Rabu 27 Januari 2021, 20:43 WIB

Ada Kasus Positif Covid-19 Setelah Divaksin, Ini Penjelasan IDI

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Ada Kasus Positif Covid-19 Setelah Divaksin, Ini Penjelasan IDI

Antara/Muhammad Bagus
Petugas medis menunjukkan vaksin covid-19 buatan Sinovac di Puskesmas Kolelet, Banten.

 

BUPATI Sleman Sri Purnomo terkonfirmasi positif covid-19 setelah divaksinasi. Dia mendapat suntikan vaksin pada 14 Januari dan dinyatakan terinfeksi covid-19 pada 20 Januari.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng Faqih menjelaskan dalam proses penyuntikan vaksin tahap pertama belum terbentuk antibodi. Itu merupakan bagian penyiapan sel tubuh, sehingga belum terbentuk imunitas.

"Kalau cuma suntik pertama tidak terbentuk antibodi pada tubuh. Itu resikonya apalagi jika jarak suntik pertama dan kedua jauh, bisa harus diulang," ungkap Daeng dalam diskusi virtual, Rabu (27/1).

Baca juga: Varian Baru Covid-19 tidak Pengaruhi Efektivitas Vaksin Sinovac

Menurutnya, setiap orang yang sudah menjalani vaksinasi harus menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Sebab, tubuhnya belum membentuk antibodi. Kasus terpapar covid-19 setelah divaksin pertama kali, bisa saja terjadi.

"Wajar positif covid-19 setelah divaksin pertama. Karena belum ada imunitas. Bahkan, setelah terbentuk antibodi juga disarankan menerapkan protokol kesehatan," pungkas Daeng.

Dia pun tidak memungkiri bahwa vaksin yang diciptakan manusia memiliki kekurangan atau tidak sempurna 100%. "Supaya jadi sempurna dan paripurna, vaksinasi dilakukan dan protokol kesehatan juga dilakukan. Jadi double cover dan proteksi," imbuhnya.

Baca juga: Presiden Kenakan Singlet Agar Vaksinasi Lebih Mudah

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa belum ada obat spesifik yang mampu menyembuhkan covid-19. Sekalipun ada obat yang bisa memperkuat daya tahan tubuh dan fungsi organ tubuh.

"Obat itu supaya fungsi tubuh kita bagus. Kita mengalahkan virus dan virusnya mati duluan. Tetapi obat untuk membunuh virus belum ditemukan. Sehingga yang bijaksana bagi kita, kalau bisa kita tidak sakit. Jadi pencegahan harus betul-betul," tutupnya.(OL-11)

Baca Juga

AFP/Jason Redmond

Butuh Peran Generasi Muda Atasi Tantangan Perubahan Iklim

👤Atalya Puspa 🕔Kamis 25 Februari 2021, 23:46 WIB
Suhu global pada 2020 menempati peringkat kedua teratas sebagai tahun terpanas sejak zaman pra...
Thinkstock

2020, Kematian Akibat Kanker Paru Meningkat 18 Persen

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 25 Februari 2021, 23:10 WIB
Data dari Global cancer statistics (Globocan) 2020 mencatat bahwa kematian karena kanker paru di Indonesia meningkat menjadi 30.843 orang...
Antara /Aloysius Jarot Nugroho

Inilah Kota yang Dinobatkan Paling Toleran se-Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 25 Februari 2021, 22:35 WIB
Kota Salatiga berhasil meraih penghargaan sebagai Kota Paling Toleran se-Indonesia pada tahun 2020 dengan skor 6,717 versi Setara...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya