Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBELAJARAN jarak jauh (PJJ) yang telah berlangsung selama 8 bulan terakhir telah merenggut nyawa tiga peserta didik. Kasus pertama pada September lalu yaitu seorang siswa SD meninggal setelah dianiaya orang tuanya akibat sulit diajari saat PJJ.
Kasus kedua pada Oktober yaitu seorang siswi SMA di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulse) bunuh diri akibat terbebani tugas PJJ. Terakhir, seorang siswa MTs do Kota Tarakan bunuh diri karena tugas PJJ menumpuk.
Wakil Kepala SMKN 1 Palibelo Eka Ilham mengatakan, dari tiga kejadian tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Kementerian Agama (Kemenag) perlu melakukan evaluasi terkait pelaksanaan kebijakan pelaksanaan PJJ di lapangan selama pandemi covid-19.
“Perlu evaluasi kembali oleh kementerian terkait produk-produk kebijakan di lapangan,” kata Eka dalam webinar FSGI (Federasi Serikat Guru Indonesia) : Negara Wajib Cegah Depresi Peserta Didik Akibat Beban PJJ, Mainggu (1/11).
Eka menilai, kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pusat selama PJJ, tidak dapat dieksekusi dengan baik oleh pemerintah daerah, sehingga kegiatan PJJ di lapangan justru memberatkan siswa dan guru.
“Kemendikbud dan Kemenag telah mengeluarkan kebijakan selama pandemi mulai fase 1 sampai 2, pemda dalam hal ini provinsi sampai kabupaten, bahkan terkahir sampai ke satuan pendidikan yaitu kepala sekolah dan guru, sosialisasi tentang tata cara PJJ dan berbagai produk yang dikeluarkan pemerintah benar-benar tidak tepat sasaran,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Fahriza Marta Tanjung menambahkan, Kemendikbud sebenarnya telah melakukan intervemsi kebijakan yang bersifat regulasi. Namun, FSGI masih menemukan bahwa kebijakan atau aturan yang dibuat oleh Kemendikbud tidak ditaati oleh dinas dan sekolah di lapangan.
“Pada SE Sesjen Mendikbud Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Belajar dari Rumah, di sana sangat jelas bagaimana tugas dari dinas membuat pos pendidikan, kemudian membuat pedoman belajar dari rumah di kabupaten/kotanya masing-masing, apakah ini sudah dilakukan,” tegasnya.
Selain itu, menurutnya, Kemendikbud telah berupaya melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan Pemda secara virtual, termasuk melibatkan Kementerian Dalam Negeri untuk memberikan arahan terkait produk-produk kebijakan selama pandemi.
“Saya kira persoalannya dari dinas pendidikan di provinsi dengan dinas yang ada di kabupaten/kota ke sekolah yang jadi persoalan,” tandasnya. (Aiw/OL-09)
TIDAK semua keberangkatan dimulai dengan surat tugas. Sebagian justru lahir dari sesuatu yang lebih sunyi, dari panggilan hati yang tidak bisa ditunda.
SEMBILAN puluh hari setelah banjir melanda Aceh, beberapa anak kembali duduk di bawah tenda biru yang difungsikan sebagai ruang kelas darurat.
Penundaan ini murni merupakan langkah taktis untuk menjaga stabilitas anggaran di tengah pemotongan dana transfer dari pusat.
PENDIDIKAN bermutu tidak pernah lahir dari ruang hampa. Ia tumbuh dari tangan-tangan guru yang bekerja dengan dedikasi, ketenangan batin, dan rasa aman dalam menjalani profesinya.
DALAM dunia yang kian terhubung dan kompleks, keberagaman bukan lagi sekadar realitas sosial, melainkan juga sebuah keniscayaan historis dan antropologis.
Peran guru BK dan kepala sekolah sangat krusial dalam membantu siswa menentukan arah studi serta karier masa depan mereka.
TIDAK semua keberangkatan dimulai dengan surat tugas. Sebagian justru lahir dari sesuatu yang lebih sunyi, dari panggilan hati yang tidak bisa ditunda.
Dengan 98.036 Guru lulus PPG Batch 4, total guru binaan Kemenag yang telah tersertifikasi hingga saat ini mencapai 659.157 Guru.
Selain berorientasi pada murid, guru sebagai jantung perubahan di ekosistem pendidikan perlu mendapatkan perhatian serius.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Sharing Happiness, Guruverse.id, dan ACF Eduhub sebagai mitra pelaksana.
Sebagian siswa cenderung terlalu dimanja dan setiap persoalan kecil dilaporkan kepada orang tua, bahkan berujung pada kriminalisasi guru.
KEGELISAHAN guru terhadap kehadiran teknologi di ruang kelas kerap dianggap sebagai gejala baru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved