Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK memenuhi kebutuhan guru yang ada di daerah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah memberikan layanan program Guru Garis Depan (GGD) sejak 2015. Melalui program GGD diharapkan permasalahan kekurangan guru, terutama di daerah yang tergolong terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) dapat teratasi.
Tasya Nau, 27, merupakan salah satu guru yang mengabdikan dirinya sebagai GGD. Sejak 2017, dia harus meninggalkan kampung halamannya di Bajawa, Kabupaten Ngada, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengajar siswa sekolah dasar di kabupaten tetangga.
SDI Rata di Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo yang tergolong daerah tertinggal merupakan rumah barunya selama 3 tahun terakhir. Berjarak sekitar 10 km dari ibukota Mbay dan hanya didukung fasilitas pendidikan seadanya, Tasya menjalani hari-harinya tanpa banyak mengeluh.
Sebagai pegawai negeri sipil GGD bersama sembilan guru lainnya, mereka mempunyai 60-an murid yang berasal dari kampung-kampung sekitar dengan jarak antar kampung cukup jauh dari lokasi sekolah. Bahkan, jarak terjauh sekitar 2 km, yang ditempuh siswa-siswanya dengan barjalan kaki melewati pada dan sungai.
"Akses kendaraan bisa meski jalannya masih bebatuan. Namun kebanyakan mereka (siswa) itu anak petani, jadi ya saat pergi-pulang ke sekolah jalan kaki. Dan yang memprihatinkan ada belasan siswa yang harus menyeberang sungai untuk ke sekolah," ungkap Tasya menjelaskan kondisi para siswanya.
Semangat siswa untuk belajar di sekolah sangat tinggi. Sulitnya akses menuju sekolah tak menghalangi mereka untuk belajar.
Dari sinilah Tasya yang merupakan sarjana kependidikan Universitas Negeri Semarang, Jawa Tengah ini dan rekan-rekannya merasa mendapat suntikan semangat untuk tetap mengajar di sekolah yang masuk wilayah Kecamatan Aesesa.
"Kami kasihan sekaligus bangga melihat semangat anak-anak di daerah 3 T untuk terus belajar agar tak tertinggal jauh dari saudara-sudaranya, terutama yang ada di Pulau Jawa," ujarnya.
Kondisi serba kekurangan di daerah 3 T ia jalani dengan ikhlas sudah bertahun-tahun. Dengan fasilitas pendidikan minim, Tasya mengaku merasa senang jika siswa-siswanya yang lulus bisa menguasai ilmu dasar.
"Mempertahankan siswa di daerah 3 T mau datang ke sekolah kita sudah syukur. Kita tidak menuntut terlalu tinggi," ujar Tasya yang yakin jika siswa-siswanya sebenarnya punya kecerdasan tak kalah dengan siswa di daerah lain.
Pemerintah melalui Kemendikbud menegaskan dukungan penuh kepada para guru dan murid yang berada di daerah 3 T. Seperti pada saat pandemi covid-19 ini, salah satu kebijakan yang pro guru dan murid adalah kuota internet gratis, yang meskipun manfaatnya tidak dapat Tasya dan murid-muridnya nikmati.
Namun, kebijakan terbaru untuk memberi insentif kepada guru honorer cukup menunjukan perhatian besar pemerintah. Dukungan kepada sektor pendidikan khususnya di daerah 3T bahkan hadir sebelum adanya covid-19.
Sejak awal tahun 2020, Mendikbud Nadiem Makarim bersama Menteri Keuangan, dan Menteri Dalam Negeri mengubah skema penyaluran dana BOS reguler agar diterima langsung oleh kepala sekolah. Ini dilakukan untuk memangkas birokrasi penyaluran anggaran yang kerap kali berujung telatnya penerima dana BOS hingga berbulan-bulan.
Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikbud Hendarman mengatakan di masa pandemi ini memang kondisi sulit akan dialami guru dan siswa dalam belajar. Ia pun memuji karakter guru di daerah 3T yang berinisiatif mendatangi siswanya agar tetap belajar. "Karakter pendidik yang kuat nantinya berpengaruh positif kepada siswa dalam proses belajar atau perjalanan hidup para siswanya ke depan," pungkasnya.(Van/H-1)
PENDIDIKAN bisa jadi merupakan salah satu konsep dan aktivitas yang paling kompleks serta multidimensional dalam sejarah manusia.
BAGAIMANA pendidikan dapat tetap berjalan ketika banjir merenggut kelas, fasilitas, bahkan rasa aman?
Institusi pendidikan tidak boleh sekadar menjadi penonton di tengah dinamika dunia yang bergerak cepat.
Universitas Pembangunan Jaya menggelar seminar internasional membahas peran AI dalam transformasi pendidikan tinggi bersama akademisi Indonesia, Malaysia, dan Taiwan.
SELAMA puluhan tahun, Indonesia terjebak dalam delusi bahwa mutu pendidikan bisa ditingkatkan hanya dengan menyuntikkan dana ke sekolah atau mengganti label kurikulum
Sekretaris Kabinet menjelaskan bahwa anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 % dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sesuai amanat konstitusi.
Gogot menyebut harga satuan perangkat yang dibeli pemerintah sebesar Rp5,2 juta tanpa paket Chrome Device Management (CDM ).
Saksi Sutanto ungkap peran dominan Jurist Tan dalam sidang korupsi pengadaan laptop Kemendikbudristek yang menyeret nama Nadiem Makarim.
Dalam persidangan, terlihat juga istri Nadiem, Franka Franklin, serta ibunda Nadiem, Atika Algadrie, yang sudah hadir dan menyambut Nadiem sejak masuk ke ruang sidang.
KEMAMPUAN membaca bukan bawaan lahir. Otak manusia tidak dirancang untuk itu. Itu ialah penemuan budaya yang baru
Penulisan sejarah pun perlu melakukan analisis dan ditulis dengan kritis dan pemikiran yang terbuka.
Suap dan gratifikasi di sektor pendidikan biasanya terjadi karena adanya orang tua murid memaksakan anaknya masuk sekolah tertentu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved