Rabu 24 Februari 2021, 07:18 WIB

LIPI Lakukan Transformasi Kelembagaan

Faustinus Nua | Humaniora
LIPI Lakukan Transformasi Kelembagaan

ANTARA FOTO/Muhammad Iqba
Peneliti dari Pusat Penelitian Kiia LIPI mengembangkan metode daur ulang limbah medis plastik dengan kristalisasi di Lab Kimia Puspiptek

 

SAAT ini Indonesia berada di tengah gempuran kompetisi dunia yang kian tinggi, baik dalam hal ekonomi hingga perkembangan teknologi dan inovasi. Upaya menghadapi tantangan ini tidak terlepas dari kebutuhan akan sumber daya manusia yang unggul, berkualitas, dan berdaya saing.

Sebagai lembaga penelitian nasional, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berkomitmen melakukan transformasi kelembagaan dengan menjalankan Reformasi Birokrasi dan mendukung terwujudnya good governance. 

Sekretaris Utama LIPI, Nur Tri Aries Suestiningtyas menyatakan, LIPI telah banyak melakukan perubahan. Tata kelola manajemen lembaga tersebut terus didorong menjadi lebih efisien didukung bimbingan KemenPANRB.

"Kami berharap pembinaan dengan metode tailor made (manajemen risiko) karena ini sangat penting untuk lembaga riset. Manajemen iptek LIPI saat ini sudah tersentral, dari 40 KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) menjadi 10 KPA. Untuk itu, penilaian reformasi birokrasi LIPI dan lembaga riset lainnya lebih tepat bukan pada kuantitas, melainkan kualitas," kata  Nur Tri Aries dalam keteramgan tertulis, Rabu (24/2).

Selain itu para peneliti dan perekayasa harus terus didorong untuk melakukan riset. Transformasi lembaga riset telah mengubah manajemen LIPI kini tidak lagi dikelola di satuan kerja penelitian, tetapi dikelola di sekretariat.

Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan, Kebijakan dan Evaluasi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan II KemenPANRB, Mohammad Averrouce, sependapat bahwa penilaian manajemen di lembaga riset menjalankan reformasi birokrasi bukan menitikberatkan pada kuantitas, melainkan kualitas.

"Dua tahun belakangan ini terlihat transformasi Reformasi Birokrasi di LIPI. Beberapa lembaga riset melakukan reformasi besar-besaran," ucap Averrouce.

baca juga: 2025 Indonesia Butuhkan Ratusan Juta Pekerja Bidang Digital

Ia melihat pentingnya lembaga riset untuk fokus menghasilkan riset-riset yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sebab, riset yang baik, akan menjadi input bagi kebijakan pemerintah dan kesejahteraan masyarakat.

"Ini menjadi masukan yang sangat baik bagi kami di KemenPANRB. Kolaborasi LIPI dengan MenPAN juga selama ini baik sekali," tandasnya.(OL-3)
 

Baca Juga

Istimewa

Kepala BPJPH Jawab Notifikasi WTO soal Regulasi Produk Halal

👤Zubaedah Hanum 🕔Jumat 26 Februari 2021, 13:55 WIB
KEPALA Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama, Sukoso menjawab notifikasi World Trade Organization (WTO)...
Kemenag

Seleksi 23 Madrasah Aliyah Unggulan Dibuka, Perebutkan 2.883 Kursi

👤Zubaedah Hanum 🕔Jumat 26 Februari 2021, 13:15 WIB
Seleksi berlangsung dua hari, 27 – 28 Februari 2021 dan berlangsung secara daring (dalam...
Istimewa

Universitas Malikussaleh Beri Penghargaan Untuk Keluarga Gus Dur

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 26 Februari 2021, 13:02 WIB
Status perguruan tinggi negeri untuk Universitas Malikussaleh, Aceh, tidak lepas dari peran Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ketika menjadi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya