papers, Rian Adi Pamungkas mengungkapkan, pelaksanaan kegiatan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kemampuan dosen dalam pemanfaatan teknologi informasi dalam meningkatkan kreativitas dan inovasi dari penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Acara ini juga ditujukan untuk mendukung enterpreneurship berbasis evidence di lingkungan perguruan tinggi. Selain itu tujuan dari kegiatan ini untuk mendukung tercapainya visi dan misi universitas yaitu menjadikan lulusan Universitas Esa Unggul yang terfokus pada enterpreneurship,” tegasnya. (RO/OL-10)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Reno Esnir

Luhut Yakin Indonesia Masuk ke Endemi Covid-19 Jika Libur Nataru Terkendali

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Senin 18 Oktober 2021, 18:10 WIB
Salah satu syaratnya, yakni kasus selama libur Natal dan tahun baru (nataru)...
AFP

Umrah Saat Pandemi, Dilaksanakan Melalui Satu Pintu

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Senin 18 Oktober 2021, 16:37 WIB
"Umrah akan dicoba satu pintu akan menggunakan asrama haji jadi umrah rasa haji jadi ada wacana satu pintu," jelas Direktur...
Ist

Peringati Hari E-Sampah Dunia, KLHK Bahas Pengelolaan Sampah Elektronik 

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Oktober 2021, 16:24 WIB
Di Indonesia sendiri timbulan sampah elektronik mencapai 2 juta ton pada tahun 2021. Pulau Jawa berkontribusi hingga 56% dari generasi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya