Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
ALAM ternyata sudah menyediakan segalanya. Selain teknologi buatan manusia, pencegahan tanah longsor juga dapat memanfaatkan Narwastu, tanaman sejenis rumput dari India, yang mampu menjaga kestabilan tanah.
Ada 'oleh-oleh' yang dibawa Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo saat mendatangi sejumlah lokasi terdampak banjir paling parah di Kota Medan dan sekitarnya, Jumat (11/12). Bukan hanya memberikan bantuan, Jenderal TNI bintang tiga itu juga menawarkan Sumatra Utara solusi pencegahan bencana longsor dengan pemanfaatan karakteristik tumbuhan.
Ditemani Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Doni mengawali kunjungannya dengan mendatangi Perumahan De Flamboyan di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan. Kawasan itu merupakan lokasi paling terdampak bencana banjir bandang Sungai Belawan, pekan lalu.
Angin segar bagi Sumut sebagai salah satu daerah paling rajin dihajar bencana longsor di Indonesia muncul saat Doni mengunjungi Tanggul Sungai Padang di Kota Tebingtinggi pada agenda berikutnya. Pada kesempatan itu dia mengatakan akan membantu revitalisasi pinggiran Sungai Sei Padang dengan tanaman akar wangi.
BNPB akan menggunakan tanaman vetiver (akar wangi) sebagai solusi untuk mencegah bencana banjir dan longsor tepi sungai. Penanaman ini bukan saja di pinggiran sungai Padang, tetapi juga di berbagai wilayah lain di Sumut yang rentan bencana.
Doni menjelaskan, akar wangi atau Narwastu merupakan sejenis rumput asal India yang dapat mencegah tanah longsor, erosi, serta menjaga kestabilan tanah. Tumbuhan ini dapat tumbuh sepanjang tahun.
Menurut dia, Narwastu sebenarnya sudah dikenal banyak orang sejak lama sebagai sumber wangi-wangian dan digunakan para ahli medis untuk mengobati sejumlah penyakit. Tumbuhan ini termasuk dalam famili Poaceae dan masih sekeluarga dengan serai atau padi.
"Berdasarkan hasil riset, akar tanaman ini sangat kuat dengan panjang mencapai 6 meter serta kekuatannya seperenam dari serat baja," kata Doni. Tanaman ini juga sudah diakui sebagai salah satu upaya yang lebih mudah dalam mencegah terjadinya longsor.
Tanaman inilah yang akan ditanam bersama dengan konstruksi buatan manusia. Gubernur Edy pun menyambut baik langkah itu. Edy berharap rencana tersebut segera ditindaklanjuti oleh daerah-daerah, khususnya yang dilintasi sungai Padang yakni Kabupaten Batubara, Kota Tebingtinggi, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Kabupaten Deliserdang, dan Kota Medan.
Langkah lain yang akan diambil yaitu menormalisasi pinggiran sungai dari sedimen. Upaya ini akan melibatkan kerja sama seluruh kementerian dan lembaga yang berhubungan dengan penanganan sungai.
Selain itu, Doni juga meminta Pemda, TNI, Polri, dan para pemuka mengedukasi masyarakat untuk menghargai dan melestarikan lingkungan. Caranya, tidak lagi menebang pohon di hulu serta tidak membuang sampah dan limbah keluarga di sungai. "Perilaku ini adalah kunci agar sungai dapat lestari dan bencana tidak terjadi," ujarnya.
Di akhir kunjungannya, mantan Danjen Kopassus itu juga memberi bantuan kepada pemprov senilai Rp1 miliar dan 10 kabupaten/kota masing-masing sebesar Rp500 juta. Kabupaten/kota itu ialah Tebingtinggi, Binjai, Tanjungbalai, Deliserdang, Sergai, Langkat, Medan, Labuhanbatu Utara, Asahan, dan Batubara. (OL-14)
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 2.453 jiwa terdampak telah mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman.
BNPB akan segera menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak bencana Sumatra.
BNPB mencatat telah terjadi 243 kejadian bencana di Indonesia sepanjang tahun 2026.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tetap siaga mendampingi pemerintah daerah meski status tanggap darurat bencana di sejumlah wilayah di Sumatra telah dicabut.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
TPU Semper masih terendam banjir hampir sepekan. Peziarah mengeluh akses ziarah terganggu menjelang Ramadan.
Jumlah warga terdampak banjir di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, meningkat menjadi 9 ribu kepala keluarga (KK).
Jebolnya tanggul Sungai Cabean B1 di Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menyebabkan ratusan rumah warga terdampak banjir.
Pembatasan kecepatan KA ini merupakan prosedur standar keamanan, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu di lokasi.
Dari hasil sementara, penyebab banjir antara lain pendangkalan sungai dan sampah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember (BPBD) mencatat banjir meluas hingga 23 desa di 10 kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved