Sabtu 28 November 2020, 02:15 WIB

Penguatan Karakter Tugas Bersama

Faustinus Nua | Humaniora
Penguatan Karakter Tugas Bersama

Dok. MI

 

 

 

PEMBENTUKAN karakter sesuai dengan budaya bangsa tidak semata-mata dilakukan di pendidikan formal melalui serangkaian kegiatan belajar-mengajar, tetapi juga melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dalam konteks pendidikan, karakter ini ialah sebagai bentuk kepribadian peserta didik, mengajarkan mereka nilai-nilai moral, etika, rasa berbudaya yang baik, serta akhlak yang mulia,’’ ujar Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kemendikbud Muhamad Hasbi dalam dialog Indonesia Bicara dengan tema Penguatan karakter berbasis komunitas: mencerdaskan generasi milenial, kemarin.

‘’Penguatan karakter ini menjadi tanggung jawab dari satuan pendidikan, tentu didukung oleh masyarakat dan orangtua,” tambahnya.

Hasbi menjelaskan bahwa penguatan karakter itu dilakukan mulai pendidikan usia dini hingga ke pendidikan tinggi. Namun, fondasi penguatan karakter ada di pendidikan anak usia dini.

“Ada pesan orangtua bahwa menyemai karakter sejak usia dini bagaikan kita melukis di atas batu. Memang sulit, tetapi lukisan itu akan bertahan dalam jangka waktu yang lama. Sebaliknya, bila kita menyemai karakter pada saat anak sudah memasuki usia yang lebih dewasa, itu bagaikan melukis di atas air. Sekuat apa pun usaha kita, tidak akan banyak berpengaruh,” imbuhnya.

Narasumber lainnya, Rektor Universitas Al Azhar Indonesia Asep Saefuddin, mengungkapkan bahwa pendidikan karakter sangat berkorelasi positif dengan kemampuan akademik siswa. Hal itu menjadi basis bagi pendidikan selanjutnya dan nilai-nilai positifnya akan mendorong karakter maju pada anak.

“Pendidikan karakter sangat penting, terutama di tingkat dasar dan menengah. Perguruan tinggi itu sudah merupakan buahnya. Saya yakin perilaku atau attitude merupakan campuran antara genetik dan lingkungan,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Bada ru zaman, Kepala SMP Amanah Tangerang, yang berprestasi pada masa sekolahnya dengan menjadi Paskibraka, Abang None Jakarta, dan Pemuda ASEAN – Jepang.

“Betul sekali, terbentuknya saya untuk memiliki mental model seperti itu diawali sejak saya aktif di kepramukaan,” kata dia mengingat pendidikan karakter yang didampatnya sejak di bangku sekolah dasar. (Van/X-10)

Baca Juga

Antara

Pemalsuan Surat Tes Swab Picu Klaster Pesawat

👤Rahmatul Fajri 🕔Senin 25 Januari 2021, 16:02 WIB
Yusri mengatakan pihaknya terus menindak para pemalsu tes covid-19 palsu. Terakhir, polisi mengamankan tujuh orang tersangka yang merupakan...
MI/Ramdani

Libur Akhir Tahun, RS Wisma Atlet Terima 400 Pasien Per Hari

👤Hilda Julaika 🕔Senin 25 Januari 2021, 14:50 WIB
“Hal ini tidak terlepas dari pasien-pasien positif covid-19 yang dikirim dari puskesmas atau rumah sakit lainnya ke Wisma...
MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI

RS Wisma Atlet Didominasi Pasien Covid-19 Bergejala

👤Hilda Julaika 🕔Senin 25 Januari 2021, 14:48 WIB
Saat ini pasien covid-19 dengan gejala mendominasi di RS Wisma...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya