Minggu 29 November 2020, 20:05 WIB

Ketua IDAI Rekomendasikan Anak Tetap Belajar di Rumah

Faustinus Nua | Humaniora
Ketua IDAI Rekomendasikan Anak Tetap Belajar di Rumah

Tangkapan layar Youtube
Jumlah kematian covid-19 di kalangan anak Indonesia

 

KETUA Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman B Pulungan melihat tren kasus covid-19 di Indonesia masih akan terus meninggi. Karena itu, menurutnya, pembelajaran tatap muka di sekolah dan kampus pada Januari 2021 belum tepat dilakukan.

"IDAI tetap merekomendasi anak belajar di rumah sampai kasus terkendali sesuai kriteria WHO," ungkapnya dalam webinar Gerakan Pakai Masker, pekan lalu, yang disiarkan di kanal Youtube.

Aman menegaskan bahwa anak merupakan kelompok usia yang rentan terpapar virus dan sangat berpotensi menjadi penyebar (carrier) virus. Data IDAI sendiri mencatat sudah 50 anak menjadi korban meninggal karena Covid-19.

Adapun presentase kelompok usia yang menjadi korban adalah 0 - 28 hari 13%, 29 hari - 11 bulan 29 hari 27%, 1 tahun - 5 tahun 11 bulan 29 hari 24%, 6 tahun - 9 tahun 11 bulan 29 hari 13%, dan 10 tahun - 18 tahun13%.

"Paling menyedihkan, paling banyak meninggal di bawah 5 tahun, juga di bawah 1 tahun. Inilah anak-anak yang gagal kita lindungi yang mereka bahkan tidak sempat ulang tahun yang petama," tuturnya.

Menurutnya, ada tiga hal penting yang menjadi pertanyaan ketika pemerintah ingin melonggarkan atau membuka sekolah. Pertama terkait wabah saat ini sudah terkendali atau belum. "Kita jawab sendiri, belum, tidak terkendali. Kita lihat kasusnya masih meningkat," tambahnya.

Terkait kapasitas sistem kesehatan yang harus dipastikan mampu menangani meningkatkannya kasus Covid-19 yang mungkin tejadi. Sebab, jika dilakukan ponggaran atau sekolah di buka, mitigasi penanganan perlu dipersiapkan.

"Ini yang harus menjawabnya adalah kepala dinas atau pemda. Kalau ini jawabnya iya, mereka harus bisa menanggung semua dan menyediakan termasuk PCR juga," terangnya.

Selain itu, juga penting untuk mendeteksi penyebaran Covid-19. Pemantauan harus terus dilakukan baik melalui tes dan tracing, sehingga rencana pembukaan sekolah bisa berjalan dengan baik.

Dia juga menambahkan, bahwa korban tenaga kesehatan di Indonesia pun sangat tinggi di bandingkan negara lain. Hal itu yang menjadi concern IDAI dan perlu menjadi perhatian pemerintah. Ia juga mengkritik, rencana pemerintah yang akan merekrut tenaga medis asing.

"Alih-alih kita sekarang mau mengimpor dokter asing, jangan gitu dong kita jaga dulu dokter yang ada, jangan sampai dokter yang ada ini juga banyak terinfeksi," imbuhnya.

Dengan berbagai pertimbangan itulah, kata dia, IDAI tetap merekomendasikan anak untuk belajar di rumah. Selama di rumah, anak dan keluarga harus terus disiplin melaksanakan 3 M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak) dan menciptakan lingkungan rumah yang ramah anak. (H-2)

Baca Juga

Dok MI

Metode Karantina Daring untuk Peserta CPNS

👤Abdillah M Marzuqi 🕔Minggu 24 Januari 2021, 02:04 WIB
Bimbingan belajar yang telah berdiri sejak 2018 itu telah memiliki 4.000 lebih peserta dan meluluskan 1.340 peserta PNS selama tiga tahun...
Antara

Indonesia Alami 197 Bencana Selama 23 Hari di 2021

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 24 Januari 2021, 02:00 WIB
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  mencatat sebanyak 197 bencana terjadi di seluruh wilayah Indonesia sejak tanggal 1...
MI/Duta

Ditemukan Fosil Dinosaurus Berusia 98 Juta Tahun

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 24 Januari 2021, 01:05 WIB
FOSIL dinosaurus berusia 98 juta tahun ditemukan di Argentina. Para ilmuwan percaya bahwa fosil raksasa itu mungkin milik dinosaurus...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya