Headline
RI dan Uni Eropa menyepakati seluruh poin perjanjian
Indonesia memiliki banyak potensi dan kekuatan sebagai daya tawar dalam negosiasi.
MENTERI Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, tidak lama lagi G-Nose dapat diproduksi massal dan digunakan di Indonesia. Alat yang digarap peneliti Universitas Gadja Mada (UGM) itu diakui memiliki keakuratan di atas 90%.
“Sebentar lagi bisa kita pakai yaitu G-Nose, pendeteksi covid-19 dengan hembusan napas. Ini inovasi yang luar biasa, karena mereka mendeteksi virus itu melalui saluran pernapasan,” ujarnya dalam diskusi daring, Jumat (11/12).
Bambang yang telah menjajal temuan tersebut mengaku tidak membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan hasil pemeriksaan. Menurutnya kurang dari tiga menit hasil tes dapat diketahui dengan tingkat akurasi melampaui 90% dan konsisten dengan hasil swab test.
G-Nose diharapkan dapat diproduksi massal dan dipergunakan dalam waktu dekat setelah mendapatkan izin dari kementerian kesehatan. Saat ini, para peneliti di UGM tengah menyusun laporan akhir untuk diserahkan kepada kementerian kesehatan untuk disetujui dan dinyatakan laik pakai.
Baca juga: Saat Rizieq Bersedia Penuhi Panggilan, Polda: Akan Ditangkap
“Jadi kita punya harapan G-Nose ini bisa menjadi rapid swab, bisa menjadi alternatif untuk menyeimbangkan pemulihan ekonomi dengan penanganan kesehatannya,” ujar Bambang.
Dia menambahkan, G-Nose juga telah memenuhi standarisasi dan dimutakhirkan bentuk fisiknya. Penggunaan teknologi artificial intelegence (AI) turut digunakan untuk mendeteksi hembusan napas manusia yang terindikasi terpapar covid-19 melalui plastik khusus sebagai penampung.
G-Nose juga dinilai efisien lantaran harga satu mesinnya ditaksir bernilai sekitar Rp60 juta untuk 100 ribu kali pemeriksaan dan dapat digunakan kembali setelah ada perbaikan. Nantinya. Diperkirakan tarif pemeriksaan menggunakan alat itu akan sebesar Rp15 ribu.
“Perkiraan biaya per pemeriksaan dengan menghitung operator, plastiknya sendiri yang sekitar Rp7 ribu atau Rp8 ribu sekali pakai, maka perkiraan per tes itu sekitar Rp15 ribu. Ini salah satu alat deteksi termurah tapi akurat,” pungkas Bambang. (OL-4)
PEMERINTAH Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, masih menunggu instruksi Pemerintah Pusat untuk melakukan penanganan Covid-19.
KETUA Satgas covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Erlina Burhan, menyarankan masyarakat untuk tetap melaksanakan vaksinasi ke-4 atau booster ke-2.
Achmad menyebut bahwa pemberian uang jasa pelayanan medis Covid-19 tidak berpedoman pada aturan yang berlaku
Presiden Joko Widodo akan membubarkan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 setelah pemerintah resmi mencabut status kedaruratan pandemi di Indonesia.
Kasus covid-19 di Indonesia bertambah 565 pada Minggu, 9 April 2023. Total kasus konfirmasi positif di Indonesia mencapai 6.751.168 orang.
Coba ingat-ingat lagi wajah orang terdekat kita yang telah tiada. Begitu pula deretan angka yang hingga kini masih terpampang di laman situs covid19.go.id. Mereka bukan statistik belaka.
Meskipun survei serologi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan antibodi pada penerima booster pertama, hal itu tidak serta merta mengabaikan booster kedua
Vaksin booster kedua sangat penting untuk meningkatkan imunitas masyarakat yang pada booster pertama memiliki jarak yang jauh.
Terbitnya vaksin dengan platform mRNA tersebut menambah pilihan vaksinasi primer untuk anak dengan rentang usia 6 bulan sampai kurang dari 12 tahun, selain vaksin Sinovac/Coronava
Agar kenaikan kasus covid-19 di beberapa negara tidak merambat ke Indonesia maka pengawasan di pintu masuk negara juga perlu diperketat
Pada November tahun ini diharapkan ada 5 juta dosis vaksin dalam negeri yang bisa dipakai masyarakat dan pada Desember juga diproduksi 5 juta dosis.
Aplikasi PeduliLindungi dikembangkan untuk memutus mata rantai penularan covid-19, yang tersedia untuk gawai dengan sistem operasi Android dan iOS, serta versi website.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved