Senin 08 Maret 2021, 10:40 WIB

Menangis Dalam Hati Saat Siasati Pandemi

Arief Mahdian, PTD SMPN 3 Air Putih, Batu Bara, Fasilitator Pembelajaran Tanoto Foundation | Humaniora
 

TIDAK dapat dipungkiri bahwa pembelajaran pada masa pandemi covid-19 pada sebagian orang akan terasa begitu berat, karena ketidaksiapan diri. Namun pada sebagian yang lain ini merupakan tantangan yang harus dijawab dengan inovasi dan kreativitas, khususnya dari seorang guru.

Keterbukaan diri seorang guru dalam menyikapi keadaan seperti saat sekarang ini, jika dibiarkan, akan membuat hilangnya nilai-nilai karakter dari diri seorang siswa. Adanya larangan untuk penghentian kegiatan belajar mengajar secara tatap muka bukanlah akhir dari proses penyampaian pembelajaran kepada peserta didik. 

Begitu juga langkah demi langkah yang diterapkan di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) SMPN 3 Air Putih, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara tempat saya mengajar dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Saya dan teman-teman guru menggunakan media sosial seperti Facebook, WhatsApp, dan aplikasi lain berupa google classroom, quiziz dan sebagainya.

Guru–guru muda yang sudah paham penggunaan media tersebut membantu memandu para koleganya yang agak lambat dalam penguasaan teknologi. Hal itu dilakukan agar mampu memberikan pengajaran di media daring.

Di awal tahun ajaran baru sekitar Agustus 2020 kami mulai menggunakan media pembelajaran daring lewat google classroom dan grup WhatsApp, namun pada saat itu belajar dalam kondisi ini masih terkendala. Belum banyak peserta didik yang memiliki gawai merupakan faktor utama. Sehingga pembelajaran pada saat itu masih kurang interaktif, atau kurangnya peserta didik untuk menanggapi. Faktor lain kemungkinan adanya kebingungan di antara peserta didik karena belum banyak yang dipahami, seperti membuka sebuah file yang berbentuk word, RAR atau PDF, mengingat di telepon seluler mereka belum terpasang aplikasi tersebut.

Sejumlah kendala di atas lambat laun mulai terpecahkan lewat pembimbingan dan arahan bapak/ibu guru. Dengan sabar mereka diajarkan cara membuka file. Untuk membantu memudahkan siswa merespons pelajaran, saya menyarankan kepada mereka untuk menginstall aplikasi buku elektronik dari Kippin School yang bisa diunduh dari google playstore. Dari aplikasi ini siswa bisa meihat dan membaca buku paket elektronik sama seperti buku paket yang berbentuk cetakan sesuai dengan yang dipergunakan di sekolah.

Bagi siswa yang tak memiliki gawai, Kepala Sekolah SMPN 3 Batu Bara Syurya Darma mengambil kebijakan mengadakan home visit (kunjungan rumah). Hal ini menjadi solusi pembelajaran untuk peserta didik yang kurang mampu. Dengan cara melakukan kunjungan rumah bisa didapat informasi yang jelas kendala peserta didik. Protokol kesehatan tetap diterapkan dalam setiap kunjungan. 

"Kunjungan ke rumah harus betul-betul terlaksana. Kepada siswa yang dikunjungi hendaknya berjumpa juga dengan orangtua/wali, dan tanyakan kendala yang dihadapi. Bagi yang tidak bisa aktif pembelajaran luring, diharapkan setiap 1 atau 2 minggu sekali datang ke sekolah untuk mengambil modul dari semua mapel. Dengan demikian mereka tidak tertinggal dalam pembelajaran," ujar Syurya dalam arahan kepada para guru di Batu Bara, Sumut, beberapa waktu lalu.

Banyak pengalaman yang selama ini tidak didapat semasa mengajar pada saat normal dulu. Kami bisa menyaksikan secara langsung situasi dan keadaan siswa sebenarnya, dari mulai lokasi rumah yang terpencil, rumah yang kurang layak huni, dan kehidupan dari keluarga mereka.

Hati kecil kami menangis dan mulut terasa tak sanggup berkata ketika respons orangtua sungguh di luar dugaan. Ada yang menyambut kedatangan kami dengan keramahan luar biasa. Bahkan suguhan dari hasil kebun langsung terhidang dan bahkan kami dipaksa membawa pulang sebagai cendera mata.

Ada juga yang kurang berkenan dikunjungi. Kami sangat memaklumi hal itu karena tidak semua orangtua mengenali guru anak-anak mereka. Bahkan ada yang sebelumnya menganggap petugas survei. Dari semua itu memberikan kami pelajaran berharga betapa masih banyak orang tua yang kurang paham dengan kebijakan PJJ. Secara perlahan kami berikan mereka penjelasan sampai benar-benar paham.

"Pusing pak. Anak-anak sudah lama tidak bersekolah dan harus belajar dari rumah. Kami kan harus bekerja ehhh sekarang ditambah harus mengajari dan mendampingi. Kami kan kurang paham materi-materinya. Belum lagi harus berpikir beli paket internetnya," keluh mereka.

Kami hanya bisa menampung keluhan-keluhan itu seraya menjelaskan bahwa kami juga ingin banget peserta didik belajar kembali di sekolah. Hanya saja kepala daerah belum memberi izin untuk kegiatan belajar mengajar di sekolah. Untuk paket internet pihak sekolah akan mencoba membantu. 

Metode MIKiR (mengalami, interaksi, komunikasi, dan refleksi) yang digagas Tanoto Foundation cukup membantu kami dalam kondisi pandemi. Terlebih kami dituntut kerja ekstra dan kreatif atau dalam bahasa yang lain extraordinary work. Mengikuti sejumlah webinar sebagai pendukung ternyata membantu kami menambah wawasan. Memperbarui informasi dan bisa merancang pembelajaran lebih dinamis agar siswa lebih semangat dalam belajar, menjadi tujuan bersama. Yang terpenting, nilai-nilai karakter siswa harus terus bisa dipertahankan.

Arief Mahdian, Peserta Peningkatan Skill Menulis bagi Tenaga Pengajar Se-Indonesia
 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Indonesia Perkuat Kepemimpinan Perempuan di Sektor Swasta

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Rabu 14 April 2021, 06:14 WIB
Indonesia akan jadi tuan rumah G20 Empower yang bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan dan mendukung kemajuan kepemimpinan perempuan di...
Dok Webinar PIBK UMJ

Xpooz Jadi Pioner Marketplace UMKM Kampus Muhammadiyah

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 14 April 2021, 06:14 WIB
Pusat Inkubator dan Bisnis Kewirausahaan Universitas Muhammadiyah Jakarta berhasil menciptakan inovasi e-commerce bernama Xpooz ...
pnas.org

BPOM Mengawal Pengembangan Vaksin Merah Putih Hingga Aman

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 13 April 2021, 23:10 WIB
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengawal pengembangan Vaksin Merah Putih sejak awal penelitian, untuk memastikan vaksin yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tajamnya Lancang Kuning di Lapangan

 Polda Riau meluncurkan aplikasi Lancang Kuning untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Berhasil di lapangan, dipuji banyak kalangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya