Sabtu 27 Februari 2021, 09:00 WIB

Ciputra Artpreneur Gelar Pameran Hidup Berdampingan dengan Musuh

Humaniora | Humaniora
Ciputra Artpreneur Gelar Pameran Hidup Berdampingan dengan Musuh

Dok. Ciputra Artpreneur
Fatum Brutum Amorfati karya Agus Suwage yang dipamerkan di Ciputra Artpreneur.

 

Ciputra Artpreneur Jakarta menggelar pameran seni secara virtual bertema “Hidup Berdampingan dengan Musuh” mulai 25 Februari-1 Juni 2021. Pameran yang dikuratori Rifky Effendi tersebut akan menghadirkan lebih dari 100 karya dari 100 seniman Indonesia mulai dari seni lukis, seni patung, instalasi, videografi, dan fotografi.

Presiden Direktur Ciputra Artpreneur Jakarta Rina Ciputra Sastrawinata, Rabu (23/2), menyampaikan dahsyatnya dampak pandemi Covid-19 telah dirasakan selama hampir setahun yang telah mengubah tatanan dan cara hidup manusia dalam berinteraksi sosial. Perubahan ini tak menyurutkan komitmen Ciputra Artpreneur dalam memberikan kontribusi positif dalam memajukan bidang kesenian Indonesia.

Baca juga: Meraba Toleransi dari Lukisan Cap Go Meh

“Saya menyadari situasi pandemi Covid-19 sangat tidak mudah bagi kita semua, tanpa terkecuali untuk Ciputra Artpreneur dan para pegiat seni. Namun kita harus bangkit dan mengalahkan ketakutan akibat pandemi ini. Karena itulah, kami Ciputra Artpreneur ingin menggelar sebuah pameran seni virtual dengan tema Hidup Berdampingan Dengan Musuh,” kata Rina.

Ia menambahkan, pameran seni virtual ini merupakan bentuk kepedulian Ciputra Artpreneur bagi para pelaku seni agar memiliki ruang ekspresi untuk menyampaikan karyanya kepada publik. 

Melalui pameran ini, Ciputra Artpreneur juga mengajak pecinta seni untuk berpartisipasi di pameran ini, tidak sekedar untuk mengapresiasi karya seni melainkan juga untuk memilikinya dengan lebih terjangkau guna membantu para pekerja seni yang terdampak pandemi.

Kurator pameran Rifky Effendi mengatakan, pameran ini memilih tema “Hidup Berdampingan Dengan Musuh” karena merepresentasikan situasi kehidupan manusia di masa pandemi Covid-19, yakni hidup dengan kenormalan baru. 

Kenormalan baru merupakan istilah yang digunakan sebagai upaya mencegah penyebaran covid-19. Kenormalan baru ini juga menjadi suatu cara agar kegiatan masyarakat terutama kegiatan ekonomi, sosial, seni dan budaya bisa berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Dengan kata lain, kehidupan manusia kontemporer memang harus berdampingan dengan berbagai jenis 'musuh' yang setiap saat bisa menyakiti bahkan membunuh. Oleh karenanya, para seniman ingin mendeskripsikan arti kenormalan baru dalam karya seni dan budaya. Pameran seni virtual yang akan dilangsungkan di Ciputra Artpreneur ini akan menggali makna berdampingan dengan musuh melalui karya-karya yang berkualitas dan menarik,” jelasnya.

Para seniman yang akan berpartisipasi dalam pameran seni virtual “Hidup Berdampingan Dengan Musuh” ini antara lain Angki Purbandono, Eddi Prabandono, Hanafi, Nasirun, Dolorosa Sinaga, Galam Zulkifli, Putu Sutawijaya, I Wayan Jana, I Wayan Upadana, Ugo Untoro, Abdi Setiawan, Agan Harahap, Agus Suwage, Gusmen Heriadi, dan masih banyak seniman lainnya. Pameran ini dapat diakses dengan masuk ke laman website www.ciputraartpreneur.com. (H-3)
 

Baca Juga

firstincare.com

Ketahui Ciri-Ciri Lansia yang Sehat Jasmani dan Rohani

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 12 April 2021, 06:00 WIB
Untuk menjaga kondisi sehat ini mereka memerlukan asupan makanan yang bergizi dan seimbang, istirahat yang cukup dan rutin...
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Cerita Bambang Brodjonegoro jadi Menristek Terakhir

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 12 April 2021, 05:50 WIB
Bambang Brodjonegoro menceritakan sempat mengusulkan agar kementeriannya kembali menjadi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi...
MI/Dok Kemenag RI

Arab Saudi Belum Beri Sinyal Soal Haji, Kemenag Tetap Persiapan

👤Siswantini Suryandari 🕔Senin 12 April 2021, 05:10 WIB
Plt Dirjen PHU Khoirizi H Dasir menyampaikan sampai saat ini belum ada negara yang sudah mendapat informasi dari Arab Saudi terkait...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Modal Bikin Bank Baru kian Besar

 Di ketentuan RPOJK Bank Umum, bagi perbankan yang baru mau berdiri, diwajibkan memenuhi modal inti Rp10 triliun, termasuk untuk pendirian bank digital.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya