Rabu 11 November 2020, 08:02 WIB

Luhut: Pengelolaan Mangrove akan Fokus pada Megaproyek

Insi Nantika Jelita | Humaniora
Luhut: Pengelolaan Mangrove akan Fokus pada Megaproyek

ANTARA/Oky Lukmansyah
Petugas menunjukkan bibit mangrove yang akan ditanam di pantai wisata Pulau Cemara, Desa Sawojajar, Brebes, Jawa Tengah.

 

KEMENTERIAN Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) tengah mengawal program pengelolaan ekosistem mangrove. Program tersebut termasuk dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pemerintah.

“Pengelolaan ekosistem mangrove ini harus secara terukur dan terintegrasi, meliputi rehabilitasi dan program padat karya mangrove. Program pengelolaan mangrove akan difokuskan pada membangun mega mangrove project di tiga lokasi," ujar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan resmi yang diterima Rabu (11/10).

Salah satu lokasi yang dipilih dalam program pengelolaan mangrove tersebut ialah di Brebes, Jawa Tengah.

Baca juga: Perilaku Primitif Manusia Penyebab Masalah Plastik

Megaproyek tersebut, kata Luhut, juga menyasar kegiatan pembibitan mangrove. Serta pendanaan dalam program pengelolaan ekosistem mangrove yang perlu didukung oleh multi stakeholder, termasuk dari lembaga internasional.

Lebih lanjut Luhut mengatakan, pemerintah berencana rehabilitasi mangrove akan dilakukan pada ekosistem mangrove dengan kerapatan tajuk kategori jarang dan sangat jarang.

Rehabilitasi ini akan menggunakan berbagai sumber pendanaan, yang meliputi peningkatan alokasi APBN melalui bantuan pendanaan dari World Bank, dukungan mitra strategis seperti pemerintah UEA dan Jerman serta lainnya.

Menko Marves juga turut menekankan pentingnya integrasi dan koordinasi antara Kementerian dan Lembaga yang terkait untuk menyukseskan program rehabilitasi mangrove.

“Semua harus terintegrasi, supaya bergerak bersama semuanya. Pemerintah Indonesia sudah berkomitmen akan melakukan rehabilitasi mencapai 600.000 Ha dalam 4 tahun ke depan, yaitu 2020-2024 dengan melibatkan multi stakeholder," jelas Luhut.

Dijelaskannya, berdasarkan pemaparan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Indonesia saat ini memiliki area mangrove seluas 3,31 juta hektare, dan di antara area tersebut, sebesar 637.624 hektare sedang berada dalam kondisi kritis sehingga perlu dilakukan pemulihan ekosistem.

Adapun luas mangrove yang ada di Indonesia telah mencapai 20% dari jumlah keseluruhan sebaran mangrove di dunia. (OL-1)

Baca Juga

AFP

Kapan Orang Sehat Perlu Buang Air Kecil?

👤Muhamad Fauzi 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 09:45 WIB
DORONGAN untuk buang air kecil dimulai saat kandung kemih terisi sekitar 0,8-1,5 cangkir (200 hingga 350...
Ist

ITM Ambil Bagian Mewujudkan Ibu Kota Nusantara sebagai Smart Forest City

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 08:50 WIB
PT Indo Tambangraya Megah (ITM) Tbk resmi menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan Persemaian Mentawir guna mewujudkan Ibu Kota...
MI/Miskah Syifa

KCCI Hadirkan Kuliah Umum tentang Diaspora Korea Berdasarkan Novel dan Drama Pachinko

👤Miskah Syifa Putri 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 08:44 WIB
Pachinko merupakan novel karya Min Jin Lee yang kemudian diadaptasikan menjadi sebuah drama. Mengisahkan tentang 3 generasi dari sebuah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya