Kamis 10 Desember 2020, 10:00 WIB

Kurangi Dampak Gempa, BNPB Uji Kerentanan Bangunan di Padang

Atalya Puspa | Humaniora
Kurangi Dampak Gempa, BNPB Uji Kerentanan Bangunan di Padang

ANTARA/ Iggpy el Fitra
MENGUNGSI: Warga mengungsi setelah terjadinya gempa berpotensi tsunami di Kota Padang, Sumatra Barat, Rabu (2/3).

 

KOTA Padang, Sumatra Barat dinilai merupakan salah satu wilayah yang berpotensi terdampak gempa. Menurut data Inarisk, Padang memiliki tingkat risiko gempa bumi kelas sedang hingga tinggi dan lebih dari 60% wilayahnya memiliki risiko gempa bumi dengan luas risiko sebanyak 18.456 hektar. Diperkirakan sebanyak 902.263 jiwa berpotensi terpapar gempa bumi.

Mencermati data tersebut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Direktorat Mitigasi Bencana bekerjasama dengan Museum Gempa Yogyakarta, menyusun perangkat penilaian bangunan bertingkat tahan gempa di Padang. Kepala Seksi Penilaian Struktur BNPB Gita Yulianti mengatakan kegiatan uji lapang ini bermanfaat untuk mengetahui efektivitas perangkat yang disusun.

“Mulai 4 sampai 6 Desember dilakukan uji lapang di Kota Padang untuk mengetahui sejauh mana efektivitas dan kemudahan penggunaan perangkat yang disusun yang kemudian diintegrasikan dengan aplikasi Inarisk sehingga dapat diakses dengan mudah oleh semua kalangan,” ujar Gita dalam keterangan resmi, Kamis (10/12)

Menurut Gita bencana gempa bumi tidak menyebabkan korban jiwa melainkan bangunan yang terdampak gempa yang dapat menyebabkan korban jiwa. Bangunan yang tidak dibuat agar tahan gempa, dapat menyebabkan korban jiwa akibat menimpa manusia di sekitarnya.

Untuk itu Gita berharap upaya yang dilakukan pemerintah pusat, daerah dan seluruh pemangku kebijakan ini untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mencegah dampak yang lebih buruk ketika bencana itu datang di kemudian hari.

Pada kesempatan yang sama unsur Pengarah BNPB Sarwidi menyampaikan kegiatan ini menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam rangka meningkatkan ketangguhan masyarakat terhadap ancaman gempa, sehingga tujuan meminimalisir korban jiwa dapat tercapai.

“Saat ini kami berupaya meningkatkan kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat terhadap gempa bumi melalui pengembangan perangkat penilaian bangunan bertingkat tahan gempa.(H-1)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Debat Jalan Ataturk dan Pola Pikir yang Mandek

👤Bernando J Sujibto Dosen Prodi Sosiologi, FISHUM, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, peneliti isu-isu sosial-budaya Turki, menerjemahkan karya-karya Turki ke dalam bahasa Indonesia, buku terbaru Kitab Hitam Turki (2021) 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 05:00 WIB
RENCANA mengubah nama jalan di daerah Menteng, Jakarta Pusat, menjadi Jalan Ataturk serentak menyedot kontroversi di tengah...
Ist

Pada AMME, RI Harapkan Berkontribusi Atasi Masalah Lingkungan Hidup

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 23:09 WIB
Indonesia secara terhomat menjadi tuan rumah pada pertemuan 16th ASEAN Ministerial Meeting on the Environment...
Antara

Menteri Agama: Perpres 82/2021 Kado Indah Buat Santri

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 22:25 WIB
UNTUK kedua kalinya, Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober diperingati masih dalam suasana pandemi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Amendemen Konstitusi antara Ambisi Elite dan Aspirasi Rakyat

Persepsi publik mengenai cara kerja presiden lebih mengharapkan pemenuhan janji-janji politik saat kampanye ketimbang bekerja berdasarkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya