Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU masih banyak menghadapi persoalan krusial untuk berperan dalam mewujudkan masyarakat pembelajar yang unggul dan berakhlak mulia. Diperlukan tata kelola pendidikan yang tepat dan akurat agar kompetensi guru bisa ditingkatkan secara nyata.
Demikian benang merah dalam diskusi daring bertema Polemik guru honorer dan tata kelola pendidikan nasional, yang digelar Forum Diskusi Denpasar, kemarin. Hadir di acara itu Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosidi, guru besar Surya University Yohannes Surya, Rektor Universitas Negeri Gorontalo Eduart Wolok, dan Direktur eksekutif Sekolah Sukma bangsa ah-mad baedowi, serta butet manurung sebagai aktivis pendidikan.
“Visi bidang pendidikan yang di-canangkan pemerintah untuk membentuk masyarakat yang berdaya saing, berkarakter, dan berakhlak mulia, memerlukan keterlibatan guru yang berkualitas untuk mewujudkannya,” kata Wakil Ketua MPR-RI, Lestari moerdijat, saat membuka diskusi.
Menurut Lestari, bila kita membebankan semua upaya untuk mewujudkan visi pendidikan itu kepada guru, harus menakar apakah saat ini sudah memiliki tata kelola pendidikan yang tepat untuk mencetak guru-guru yang berkualitas.
Hal senada dikemukakan Unifah Rosidi, mutu pendidikan yang belum memadai saat ini tidak bisa dibebankan tanggung jawabnya kepada guru semata karena untuk mewujudkan visi pendidikan nasional tersebut guru tidak bisa berdiri sendiri.
“Banyak faktor yang memengaruhi kualitas pendidikan saat ini, antara lain data yang tidak akurat terkait dengan jumlah guru yang ada,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Eduart Wolok menyoroti problem yang dihadapi guru honorer di sejumlah daerah. Diakui eduart, ada ketidakadilan yang dialami para guru honorer di banyak daerah. Dengan tugas dan fungsi yang sama, ujarnya, penghargaan terhadap guru honorer jauh di bawah guru yang berstatus ASN.
Adapun menurut ahmad baedowi, untuk mengakhiri keruwetan dalam pengelolaan guru di Tanah air, upaya yang harus segera dilakukan ialah merevisi UU aparatur Sipil Negara, UU Otonomi Daerah, dan UU Sistem Pendidikan Nasional, yang saat ini sejumlah UU tersebut ikut menjadi bagian yang mengatur tata kelola guru di Tanah air. (Bay/H-1)
Program penguatan kualitas lingkungan belajar dan pengembangan kapasitas siswa digelar untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di Jakarta Timur.
PENDIDIKAN dasar dan menengah merupakan fondasi utama bagi masa depan sebuah bangsa.
PENDIDIKAN bisa jadi merupakan salah satu konsep dan aktivitas yang paling kompleks serta multidimensional dalam sejarah manusia.
BAGAIMANA pendidikan dapat tetap berjalan ketika banjir merenggut kelas, fasilitas, bahkan rasa aman?
Institusi pendidikan tidak boleh sekadar menjadi penonton di tengah dinamika dunia yang bergerak cepat.
Universitas Pembangunan Jaya menggelar seminar internasional membahas peran AI dalam transformasi pendidikan tinggi bersama akademisi Indonesia, Malaysia, dan Taiwan.
antara niat baik kebijakan dan keterbatasan struktur. Di titik inilah kesejahteraan guru non-ASN menjadi cermin cara negara mengelola tanggung jawabnya sendiri.
FOKUS pemerintah terhadap dunia pendidikan melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kepada guru saat ini sangat luar biasa
Sulianto Indria Putra, melalui komunitas TWS, menginisiasi bantuan finansial dan dukungan materi yang dirancang untuk bersifat jangka panjang, bahkan seumur hidup bagi para guru tersebut.
TIDAK semua keberangkatan dimulai dengan surat tugas. Sebagian justru lahir dari sesuatu yang lebih sunyi, dari panggilan hati yang tidak bisa ditunda.
Dengan 98.036 Guru lulus PPG Batch 4, total guru binaan Kemenag yang telah tersertifikasi hingga saat ini mencapai 659.157 Guru.
Selain berorientasi pada murid, guru sebagai jantung perubahan di ekosistem pendidikan perlu mendapatkan perhatian serius.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved