Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Kemenkes Mengaku Telah Salurkan Rp15 Triliun Klaim Covid-19

Theofilus Ifan Sucipto
06/2/2021 10:46
Kemenkes Mengaku Telah Salurkan Rp15 Triliun Klaim Covid-19
Petugas merapikan tempat tidur untuk ruang perawatan pasien covid-19 di RSUD tipe D Teluk Pucung, Bekasi, Jawa Barat.(ANTARA/Fakhri Hermansyah)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengeklaim dana sebesar Rp15 triliun sudah tersalurkan ke rumah sakit pemerintah dan swasta. Dana itu merupakan pembayaran klaim rumah sakit (RS) yang menangani covid-19.

"Sekitar Rp15 Triliun sudah terbayarkan dan sampai saat ini berjalan lancar," kata Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/2).

Abdul menyebut dana itu dibayarkan sejak Maret 2020 hingga awal Februari 2021. Dana tersalur ke 2.654 dari total 3.014 RS di seluruh Indonesia yang memberi pelayanan dan perawatan pasien covid-19.

Baca juga: Menkes Siapkan Swab Antigen di Puskesmas

Abdul mengaku ada sejumlah kendala yang menyebabkan proses klaim belum optimal. Salah satunya ketidaksesuaian jumlah klaim yang diajukan dengan aturan yang sudah ditentukan.

"Maka. RS diminta melengkapi syarat klaim yang diajukan agar berjalan lancar. Proses verifikasi sendiri dilakukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan," papar dia.

Kendala lainnya yakni klaim RS yang masuk pada Desember 2020 belum sempat terbayar. Pasalnya, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sudah memasuki proses tutup buku.

"Kemudian. untuk klaim RS pada Januari 2021 belum terbayarkan lantaran anggaran yang diajukan Kemenkes masih berproses di Kemenkeu," terang Abdul.

Kemenkes, kata Abdul, terus berkomunikasi dengan Kemenkeu supaya proses pembayaran bisa segera tersalur kepada seluruh RS yang menangani covid-19.

Menurut Abdul, pengajuan klaim berfungsi menjaga aliran uang RS guna menjamin kualitas pelayanan. Dia mengimbau RS penanganan covid-19 segera mengajukan klaim kepada pemerintah. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya