Rabu 02 Desember 2020, 10:05 WIB

Sebelum Semeru Erupsi, Badan Geologi Catat 40 Gempa Setiap Hari

Zubaedah Hanum | Humaniora
Sebelum Semeru Erupsi, Badan Geologi Catat 40 Gempa Setiap Hari

Antara
Guguran lava pijar teramati dari Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Selasa (1/12/2020).

 

SEBELUM terjadinya guguran awan panas dari Gunung Semeru di Jawa Timur, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat rata-rata 40 kejadian gempa per hari.

Gempa itu terekam selama 1 Oktober hingga 30 November 2020, yang didominasi oleh gempa letusan. "Pada 20 November 2020 jumlah gempa letusan cenderung menurun, dan terjadi kenaikan pada jumlah gempa guguran. Gempa hembusan terjadi rata-rata 10 kejadian per hari, sedangkan gempa-gempa vulkanik (Gempa Vulkanik Dalam, Vulkanik Dangkal, dan Tremor) terekam dengan jumlah sangat rendah," sebut Badan Geologi dalam rilis persnya.

Dari pemantauan visual, selama 1 Oktober hingga 30 November 2020 gunung api ini terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 50-500 meter dari puncak.

Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga kencang ke arah utara, timur laut, timur, selatan, barat daya dan barat. Suhu udara sekitar 19-32°C. Erupsi terjadi menerus, menghasilkan kolom erupsi berwarna kelabu dengan tinggi maksimum 500 m dari atas kawah/puncak.

Guguran batuan dari arah puncak terjadi sejak 19 Oktober 2020. Pada 28 November terjadi kenaikan jumlah guguran secara signifikan diikuti oleh kejadian awan panas guguran yang berasal dari ujung lidah lava dengan jarak luncur maksimum 1 Km ke sektor tenggara lereng.

Pada 1 Desember 2020 mulai pukul 01.23 WIB, teramati awan panas guguran dari kubah puncak, dengan jarak luncur 2 hingga 11 Km ke arah Besok Kobokan di sektor tenggara dari puncak Semeru.


Tipe Strato
Gunung api Semeru memiliki tipe strato dengan kubah lava, dengan puncak tertinggi Mahameru (3.676 mdpl) secara administratif terletak di Kabupaten Malang dan Lumajang. Pada 1 Desember 2020, gunung ini mengeluarkan guguran awan panas dan menyebabkan sedikitnya 550 warga mengungsi karenanya.

Badan Geologi menyebutkan, aktivitas Semeru saat ini terdapat di Kawah Jonggring Seloko yang terletak di sebelah tenggara puncak Mahameru yang terbentuk sejak 1913 silam.

Letusan Semeru umumnya bertipe vulkanian dan strombolian, berupa penghancuran kubah/lidah lava, serta pembentukan kubah lava/lidah lava baru. Penghancuran kubah/lidah lava mengakibatkan pembentukan awan panas guguran yang merupakan karakteristik dari Semeru. (H-2)

 

Baca Juga

Ist

Atasi Banjir di Kalsel, Perlu Peningkatan Tata Kelola Air

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 27 Januari 2021, 15:16 WIB
Tata kelola air di DAS Kalsel perlu ditingkatkan, khususnya pengelolaan dan pengawasan air limpasan yang terjadi di daerah hulu melalui...
MI/Insi Nantika Jelita

Sandiaga Donor Plasma Konvalesen untuk Pasien Covid-19

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 27 Januari 2021, 14:25 WIB
MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno melakukan donor plasma konvalesen di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI),...
Medcom.id

Rusak Hutan, Wakil Ketua DPRD Takalar Dijerat Pidana Berlapis

👤 Atalya Puspa 🕔Rabu 27 Januari 2021, 13:57 WIB
Penyidik menduga perbuatan tersangka HJB yaitu menebang pohon tanpa memiliki hak atau izin dari pejabat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya