Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHL) Alue Dohong memastikan penanganan pasca banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan berlangsung secara terintegrasi.
Alue menegaskan, penanganan usai banjir di Kalsel tidak hanya sektoral di KLHK saja, melainkan kerja kolaboratif antara kementerian/lembaga, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, termasuk pihak swasta.
"Dari sisi KLHK, ada beberapa aspek perencanaan yang diharapkan bisa menjadi solusi dalam penyelesaian permasalahan sekaligus penanganannya, di antaranya aspek perencanaan, rekayasa teknis/engineering, vegetatif, sosial, regulasi, serta penegakan hukum," ujar Alue dalam keterangan resmi, Kamis (11/3).
Baca juga: Kembalikan Fungsi Tampungan, Penanganan 8 Danau Kritis Berlanjut
Dari KLHK, ada enam direktorat jenderal yang terlibat langsung dalam penanganan usai banjir di Kalsel. Mereka akan bergerak untuk pemulihan jangka pendek.
Adapun keenam Dirjen itu yakni Ditjen Pengendalian DAS dan Hutan Lindung, Ditjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Ditjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Ditjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Ditjen Pengelolaan Sampah Limbah dan B3, serta Ditjen Penegakan Hukum LHK.
"Tahun ini ada kurang lebih 24 kegiatan dengan total anggaran dari APBN kurang lebih Rp83,37 miliar, yang akan dilaksanakan oleh 6 Ditjen tadi," ujarnya.
Di sisi keterlibatan swasta, perusahaan pemegang izin pinjam pakai kawasan hutan mempunyai kewajiban untuk merehabilitasi daerah aliran sungai (DAS). Selain itu, ada kewajiban rehabilitasi oleh pemegang izin perkebunan. Kurang lebih ada Rp556 miliar dalam rangka pemulihan jangka pendek yang dilakukan oleh dunia usaha tahun ini.
"Jadi kewajiban mereka itu merehabilitasi DAS (daerah aliran sungai) Barito yang meliputi Kalsel dan Kalteng. Tahun ini, kita fokuskan mereka merehabilitasi DAS yang ada di Kalsel," terangnya.
Sementara itu, Pj. Gubernur Kalsel Safrizal ZA mengatakan Pemprov fokus melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi yang berkaitan langsung dengan masyarakat. Untuk jangka pendek tengah dilakukan perbaikan sarana prasarana seperti jembatan dan akses jalan yang sempat terputus.
"Kami mohon dukungan KLHK terhadap rencana strategis di Kalsel diantaranya pemulihan DTA (daerah tampung air) Riam Kiwa, pembangunan bendungan Pancur Hanau, dan usulan penetapan Kawasan Hidrologis Gambut di Kalsel," kata dia. (Ant/H-3)
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
DPR minta pemerintah prioritaskan pencegahan dan mitigasi bencana untuk kurangi kerugian ekonomi yang terus berulang di Indonesia.
ADA dua artikel yang ditulis Phil O’Keefe, Ken Westgate, dan Ben Wisner dalam dua tahun berturut-turut: 1976 dan 1977.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti alih fungsi lahan dan menurunnya daya dukung lingkungan sebagai faktor utama yang memperparah dampak bencana alam.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut, tanah longsor tidak hanya semakin sering terjadi, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nuroqif, di tengah ancaman kepunahan berbagai satwa endemik, penyelamatan keanekaragaman hayati adalah prioritas
Volume besar itu tentunya memperparah tekanan terhadap lahan seluas 142 hektar yang sudah menampung sampah Ibu Kota selama lebih dari tiga dekade.
Dunia saat ini tengah menghadapi tiga ancaman serius yang disebut “Triple Planetary Crisis” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah tekankan komitmen industri jalankan EPR demi kelola sampah plastik. Target 100% pengelolaan tercapai pada 2029 lewat kolaborasi multi-pihak.
KLHK melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyegel empat perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
‘’Kolaborasi, termasuk dengan kerja sama dengan pihak swasta menjadi kunci untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, bernilai ekonomis dan ramah lingkungan,”
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved