Minggu 29 November 2020, 09:15 WIB

Kemenkes: Kesadaran Protokol Kesehatan perlu Ditingkatkan

Ferdian Ananda | Humaniora
Kemenkes: Kesadaran Protokol Kesehatan perlu Ditingkatkan

ANTARA/Didik Suhartono
Pengendara motor melintas di dekat dinding bermural di terowongan Mayjen Sungkono, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (22/11).

 

Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kemenkes, Imran Agus Nurali mengatakan yang paling mendasar kegiatan selama pandemi tentunya harus mendisiplinkan diri terkait dengan protokol kesehatan, yakni menggunakan masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta mencuci tangan pakai sabun secara berkala.

"Ini dalam arti memang prinsipnya adalah melindungiku dan melindungi anda, dua sisi ya karena masih ada salah persepsi di beberapa kalangan termasuk anak muda kita, saya kaget juga masih ada anak muda yang bilang saya nggak takut dengan covid-19 tanpa menggunakan masker, saya pikir bukan berpikir orang lain menularkan ke dia tapi adalah bisa saja dia menularkan kepada orang lain karena sebagai orang tanpa gejala," kata Imran dalam diskusi virtual bertajuk FGD: Kebangkitan industri seni, musik dan kreatif menuju mengarusutamaan vaksin Covid-19, Sabtu (28/11).

Baca juga: 20 ribu Produk Didaftarkan Sertifikasi Halal

Menurutnya dari satu sisi penerapan upaya kesehatan individu dengan 3 M, kemudian sebagai upaya kesehatan masyarakat yang dikenal dengan 3 T yaitu testing, tracing dan treatment. Oleh karena itu, dua sisi yang memang harus berjalan seiring baik pada pendekatan kesehatan individu maupun pendekatan kesehatan.

Terkait dengan masalah vaksin, lanjut Imran memang ini menjadi satu masalah global karena dari sisi produsennya sendiri tentunya Indonesia juga berusaha dengan berbagai lembaga baik di Biofarma dengan kerjasama dengan industri yang di luar.

"Memang ini di satu sisi, kita harus melindungi masyarakat kita yang cukup besar dan kepulauan Indonesia cukup luas jadi tidak semudah dengan yang sifatnya daratan semua, dan memang pembuatan vaksin ini harus melalui langkah-langkah," sebutnya

Dia menambahkan memang adanya tahapan prosedur di samping, sebagai negara muslim tentunya juga terkait dengan masalah kehalalan dalam penggunaan yang tidak tidak bisa diabaikan dan sudah banyak berita tentang kunjungan bersama MUI, Badan POM ke negara-negara yang akan memproduksi vaksin.

"Masalah vaksin yang tidak dalam jangka waktu bisa besar jumlahnya karena seluruh dunia juga akan berebutan istilahnya jadi harus ada G to G atau B to B untuk mendapatkan itu dalam jumlah besar dan Indonesia yang cukup besar untuk dilindungi (masyarakat)," terangnya.

Saat ini, sebut Imran yang paling krusial adalah dari sisi usia untuk mendapatkan vaksin memang diutamakan mereka yang berusian 15 tahun sampai 58-60 tahun.

Baca juga: Pendidikan Seni Budaya Ciptakan Jiwa Halus

"Artinya yang yang orang dewasa dulu untuk melindungi supaya yang yang bayi atau balita memang harus imunisasi dasar yang harus dilengkapi," lanjutnya.

Masalah prioritas memang dalam rangka menurunkan angka kematian yang dirawat. Tentunya tenaga kesehatan terdepan yang harus dilindungi. Sebab, apabila mereka tidak terlindungi maka siapa lagi yang akan merawat masyarakat yang terpapar Covid-19.

Vaksinasi nantinya telah melalui langkah-langkah yang sangat teliti. Bahkan para ahli dan diuji keamanannya tekah optimal sehingga tidak sekedar langsung dilakukan vaksinasi. Terakhir uji pada manusia itu bagian dari uji klinis yang dilakukan tidak untuk banyak orang tetapi ada sampling-sampling yang sudah ditetapkan kriterianya.

"Jadi kalau sudah mulai langkah itu dan siap untuk diproduksi banyak dan nanti siapa yang prioritaskan karena tidak dalam jumlah besar dan rebutan dari yang luar kemudian kita produksi kita juga tidak begitu langsung cepat. Jadi memang kita harus sebagai masyarakat tentunya mengikuti anjuran pemerintah," tegasnya.

Meskipun vaksinasi nanti akan dilakukan, namun dia mengingatkan bahwa protokol kesehatan harus tetap dijalankan, terutama pada pengunaan masker, cuci tangan dan menjaga jarak. (H-3)

Baca Juga

Dok MI

Metode Karantina Daring untuk Peserta CPNS

👤Abdillah M Marzuqi 🕔Minggu 24 Januari 2021, 02:04 WIB
Bimbingan belajar yang telah berdiri sejak 2018 itu telah memiliki 4.000 lebih peserta dan meluluskan 1.340 peserta PNS selama tiga tahun...
Antara

Indonesia Alami 197 Bencana Selama 23 Hari di 2021

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 24 Januari 2021, 02:00 WIB
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  mencatat sebanyak 197 bencana terjadi di seluruh wilayah Indonesia sejak tanggal 1...
MI/Duta

Ditemukan Fosil Dinosaurus Berusia 98 Juta Tahun

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 24 Januari 2021, 01:05 WIB
FOSIL dinosaurus berusia 98 juta tahun ditemukan di Argentina. Para ilmuwan percaya bahwa fosil raksasa itu mungkin milik dinosaurus...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya