Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PULAU Jawa ternyata menjadi arena kontestasi paham keagamaan, khususnya di Jakarta. Paham moderat mendominasi wacana di ruang maya sebesar 67,11%, disusul konservatif (60,11%), islamis (53,19%) dan liberal (44,64%).
Ini terkuak dari temuan terbaru mengenai tren beragama di media sosial sesuai hasil riset Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta melalui program Media and Religious Trend in Indonesia (MERIT).
“Ada dominasi narasi paham keagamaan konservatif di media sosial. Terlebih lagi jika pandangan konservatif diasumsikan kompatibel dan selaras dengan islamis karena perbedaan keduanya hanya terletak di visi pembentukan negara Islam, gabungan keduanya mendominasi kontestasi paham keagamaan,” kata koordinator riset, Iim Halimatusa’diyah kemarin dalam peluncuran hasil penelitian bertajuk Beragama di Dunia Maya: Media Sosial dan Pandangan Keagamaan di Indonesia.
Kasus Ahok dan Pilkada Jakarta menjadi contoh faktor besar dalam kontestasi pemahaman agama di media sosial. Adapun narasi paham liberal banyak muncul di Jawa Timur dengan proporsi mencapai 22.62%. Kontribusi kelompok muda dan progresif di tubuh NU di Jawa Timur cukup berperan bagi tingginya proporsi liberalisme.
Sejak 2009-2019, penggunaan hashtag bersifat konservatif juga menjadi yang paling populer. Temuan lain adalah terkait politisasi narasi keagamaan yang berdampak bagi peningkatan paham konservatisme di media sosial. Hal ini terlihat dari tingginya keterkaitan isu agama dengan politik. Iim menyebut penelitian ini mengambil data dari Twitter dan Youtube dalam rentang waktu 2009-2019.
Data dianalisis untuk melihat tren dan pola persebaran di media sosial secara kuantitatif. “Selain itu, dilakukan wawancara mendalam terhadap beberapa tokoh kunci untuk mendapatkan data kualitatif,” sebutnya.
Sekjen PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti menilai hasil riset itu tidak mengejutkan dan mengonfirmasi beberapa riset serupa sebelumnya.
“Ini bisa menjadi input bagi kelompok moderat untuk lebih aktif menggunakan media sosial sebagai sarana sosialisasi gagasan dan gerakan,” tambahnya.
Dia mengatakan dominasi keberagamaan konservatif disebabkan tiga hal. Pertama, kelompok konservatif tidak memiliki institusi formal yang menjadi sarana sosialisasi gagasan sehingga media sosial menjadi pilihan. Kedua, karena iklim kebebasan berpendapat. Ketiga, banyaknya isu yang memungkinkan berbagai kelompok menyampaikan opini. (Fer/Van/X-11)
ISRA Mikraj merupakan salah satu momentum paling penting dalam sejarah Islam.
Konten di media sosial bisa berupa teks, foto, video, suara, atau siaran langsung, dan interaksi dilakukan melalui like, komentar, share, atau pesan.
Pemahaman terhadap regulasi media sosial di Arab Saudi menjadi hal penting yang wajib ketuhui, baik oleh petugas maupun jemaah haji.
Kemkomdigi bergerak cepat merespons keresahan publik terkait isu dugaan kebocoran data pengguna Instagram dan keamanan fitur reset kata sandi.
Sedang mencari kata kata gamon yang mewakili perasaanmu? Temukan kumpulan caption gagal move on paling menyentuh dan aesthetic untuk media sosial di sini.
DENSUS 88 Antiteror mengidentifikasi sekitar 70 anak di Indonesia terpapar ideologi kekerasan ekstrem.
Film Patah Hati yang Kupilih berfokus pada hubungan Alya dan Ben, yang terbentur tembok besar perbedaan agama yang diperparah oleh penolakan restu orangtua.
MENTERI Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan akan terus berusaha agar umat semakin dekat dengan ajaran agamanya.
MENTERI Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Kementerian Agama harus memainkan peran strategis sebagai jembatan dan mediator antara negara dan civil society.
MEDIA (cetak, elektronik, dan digital) disadari atau tidak bukan semata penyampai pesan.
Dirjen Bimas Islam, Abu Rokhmad, mengatakan, kegiatan Ngaji Budaya menjadi sarana efektif untuk mengajak generasi muda mencintai seni dan budaya, tanpa meninggalkan nilai-nilai agama.
Bermain pada film yang mengangkat kisah pernikahan beda agama, siapa sangka ternyata hal itu pernah dirasakan langsung oleh Michelle Ziudith.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved