Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) telah turun ke lapangan untuk menyelidiki penyebab banjir di Kalimantan Selatan. Rusdi mengatakan tim telah turun dan sementara disimpulkan penyebab banjir adalah tingginya curah hujan.
"Bareskrim sudah turun tim, ternyata memang kenapa banjirnya itu karena memang faktor curah hujan saat itu sangat tinggi dari BMKG di sana," kata Rusdi, ketika dihubungi, Jumat (22/1).
Selain itu, Rusdi mengatakan Bareskrim juga telah mengecek ke Syahbandar atau kepala pelabuhan setempat. Diketahui, pada saat itu gelombang laut pasang mencapai dua setengah meter.
"Memang pada saat itu tinggi gelombang sangat tinggi antara dua sampai dua setengah meter sehingga itu berpengaruh terhadap arus balik ke daratan. Ini sementara hasil turun lapangan dari Bareskrim," kata Rusdi.
Lebih lanjut, Rusdi mengatakan sejauh ini pihaknya belum memutuskan langkah selanjutnya terkait banjir tersebut, seperti memeriksa dinas terkait. Ia mengatakan pihaknya masih mengumpulkan sejumlah informasi untuk menentukan penyebab banjir itu.
"Belum ada tindakan lain," kata Rusdi.
Baca juga : Dua Kecamatan Laporkan Kerusakan Pascagempa Sulawesi Utara
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat jumlah warga terdampak bencana banjir yang melanda 11 kabupaten/kota di wilayah tersebut mencapai hampir 500 ribu jiwa.
Jumlah tersebut kemungkinan terus bertambah menyusul kondisi banjir masih terjadi di beberapa daerah. Hingga Kamis (21/1) banjir masih merendami sebagian wilayah Kalsel terutama bagian hilir DAS seperti Kalteng Banjar, Tanah Laut, Barito Kuala dan Kota Banjarmasin. Pusdalops BPBD Kalsel mencatat jumlah warga terdampak bencana banjir terus bertambah.
Jumlah warga terdampak bencana banjir terus bertambah, meski banjir di bagian hulu sudah surut," tutur Kepala BPBD Kalsel, Mujiyat.
Tercatat ada 139.535 keluarga atau 483.324 jiwa warga terdampak bencana banjir di 11 kabupaten/kota. Hampir 100 ribu rumah warga atau tepatnya 99.361 rumah terendam banjir dan sebagian mengalami kerusakan.
Ada 60.957 warga masih mengungsi karena rumah-rumah mereka masih terendam banjir.
BPBD Kalsel juga mencatat ada 20 orang warga tewas dan enam orang lainnya hilang akibat banjir. Korban tewas terbanyak berasal dari Kabupaten Tanah Laut enam orang dan Hulu Sungai Tengah delapan orang. (OL-2))
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan masih ada siswa korban bencana banjir Aceh yang belajar di tenda pengungsian.
BENCANA banjir dan 18 titik longsor melanda Kabupaten Jepara, sebanyak 1.445 keluarga ( 3.522 jiwa) warga Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara terisolasi akibat terputusnya akses jalan.
mitigasi bencana tidak dapat hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh perubahan perilaku serta penguatan kesiapan mental masyarakat
BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang laut tinggi hingga 4 meter disertai angin kencang dan hujan, sehingga sebagian besar nelayan memilih tidak melaut demi keselamatan.
Gelombang tinggi disertai hujan badai di perairan selatan mencapai 1,25-6 meter dan di perairan utara 1,25-2,5 meter cukup berbahaya terhadap aktivitas pelayaran.
Tinggi gelombang antara 1,25-2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di perairan Laut Sulawesi, perairan utara Sulawesi Utara, dan perairan Kabupaten Minahasa Utara.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
BMKG: gelombang tinggi disertai hujan badai masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah hingga Minggu (18/1) ini.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved