Sabtu 21 November 2020, 10:55 WIB

Kemenparekraf: Sektor Ekonomi Kreatif Perlu Perkuat SDM

Indrastuti | Humaniora
Kemenparekraf: Sektor Ekonomi Kreatif Perlu Perkuat SDM

Dok. Kemenparekraf
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Wisnu Bawa Tarunajaya.Sumbar Juara Umum MTQ Nasional XXVIII Tahun 2020

 

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menyiapkan berbagai strategi untuk meningkatkan kapasitas kompetensi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk menghadapi persaingan di tingkat ASEAN hingga global di tengah pandemi covid-19.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Wisnu Bawa Tarunajaya mengatakan, diperlukan kolaborasi para stakeholder pariwisata untuk menyusun strategi meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) sehingga pascapandemi semua sudah siap.

Baca juga: Sumbar Juara Umum MTQ Nasional XXVIII Tahun 2020

“Saya memprediksi di tahun 2023 masalah di SDM pariwisata kita bisa selesaikan, melalui pengembangan standar, skema okupasi, Kualifikasi Kerja Nasional Indonesia (KKNI), skema uji kompetensi, hingga toolboxes training bisa kita selesaikan,” ujar Wisnu dalam pembukaan kegiatan Upgrading/Upskilling Bagi Pemandu Wisata di Yogyakarta, Jumat (20/11) dilansir dari laman Kemenparekraf.

Wisnu Bawa menambahkan, sektor sektor ekonomi kreatif (ekraf) masih menyisakan. Dari 17 subsektor yang ada di ekraf tahun ini, baru ada 5 subsektor yang memiliki Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran sendiri.

“Kami berharap pada 2021 kita harus bisa menyelesaikan dengan penyamaan skema dan standar, sehingga pada tahun yang sama, SDM pariwisata dan ekraf bisa berkembang secara beriringan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo menambahkan, pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mengapresiasi dengan bantuan dari pemerintah pusat melalui Kemenparekraf meningkatkan skill, kemampuan untuk SDM pariwisata di Yogyakarta. 

“Momentum ini sangat bagus di saat kita sedang mengalami pandemi, karena sekarang seluruh insan pariwisata memiliki banyak waktu untuk meluangkan waktu meningkatkan pengetahuan hingga menambah skill dirinya. Ini bagian dari penyiapan SDM untuk berkompetisi baik di ranah ASEAN maupun global,” ujarnya.

Singgih juga menyampaikan, implementasi protokol kesehatan menjadi hal yang penting, untuk menumbuhkan kepercayaan diri para wisatawan yang akan datang berlibur dan para industri pariwisata yang bekerja di Yogyakarta.

“Iklim pariwisata di DIY sudah mulai menggeliat lagi, hal itu dibuktikan dengan beberapa kali libur akhir pekan yang lalu kami kebanjiran wisatawan, itulah hasil yang kita lakukan untuk pemulihan destinasi di Yogyakarta,” kata dia. (H-3)

Baca Juga

Dok. Tokocrypto

Kolaborasi dengan BenihBaik.com, Tokocrypto Salurkan Bantuan Kepada Tenaga Kesehatan Covid-19 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 23:53 WIB
Kampanye Lelang Kebaikan tersebut merupakan rangkaian lelang melalui media sosial Tokocrypto yang mengajak para figur publik melelang...
Istimewa

Osteoporosis, Silent Epidemi yang Terabaikan

👤Zubaedah Hanum 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 21:50 WIB
HARI Ostoeporosis Sedunia diperingati setiap 20 Oktober untuk meningkatkan kesadaran terhadap penyakit yang menyerang kesehatan tulang pada...
ANTARA/AMER HILABI

Kesthuri Sebut Kerajaan Arab Saudi Siap Terima Jemaah Umrah Indonesia

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 20:52 WIB
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia menyampaikan informasi bahwa Kerajaan Arab Saudi sudah sangat siap menerima umrah dari...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menolakkan Ancaman Kemiskinan Ekstrem

Pemerintah perlu memastikan seluruh program penanggulangan kemiskinan ekstrem diterima rumah tangga miskin ekstrem yang ada di wilayah prioritas.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya