Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
"BERIKAN aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia." Demikian kutipan kata Ir Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia. Ungkapan tersebut sangat menginspirasi tentang kekuatan anak muda yang mampu menggerakan suatu bangsa.
Sejalan dengan semangat Sumpah Pemuda, tidak sedikit generasi milenial sekarang yang berjuang dalam mengatasi tantangan terkini. Ada kelompok anak muda yang peduli terhadap masalah lingkungan, sosial, atau bidang lain.
Hal itu seperti yang dilakukan Sharp Greenerator sebagai komunitas anak muda peduli lingkungan dengan sejumlah mitra organisasi nirlaba lingkungan hidup. Salah satu program CSR milik Sharp Electronics Indonesia sejak 2015 ini melakukan pelestarian keanekaragaman hayati bersama Lembaga Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor.
Mereka juga melakukan aktivitas berkaitan dengan isu reduce, reuse, dan recycle, serta budi daya organik bersama Transformasi Hijau (Trashi). Ada pula konservasi ekosistem laut dan pesisir bersama Yayasan Terumbu Karang Indonesia (Terangi) dan konservasi orangutan bersama Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation.
“Menyasar segmen anak muda, Sharp ingin berkontribusi dalam menggerakkan dan meningkatkan kesadaran para generasi muda tentang pentingnya melestarikan lingkungan dan konservasi keanekaragaman hayati sebagai upaya dalam melindungi bumi agar tetap lestari. Ini merupakan investasi yang mungkin tidak menjadi fokus utama bagi sebagian orang tetapi menjadi perhatian bagi Sharp Indonesia untuk menciptakan agen perubahan lingkungan di masa depan," jelas Pandu Setio selaku Senior PR & Brand Communication Manager Sharp Electronics Indonesia.
Selama lima tahun, Sharp Greenerator banyak melakukan kegiatan bertema lingkungan dengan melibatkan pelajar dan masyarakat kota Bogor dan sekitarnya. Tepat di peringatan Hari Sumpah Pemuda 2020, kegiatan Sharp Greenerator Fest 2019 memperoleh apresiasi oleh majalah Mix Marketing & Communication dengan meraih penghargaan Indonesia’s Best Corporate Sustainability Initiatives 2020 untuk kategori The Best Cause Promotion.
Sharp Greenerator Fest 2019 merupakan acara perayaan hari jadi Sharp Greenerator yang ke-4. Mengusung konsep festival ramah lingkungan, Sharp Greenerator Fest 2019 mengajak seluruh elemen masyarakat untuk belajar lebih dalam mengenai pelestarian lingkungan.
Melibatkan pemerintah kota Bogor, yayasan nirlaba, dan praktisi bidang lingkungan, Sharp menghadirkan banyak kegiatan, seperti workshop daur ulang limbah plastik, talkshow dengan tema lingkungan, gerebek kantong plastik dengan membagikan kantong belanja ramah lingkungan, dan lainnya dengan tujuan peningkatan kesadaran masyarakat.
Berselang satu hari sebelumnya, Sharp mendapat penghargaan lain, yaitu Indonesia Digital Popular Brand Awards 2020 yang diselenggarakan Tras n Co Indonesia yang bekerja sama dengan Infobrand.id. Indonesia Digital Popular Brand Awards merupakan apresiasi bagi merek yang berhasil membangun kesadaran masyarakat di saluran digital dan online. (RO/OL-14)
SETIAP 28 Oktober 1928, para pemuda dari berbagai penjuru Nusantara berikrar untuk bersatu: Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa, Indonesia.
Dulu perjuangan dilakukan dengan bambu runcing dan pena, kini perjuangan itu menuntut transformasi ekonomi, kemandirian finansial, dan keadilan sosial.
Menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini menjadi langkah penting dalam membangun generasi muda yang peduli dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan kembali pentingnya pemulihan kawasan Puncak sebagai hulu DAS Ciliwung yang menopang kehidupan di wilayah hilir.
Momentum ini menjadi titik temu antara penegakan hukum, pelestarian lingkungan, tanpa melupakan sisi anugerah alam yang bisa dijadikan sumber mata pencaharian masyarakat.
Dalam sejarah, Sumpah Pemuda 1928 dapat dibaca sebagai upaya membangun imajinasi kolektif di bawah kondisi keterpecahan dan penindasan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved