Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengklaim capaian kinerja dalam aspek keselamatan dan keamanan penerbangan di Indonesia mengalami perbaikan.
Dia mengatakan hal tersebut ditunjukkan dari hasil audit Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), soal indeks keselamatan Indonesia yang disebut mengalami perbaikan sejak 2016 dengan nilai 80,84%, dari sebelumnya di angka 51,61%.
“Dari hasil laporan ICAO USOAP (Universal Safety Oversight Audit Program), indeks keselamatan penerbangan Indonesia berada di atas rata-rata negara Asia dan hal ini juga diikuti dengan indeks kecelakaan pesawat Indonesia yang menunjukkan perbaikan sejak 2016,” ungkap Menhub dalam keterangan resmi yang dikutip Kamis (4/2).
Baca juga: Menhub Sebut Pencarian CVR SJ-182 Masih Dilanjutkan
Pascainsiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air, 9 Januari lalu, Budi mengatakan pihaknya akan terus melakukan upaya-upaya meningkatkan keselamatan dan keamanan penerbangan nasional seperti melakukan pemeriksaan terhadap kelaikan pesawat (ramp check) yang beroperasi di Indonesia baik secara rutin maupun sewaktu-waktu.
Kemudian, melakukan bimbingan teknis tentang penanganan gangguan teknis yang berulang pada pesawat udara (repetitive defect), melakukan pembenahan struktur organisasi regulator melalui pemisahan fungsi-fungsi pembinaan terhadap keselamatan pesawat, serta bakal memperkuat kapasitas organisasi Kantor Otoritas Bandar Udara.
“Saya minta rekan-rekan di sektor transportasi udara untuk memberikan upaya terbaik untuk terus meningkatkan keselamatan dan keamanan penerbangan nasional, yang memang menjadi mandat dari regulasi penerbangan internasional," ucap Budi.
Terkait kecelakaan Sriwijaya Air, Menhub mengatakan, dalam penanganan musibah jatuhnya Pesawat SJ 182 itu telah mendapat sejumlah arahan dari Presiden Joko Widodo, yaitu untuk memaksimalkan upaya pencarian korban dan mengaku bakal memenuhi hal-hak dari keluarga korban.
“Tim Gabungan telah berupaya dalam menangani musibah ini dan proses penanganannya juga kami sampaikan secara terbuka kepada media dan publik. Kami akan terus mengawal penyelesaian santunan kepada keluarga korban dan sampai saat ini KNKT juga masih melakukan pencarian Cockpit Voice Recorder (CVR)," pungkas Budi. (OL-1)
Seluruh sertifikat kesehatan awak pesawat tersebut masih berlaku pada saat kejadian.
Ahmad Safei meminta Kementerian Perhubungan bersama Basarnas, TNI, dan Polri untuk segera melakukan pencarian korban hilangnya pesawat ATR 42-500
Pemerintah telah membuka Crisis Center di Bandara Sultan Hasanuddin untuk memberikan pendampingan kepada keluarga.
Pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi.
Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar telah melakukan persiapan pembukaan Crisis Center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat koordinasi informasi.
Keputusan tersebut diambil setelah terjadinya kecelakaan maut bus di Tol Krapyak, Semarang, yang menewaskan 16 penumpang pada Desember 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved