Selasa 23 Februari 2021, 20:48 WIB

Vaksinasi Gotong Royong Percepat Wujudkan Herd Immunity

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Vaksinasi Gotong Royong Percepat Wujudkan Herd Immunity

Antara
Pemberian vaksin Covid-19

 

KEBERADAAN vaksin Covid-19 menjadi harapan untuk melewati pandemi. Indonesia telah memasuki babak vaksinasi sejak medio Januari lalu dengan Presiden Joko Widodo menjadi yang pertama disuntik vaksin Covid-19. Untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity, pemerintah menargetkan 181,5 juta penduduk mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Untuk memenuhi target sebesar itu, dibutuhkan peran aktif semua pihak. Pemerintah dan jajarannya di semua level, masyarakat, hingga swasta harus menjaga dan menjalankan peran masing-masing dalam mendukung dan mempercepat proses vaksinasi Covid-19 sebagai upaya mencapai herd immunity, Dari sana, mencuat wacana vaksin gotong royong.

Wacana yang merupakan inisiatif dari kalangan pengusaha tersebut bertujuan untuk mempercepat pelaksanaan program vaksinasi Covid-19. Melihat munculnya wacana vaksin gotong royong ini, Pakar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, dr. Syahrizal Syarif mengungkapkan wajar saja jika pada situasi seperti ini masyarakat ingin secepat-cepatnya divaksin.

“Pada prinsipnya saya tidak menentang. Harusnya skema vaksin mandiri atau gotong royong akan berdampak pada lebih cepatnya mencapai herd immunity. Jika tadinya target 15 bulan bisa jadi setahun. Bahkan kalau perlu bisa 8 bulan,” ungkapnya.

Baca juga: 6,1 Juta Pekerja Terdaftar Ikut Vaksinasi Mandiri

Skema vaksin gotong royong jadi upaya nyata kerja bersama atau gotong royong dari berbagai lapisan masyarakat dan stakeholder untuk segera mewujudkan herd immunity di Indonesia sehingga bebas pandemi Covid-19.

“Skema yang ada saat ini dinilai kurang cepat untuk bisa mencapai target herd immunity dengan cakupan vaksinasi 181,5 juta penduduk,” paparnya.

Saat ini, yang terpenting menurut dr. Syahrizal Syarif adalah bagaimana cara agar Indonesia bisa mencapai herd immunity secepatnya dan mengurangi beban ekonomi pemerintah dalam menghadapi pandemi ini.

Lebih lanjut dijelaskan dr. Syahrizal Syarif, skema yang paling masuk akal menurutnya adalah swasta bisa membeli vaksin Covid-19 sendiri dengan regulasi dan dilakukan persetujuan pemerintah.

“Tentu saja vaksin yang didatangkan ini sesuai dengan daftar vaksin yang disetujui pemerintah. Tidak tertutup kemungkinan bisa masuk vaksin di luar daftar tersebut namun tetap nanti harus ada regulasi yang mengaturnya,” pungkasnya. (OL-4)

Baca Juga

Dok Paujan Azim

Berlatih Kaligrafi Di Tengah Pandemi

👤Paujan Azim, Dosen UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Fasilitator Pembelajaran Tanoto Foundation 🕔Sabtu 06 Maret 2021, 22:15 WIB
Selama masa pandemi sistem PJJ menjadi salah satu alternatif solusi, meski bukan berarti tanpa...
Antara/Oky Lukmansyah

Pemanfaatan Ruang Efektif Kurangi Dampak Bencana Hidrometeorologi

👤SuryaniWandarai Putri Pertiwi 🕔Sabtu 06 Maret 2021, 21:15 WIB
inisiasi ini didukung oleh beberapa pihak, misalnyua Kementerian ATR/BPN yang memiliki Inspektur tata ruang yang akan mengawasi dan...
DOK KEMENTRIAN KOMINFO

Menkominfo Targetkan ASO Kurang Lebih 20 Bulan

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 06 Maret 2021, 20:56 WIB
Menurut Menteri Kominfo melalui migrasi ke televisi digital, ketidakefisienan akan teratasi melalui infrastructure sharing dalam...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya