Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA lokasi selatan Pulau Jawa berpotensi mengalami gempa dan bisa memicu tsunami. Hasil riset yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), dua lokasi tersebut berada di kawasan selatan Banten-Jawa Barat dan selatan Jawa Tengah-Jawa Timur.
Mengantisipasi temuan ilmiah yang sudah dipublikasikan di dalam jurnal internasional Nature, BNPB telah mendesain upaya mitigasi terintegrasi. Salah satu yaitu pembangunan greenbelt yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Sabuk hijau yang akan dibangun merupakan gugusan tanaman yang mengombinasikan dua jenis pohon, yaitu mangrove dan pohon palaka.
Mangrove ditanam di sisi menghadap ke laut dengan jenis pandanus atau jenis mangrove lain yang bisa tumbuh di substrat pasir. Tanaman ini berfungsi untuk mereduksi energi tsunami.
Adapun palaka, pohon yang termasuk tanaman keras, ini berfungsi sebagai lapisan pelindung di sisi belakang atau sisi darat.
Direktur Pemetaan dan Evakuasi Risiko Bencana BNPB Abdul Muhari menuturkan bahwa ketebalan dan formasi penanaman vegetasi itu akan diatur sedemikian rupa berbasis perhitungan ilmiah agar penetrasi tsunami tidak terlalu jauh ke arah darat dan dapat meminimalisasi korban dan kerusakan di daratan.
"Kegiatan penanaman ini diupayakan akan dimulai pada awal tahun dan berkoordinasi dengan pemda setempat," ujar Muhari dalam keterangan resmi, kemarin.
Dia menjelaskan, berdasarkan hasil riset itu, terdapat segmen yang berada di selatan Banten-Jawa Barat dengan potensi energi hingga magnitudo 8,8.
"Adapun, segmen Jateng-Jatim berpotensi memiliki energi magnitudo 8,9 yang jika terlepas secara bersamaan akan menghasilkan potensi energi setara magnitudo 9,1," ujarnya.
Berdasarkan data dari BNPB masih banyak kabupaten yang belum memiliki dokumen perencanaan penanggulangan bencana di antaranya Kajian Risiko Bencana.
Bencana alam
Terkait dengan kejadian bencana selama 2020, BNPB mencatat sejak 1 Januari hingga 28 Desember 2020 terjadi sebanyak 2.925 bencana alam di Indonesia. Sebagian besar dari bencana tersebut merupakan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.
Kepala BNPB Doni Monardo merinci, ada sebanyak 1.065 bencana banjir, 873 bencana puting beliung, 572 tanah longsor, serta kebakaran hutan dan lahan sebanyak 32 kejadian. Bencana lainnya yakni gelombang pasang dan abrasi sebanyak 36 kejadian, kekeringan (29), gempa bumi (16), dan erupsi gunung api (7). "Ada 370 korban jiwa, 39 orang hilang, 536 orang luka-luka, dan kerusakan dan infrastruktur lainnya," kata Doni, kemarin.
Di antara bencana tersebut, salah satu yang menarik perhatian yakni jumlah kasus kebakaran hutan sepanjang 2020 yang menurun drastis dibanding 2019. Menurut Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Basar Manullang penurunan terjadi di Jambi sebanyak 98%, Riau 83%, Sumatra Selatan 99%, Kalimantan Barat 59%, Kalimatan Selatan 97%, dan Kalimatan Tengah 79%.(H-1)
Tsunami dan megatsunami sering kali disalahpahami karena keduanya sama-sama melibatkan gelombang laut besar. Padahal, memiliki perbedaan yang sangat signifikan.
Ia menjelaskan bahwa gempabumi tektonik tersebut terjadi pada 22 Januari 2026 pukul 19.42 WIB berdasarkan hasil analisis parameter terkini.
Wilayah Laut Banda, Maluku diguncang gempa tektonik pada pukul 10.05 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan adanya kemungkinan terjadinya tsunami danau di kawasan Danau Maninjau.
BMKG menyatakan gempa bumi magnitudo 4,7 yang berpusat di Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat, tidak berpotensi tsunami.
Bencana dahsyat tsunami 26 Desember 2004 silam mengajarkan para penakluk Samudera itu untuk lebih kuat, sabar dan teguh seperti karang dihempas gelombang.
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 2.453 jiwa terdampak telah mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman.
BNPB akan segera menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak bencana Sumatra.
BNPB mencatat telah terjadi 243 kejadian bencana di Indonesia sepanjang tahun 2026.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tetap siaga mendampingi pemerintah daerah meski status tanggap darurat bencana di sejumlah wilayah di Sumatra telah dicabut.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved