Sabtu 30 Januari 2021, 19:44 WIB

Pemerintah Pastikan GeNose bakal Jadi Alat Skrining Utama

Insi Nantika Jelita | Humaniora
Pemerintah Pastikan GeNose bakal Jadi Alat Skrining Utama

MI/RAMDANI
Menristek/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro

 

PEMERINTAH melalui Kementerian Riset dan Teknologi memastikan alat pendeteksi covid-19, GeNose, bakal jadi alat skrining atau pemeriksaan utama. Alat tersebut akan digunakan di tempat-tempat publik yang dipadati aktivitas warga.

"Saat ini GeNose sedang kita dorong untuk menjadi alat skrining utama. Jadi, bukan alat diagnosis, tapi alat skrining utama," ungkapMenteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro dalam webinar ILUNI UI, Sabtu (30/1).

Pada 5 Februari nanti, penerapan GeNose mulai diberlakukan di terminal dan stasiun sesuai intruksi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Seperti di Terminal Pulo Gebang dan Stasiun Senen, Jakarta dan di stasiun Tugu Yogyakarta.

Bambang mengatakan, dengan memberlakukan pemeriksaan pendeteksi covid-19 di tempat publik, bisa meminimalisir penularan penyakit menular itu.

"Sehingga simpul-simpul transportasi, maupun tempat-tempat yang tinggi traffic (aktivitas) manusianya ini bisa menggunakan GeNose untuk memastikan bahwa orang-orang yang ada di situ negatif, jadi bukan orang-orang yang terpapar covid-19," jelasnya.

Alat GeNoSe melakukan deteksi melalui embusan napas, sehingga memberikan rasa nyaman dan dapat digunakan oleh masyarakat dari anak-anak hingga lansia. Pengecekan melalui alat GeNoSe juga bisa didapatkan dengan harga yang terjangkau sekitar Rp20 ribu.

Sebelumnya, Epidemiolog dari Universitas Indonesia Syahrizal Syarif mengatakan, penerapan alat pendeteksi covid-19, GeNose digunakan masyarakat tidak hanya di kereta api, namun di ruang publik juga. Hal ini disebabkan angka positivity rate atau rasio positif Covid-19 yang tinggi di Tanah Air. Per (24/1), angka rasio tersebut menembus 33,24%.

Penggunaan GeNose, sebut Syahrizal, juga diperuntukkan bagi masyarakat yang mempunyai riwayat kontak erat dengan orang yang sudah terkonfirmasi positif covid-19 dan bagi yang merasa ragu-ragu atau khawatir apakah tertular atau tidak.

"Dalam situasi dimana positivity rate tinggi diatas 20% dan penelusuran kontak masih rendah (rasio 1: 30 anjuran WHO). Sebaiknya GeNose disediakan di ruang publik dan digunakan untuk mereka yang sudah melakukan self-assessment," ungkap Syahrizal kepada Media Indonesia, Selasa (26/1). (OL-4)

Baca Juga

ANTARA/HO/Dok BPBD Flores Timur

PBB Berharap Indonesia Dorong Negara Lain untuk Berinvestasi

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 07:05 WIB
Berbagai program dan aksi mengurangi risiko bencana di tingkat nasional, kawasan, dan dunia membutuhkan pembiayaan yang...
MI/RAMDANI

Reza Rahadian Mengadvokasi Pentingnya Penguatan Kapasitas Masyarakat Menghadapi Bencana

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 06:00 WIB
Penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana memerlukan pembiayaan dari pemerintah dan lembaga pembangunan...
ANTARA

BMKG: Waspadai Dampak Bibit Siklon Tropis 92W di Laut Filipina

👤Widhoroso 🕔Rabu 25 Mei 2022, 23:51 WIB
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini untuk mewaspadai dampak tidak langsung dari bibit siklon...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya