Jumat 22 Januari 2021, 06:05 WIB

Menko Airlangga Klaim Program 3T Berjalan Optimal

M. Ilham Ramadhan Avisena | Humaniora
Menko Airlangga Klaim Program 3T Berjalan Optimal

MI/Adam Dwi
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat menjadi pembicara.

 

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim program 3T (testing, tracing dan treatment) yang dilakukan pemerintah dalam menanggulangi pandemi covid-19 sudah berjalan optimal.

“Secara mingguan, pada periode 10 Januari-16 Januari, sekitar 288.137 orang dilakukan test. Standar WHO adalah 10% per seribu orang. Tentu minimalnya Indonesia sudah mencapai 107,69% dari yang dipersyaratkan WHO,” ujar Airlangga dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (21/1).

Airlangga yang juga Ketua Komite Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), menyebut optimalnya program 3T yang dijalankan pemerintah juga tecermin lewat data. Indonesia dikatakannya memiliki jumlah kasus covid-19 mencapai 939.948 orang, dengan 15,9% merupakan kasus covid-19 aktif.

Baca juga: Pengusaha Ingin Vaksinasi Mandiri, Menkes Beri Tiga Syarat

Dari jumlah orang terpapar virus covid-19, sekitar 81,2% sudah sembuh. Adapun tingkat kematian akibat covid-19 di Indonesia tercatat 2,9%. Persentase itu masih berada di atas standar global.

“Sehingga 3T ini, saya garis bawahi treatment, pelayanan kesehatan, ini Menkes membuat surat edaran untuk meningkatkan kapasitas rumah sakit. Baik itu milik pemerintah, pemda maupun BUMN, untuk menyediakan rumah sakitnya 30% untuk menerima pasien covid-19,” pungkas Airlangga.

Dia menambahkan pelaksanaan 3T akan lebih optimal jika masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari mengenakan masker, menjaga jarak, hingga mencuci tangan (3M). Dengan begitu, amunisi lain seperti program vaksinasi, akan menghasilkan dampak signifikan dalam menekan laju penyebaran virus.

Baca juga: Menko Airlangga Sembunyikan Kondisi Kesehatan dari Istana

Peningkatan jumlah kasus aktif dalam beberapa waktu terakhir tentu berdampak pada ketersediaan tempat tidur di rumah sakit dan pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, lanjut Airlangga, pemerintah akan meningkatkan langkah treatment melalui penyediaan obat-obatan dan menambah ketersediaan plasma konvalesen.

“Donor plasma konvalesen ini sangat diperlukan. Karena kita yang sembuh ada 764.708 orang. Penting gerakan plasma konvalesen ini untuk terus didorong. Kalau 10% dari penyintas covid-19, maka jumlahnya 76 ribu. Ini tentu sangat bisa menyelamatkan jiwa,” tandasnya.(OL-11)
 

Baca Juga

Dok: Iluni UI

Iluni UI Bantu Warga Terdampak Banjir Pekalongan

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 05 Maret 2021, 12:22 WIB
Iluni UI memberikan dukungan dalam bentuk logistik, dukungan psikososial hingga edukasi perilaku hidup bersih dan sehat untuk...
MI/Susanto

Menkes: Vaksinasi Covid-19 Harus Tuntas 12 Bulan

👤Siswantini Suryandari 🕔Jumat 05 Maret 2021, 10:03 WIB
Menkes Budi mengatakan, dalam 6 bulan ke depan Indonesia akan mendapat total sekitar 90 juta dosis dari total kebutuhan sekitar362...
Dok: Humas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)

Koordinasi Kementerian Lembaga Diperkuat untuk Tangani Bencana

👤Atalya Puspa 🕔Jumat 05 Maret 2021, 09:00 WIB
Peningkatan kolaborasi Kementerian/Lembaga dan pemerintah daerah dalam penanganan bencana dapat dilakukan secara faktual dan dilaksanakan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya