Senin 08 Februari 2021, 22:35 WIB

Atasi Dampak Pandemi, PBB Susun 5 Pilar Aksi Bersama Global

Faustinus Nua | Humaniora
Atasi Dampak Pandemi, PBB Susun 5 Pilar Aksi Bersama Global

Istimewa
Ilustrasi

 

PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyusun lima pilar aksi pemulihan bersama dari pandemi Covid-19 sebagai pedoman seluruh negara di dunia dalam hal memulihkan kondisi yang terdampak.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran (Unpad) yang kini menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif UNESCAP PBB Prof Armida Alisjahbana menjabarkan, kelima pilar tersebut meliputi perlindungan layanan kesehatan, perlindungan masyarakat, respons ekonomi dan pemulihannya, respons makroekonomi dan kerja sama multilateral, serta kohesi sosial dan ketahanan komunitas.

“Semua badan akan menerjemahkan pilar ini sesuai kompetensi masing-masing,” ujar dikutip dari laman Unpad, Senin (8/2).

Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas RI 2009-2014 ini menjelaskan, selain lima pilar tersebut, Sekjen PBB juga secara khusus mengeluarkan ringkasan kebijakan (policy brief) berupa empat rekomendasi aksi pemulihan untuk kawasan Asia Tenggara.

Sebagai rekomendasi pertama, PBB mengingatkan soal pentingnya mengentaskan kesenjangan. Menurut Prof Armida, Covid-19 sangat berdampak signifikan terhadap negara dengan tingkat kesenjangan sosial yang tinggi. Apalagi, sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara masih memiliki permasalahan di bidang kesenjangan sosial.

“Termasuk di dalamnya bagaimana kelompok tersebut bisa dibantu supaya dampaknya termitigasi,” tambahnya.

Rekomendasi kedua adalah menjembatani kesenjangan digital. Pandemi Covid-19 mendorong segala aktivitas beralih ke sektor digital. Salah satunya adalah pendidikan.

Namun, lanjutnya negara jangan terfokus pada penguatan konektivitas dan infrastruktur. Masyarakat sebagai pengguna teknologi juga perlu diperhatikan.

Ia mencontohkan, pada sistem pendidikan daring tidak hanya diperhatikan kebutuhan internet dan perangkat yang memadai, tetapi juga bagaimana metode belajar mengajarnya.

Rekomendasi ketiga adalah penghijauan ekonomi. Negara kawasan ASEAN perlu memastikan program tanggap dan pemulihan Covid-19 tersebut bisa berjalan secara berkelanjutan dan inklusif.

Terakhir, kata Prof. Armida, adalah menjunjung tinggi hak asasi dan menerapkan sistem tata kelola pemerintahan yang baik.  

“Tata kelola yang baik itu memang salah satu hal yang harus jadi prioritas di negara di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia,” tandasnya. (H-2)

 

Baca Juga

dok.humas BNI

BNI Salurkan Bantuan untuk Perawat dan Bidan di 17 Wilayah

👤Despian Nurhidayat 🕔Minggu 23 Januari 2022, 07:55 WIB
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), memberikan bantuan kepada tenaga kesehatan di daerah - daerah yang jauh dari fasilitas...
MI/Adam Dwi

Program OSC Medcom.id Perluas Peluang Pelajar Dapatkan Beasiswa

👤Widhoroso 🕔Minggu 23 Januari 2022, 00:15 WIB
PROGRAM Online Scholarship Competition (OSC) Medcom.id diyakini mampu melebarkan penyediaan beasiswa melalui kerja sama dengan lebih banyak...
MI/Susanto

Penerima Beasiswa OSC Medcom.id Dapat Prioritas Bergabung ke Media Group

👤Widhoroso 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 23:55 WIB
BEASISWA Online Scholarship Competition (OSC) Medcom.id tidak hanya memberikan bantuan dana pendidikan kepada mereka yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya