Jumat 22 Januari 2021, 12:23 WIB

PUPR Bangun Tiga RS Rujukan Covid-19 dalam Waktu 45 Hari

Insi Nantika Jelita | Humaniora
PUPR Bangun Tiga RS Rujukan Covid-19 dalam Waktu 45 Hari

ANTARA FOTO/AKbar Nugroho Gumay
Ilustrasi rs rujukan covid-19

 

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merampungkan pembangunan gedung tiga rumah sakit (RS) rujukan covid-19. Gedung tersebut ialah RS Umum dr. Zainoel Abidin Banda Aceh di Aceh, lalu RS Umum Daerah (RSUD) lr. Soekarno di Kepulauan Bangka Belitung dan renovasi Gedung Kitawaya di Sulawesi Utara.

“Pembangunan gedung fasilitas isolasi atau observant tersebut merupakan salah satu upaya peningkatan kuantitas dan kualitas pelayanan terhadap kebutuhan penanganan masyarakat yang terdampak covid-19," kata Menteri PUPR Basuki Hadimoeldjono dalam keterangannya, Jumat (22/1).

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti dalam laporannya mengatakan semua pekerjaan tersebut dilaksanakan dengan metode design and build dengan waktu yang cukup singkat paling lama 45 hari.

Selanjutnya untuk pengoperasian, menurut Diana, akan diserahkan kepada masing-masing pihak RS atau dinas kesehatan provinsi setempat. Dia menyebut, pengoperasian akan dimulai segera setelah alat kesehatan sudah tersedia seluruhnya serta tenaga kesehatan sudah siap dan mendapatkan pelatihan.

PUPR menjelaskan, pengembangan Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin Banda Aceh menjadi Rumah Sakit Rujukan Covid-19, pekerjaannya dimulai sejak 2 November 2020 sampai dengan 6 Desember 2020.

Baca juga: Kapasitas RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Tersisa 13%

Pengembangan itu mencakup ruang observasi (70 tempat tidur) dan lsolasi (15 tempat tidur), bangunan satelit bersih, bangunan gas medis, bangunan power house, bangunan satelit operasional, bangunan Gardu PLN, dan lainnya.

Sementara untuk pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah lr. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi Rumah Sakit Rujukan Covid-19, pekerjaannya dimulai sejak 27 0ktober 2020 sampai 10 Desember 2020 mencakup bangunan observasi (75 tempat tidur) dan isolasi (25 tempat tidur), bangunan screening, bangunan satelit operasional, bangunan satelit bersih, bangunan gas medis, gardu PLN, koridor dan area parkir.

Selanjutnya untuk Renovasi Gedung Kitawaya Menjadi Tempat Rujukan Penanganan Covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara, pekerjaannya telah dimulai sejak 25 November 2020 sampai 24 Desember 2020 mencakup Ruang lsolasi (5 tempat tidur & 5 Toilet) dan Ruang Observasi dengan 80 tempat tidur dan toilet 14 unit terpisah), lalu nurse station isolasi dan observasi dan lainnya.

PUPR menyebut pembangunan gedung rumah sakit itu bersifat permanen sehingga bisa dimanfaatkan setelah pandemi covid-19.(OL-5)

Baca Juga

AFP/Jason Redmond

Butuh Peran Generasi Muda Atasi Tantangan Perubahan Iklim

👤Atalya Puspa 🕔Kamis 25 Februari 2021, 23:46 WIB
Suhu global pada 2020 menempati peringkat kedua teratas sebagai tahun terpanas sejak zaman pra...
Thinkstock

2020, Kematian Akibat Kanker Paru Meningkat 18 Persen

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 25 Februari 2021, 23:10 WIB
Data dari Global cancer statistics (Globocan) 2020 mencatat bahwa kematian karena kanker paru di Indonesia meningkat menjadi 30.843 orang...
Antara /Aloysius Jarot Nugroho

Inilah Kota yang Dinobatkan Paling Toleran se-Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 25 Februari 2021, 22:35 WIB
Kota Salatiga berhasil meraih penghargaan sebagai Kota Paling Toleran se-Indonesia pada tahun 2020 dengan skor 6,717 versi Setara...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya