Jumat 19 Februari 2021, 21:48 WIB

Deteksi Dini Kanker Prostat, Laki-Laki Lansia Perlu Rutin Cek PSA

Eni Kartinah | Humaniora
Deteksi Dini Kanker Prostat, Laki-Laki Lansia Perlu Rutin Cek PSA

Ilsutrasi/Thinkstock
Kanker prostat umumnya menyerang laki-laki berusia 50 tahun ke atas.

 

KANKER prostat ialah keganasan yang menyerang organ prostat. Prostat yang berfungsi memproduksi air mani terletak persis di bawah kandung kemih, mengelilingi saluran kencing. Tercatat, kanker prostat merupakan jenis kanker nomor dua yang paling sering diderita laki-laki setelah kanker paru. Umumnya, menyerang laki-laki berusia 50 tahun ke atas.

“Karena posisinya mengelilingi saluran kencing, ketika prostat terkena kanker,organnya  membesar sehingga  menjepit saluran kencing. Pada kondisi demikian, timbullah gejala seperti kencing tak lancar, pancarannya pelan, terasa tidak tampias/tuntas, dan kadang berdarah,” papar dokter konsultan onkologi urologi dr. Marto Sugiono, Sp.U (K), pada webinar yang digelar Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Jakarta,  baru-baru ini.

Namun dalam sejumlah kasus, lanjut dr. Marto, kanker tersebut tidak menunjukkan gejala berarti. Gejala baru terasa ketika kanker mencapai stadium lanjut. Ketiadaan gejala ini menyulitkan upaya deteksi dini. Padahal, ketika kanker terlambat dideteksi hingga menjalar luas, pengobatannya jauh lebih sulit dan peluang kesembuhannya makin berkurang.

Karena itulah, dr. Marto menyarankan agar laki-laki usia 50 tahun ke atas rutin melakukan cek PSA dalam darah dan colok dubur setahun sekali. PSA atau Prostate-Spesific Antigen merupakan protein dalam darah yang menjadi penanda kanker. Nilai PSA akan meningkat ketika ada kanker prostat dalam tubuh seseorang.

Jika nilai PSA tinggi dan hasil colok dubur menunjukkan ada pembesaran prostat, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan yaitu MRI. Apabila hasilnya mengarah pada kanker, dokter akan memastikannya dengan melakukan biopsi  atau pengambilan sampel jaringan untuk diperiksa di laboratorium. “Kalau pasien dipastikan mengidap kanker prostat, ia perlu segera menjalani terapi,” ujar dr. Marto.

Terapi pengobatan akan disesuaikan dengan stadium kanker. Langkahnya bisa berupa operasi pengangkatan prostat, terapi radiasi, kemoterapi, terapi hormon, atau kombinasi langkah-langkah tersebut.

Terkait dengan penanganan kanker prostat, Siloam Hospitals Kebon Jeruk tidak hanya menyediakan layanan screening kanker prostat tapi juga pengobatan. Antara lain, melalui layanan kemoterapi. Layanan kemoterapi ini ditujukan untuk mengurangi angka kematian akibat kanker sekaligus memberikan pengobatan optimal bagi pasien kanker prostat maupun kasus kanker lainnya.

“Selain bertambahnya usia, ada faktor lain yang meningkatkan risiko terkena kanker prostat. Pertama, jika ayah atau kakak/adik ada yang terkena kanker prostat, juga bila ada saudara kandung yang pernah terkena kanker payudara. Sangat pentin gbagi orang-orang dengan faktor risiko tinggi ini untuk rutin cek PSA setahun sekali,” pungkas dr. Marto. (Nik/OL-09)

 

Baca Juga

Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden

Wapres: Akademisi Harus Berinovasi untuk Lawan Disrupsi Informasi

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 26 Februari 2021, 06:55 WIB
Khususnya terkait pandemi covid-19. Wapres mengajak kalangan akademisi untuk terus menjalankan riset soal covid-19 dan pemulihan ekonomi...
Ist

KLHK Latih Masyarakat Kembangkan Hasil Hutan Bukan Kayu

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 26 Februari 2021, 03:56 WIB
KLHK melakukan peningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dan kelompok tani hutan dalam pengembangan hasil hutan bukan...
AFP/Jason Redmond

Butuh Peran Generasi Muda Atasi Tantangan Perubahan Iklim

👤Atalya Puspa 🕔Kamis 25 Februari 2021, 23:46 WIB
Suhu global pada 2020 menempati peringkat kedua teratas sebagai tahun terpanas sejak zaman pra...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya