Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
HARI ini 21 Februari diperingati sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional oleh negara-negara di dunia. Dalam konteks Indonesia, bahasa ibu merupakan bahasa daerah atau bahasa lokal yang didasarkan pada keberagaman suku dan wilayah.
Dilansir dari akun Instagram Badan Bahasa Kemendikbud, disebutkan bahwa peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional dilakukan sejak 2000, setelah UNESCO menetapkannya pada 17 November 1999. Tujuan diperingatinya Hari Bahasa Ibu Internasional adalah sebagai pengingat bahwa keberagaman bahasa dan multilingualisme merupakan aspek penting dalam hidup kita.
Gagasan awal peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional lahir dari inisiatif seorang warga Bangladesh yang bersurat kepada Kofi Annan, Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) pada masa itu. Warga Bangladesh itu meminta PBB melakukan tindakan penyelamatan terhadap bahasa-bahasa di dunia.
Ditetapkannya tanggal 21 Februari sebagai Bahasa Ibu Internasional terinspirasi dari upaya rakyat Bangladesk yang memperjuangkan bahasa Bengali sebagai bahasa nasional Pakistan pada 1952 silam.
Pada 21 Februari 1952, terjadi aksi demonstrasi besar-besaran oleh pada mahasiswa dari Universitas Dhaka akibat dideklarasikannya bahasa Urdu sebagai bahasa resmi Pakistan. Aksi demonstrasi ini berbuntut panjang hingga akhirnya membuat Pakistan Timur memisahkan diri dan mendeklarasikan wilayahnya menjadi Bangladesh.
Dalam pernyataannya, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud E Aminudin Aziz mengatakan, keluarga berperan sentral dalam pelestarian bahasa ibu. "Ketika benteng pertahanan pertama di keluarga tak terjaga lagi, nasib bahasa ibu tinggal menunggu waktu kepunahannya," ujarnya.
Sebagai bangsa yang besar, Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki penduduk beragam suku bangsa. Hal itu membuat penduduk Indonesia memiliki berbagai macam bahasa yang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Keragaman bahasa yang digunakan membuat Indonesia menduduki peringkat kedua negara dengan bahasa terbanyak di dunia.
Berdasarkan hasil pemetaan, kajian vitalitas, konservasi, revitalisasi, hingga registrasi bahasa yang dilakukan oleh Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, pada Februari 2020 terdapat 718 bahasa yang ada di Indonesia.
Jumlah tersebut terbanyak kedua setelah Papua Nugini dan mengungguli Negara Paman Sam yang berada di urutan kelima dengan 335 bahasa. Di sisi lain, Kemendikbud juga mencatat 11 bahasa daerah punah dan 25 bahasa daerah lainnya di ambang kepunahan.
"Bahasa yang punah dan terancam punah banyak terdapat di wilayah Indonesia timur. Jumlah bahasa di wilayah timur sangat banyak, tetapi penuturnya relatif sedikit. Misalnya, dari 718 bahasa daerah yang telah dipetakan, sebanyak 428 bahasa daerah berada di Papua dan Papua Barat dan pada kenyataannya nyaris tidak dijumpai aksara lokal di sana," ucap Aminuddin dalam wawancara khusus dengan Media Indonesia, belum lama ini. (Van/H-2)
BADAN Bahasa meminta pemerintahan daerah memiliki ruang strategis dalam rangka pelestarian bahasa daerah melalui program Revitalisasi Bahasa daerah (RBD).
KEPALA Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menilai peran bahasa daerah pada kegiatan belajar mengajar (KBM) menjadi hal yang positif untuk menarik minat belajar siswa.
Peringatan Kemerdekaan Ke-80 RI mengambil tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”. Tema tersebut sejalan dengan tujuan negara dalam Pembukaan UUD 1945.
FTBIN merupakan selebrasi berbahasa daerah oleh para pelajar yang telah mengikuti program revitalisasi bahasa daerah sejak tahun 2021.
Di tengah derasnya arus globalisasi dan tekanan dominasi bahasa-bahasa besar dunia, bahasa daerah menghadapi ancaman yang semakin konkret
Koordinator FTBM Purbalingga, Parimim, menyambut baik program bantuan bagi komunitas literasi.
Proses pemberian Apresiasi Desa Budaya 2025 dilakukan secara komprehensif melalui tahapan temu-kenali, pendalaman, dan aktivasi.
Lakon kali ini dipilih untuk mengingatkan kita bahwa nilai kepahlawanan berkaitan erat dengan sikap mencintai bangsa dan negara, menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara para pemangku kepentingan untuk mengakselerasi upaya penguatan sektor kebudayaan nasional.
SEBANYAK 13 negara kawasan Pasifik menghadiri Indonesia Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 yang digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai 11-13 November 2025.
Puti Guntur Soekarno, menyoroti pengaruh teknologi terhadap perkembangan kebudayaan di Indonesia.
WAKIL Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono menegaskan pentingnya peran budaya dan pendidikan sebagai kekuatan lembut (soft power) yang mampu memperkuat posisi Indonesia di panggung global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved