Kamis 22 Oktober 2020, 15:30 WIB

Bepeten: Perum Batan Indah Sudah Bebas dari Radiasi

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Bepeten: Perum Batan Indah Sudah Bebas dari Radiasi

Antara
Perumahan Batan Indah yang berlokasi di Kecamatan Setu, Tangerang Selatan telah bebas dari radiasi limbah radioaktif.

 

BADAN Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) mengumumkan bahwa Perumahan Batan Indah yang berlokasi di Kecamatan Setu, Tangerang Selatan telah bebas dari radiasi limbah radioaktif.

Kepala BAPETEN Jazi Eko Istiyanto mengatakan, tim gabungan BAPETEN dan Badan Teknologi Nuklir (BATAN) telah melakukan dekontaminasi dan cleanup dengan mengeruk tanah terkontaminasi dan menebang vegetasi terkontaminasi.

"Tim gabungan telah melakukan pengukuran ulang radioaktifitas, dan paparan radiasi terukur normal sehingga lahan tersebut aman untuj dipergunakan warga untuk beraktivitas sehari-hari," kata Jazi dalam konferensi pers, Kamis (22/10).

Jazi menjelaskan, selain dekontaminasi dan cleanup, tim gabungan juga melakukan pemeriksaan whole body counting terhadap warga sekitar lokasi dan remediasi dengan menguruk lokasi menggunakan tanah yang tidak terkontaminasi serta pembetonan. Sebelumnya paparan radiasi tinggi ditemukan oleh BAPETEN di area Perumahan BATAN Indah saat sedang melakukan pemantauan radiasi pada 30-31 Januari 2020. Paparan tersebut berukuran 5-200 mikrosievert per jam dari radionuklida Cesium 137 (Cs-137).

Sementara itu, dosis radiasi maksimal untuk masyarakat adalah sebesar 1 milisievert per tahun atau 0,5 mikrosievert per jam.

Setelah dilakukan penyisiran sumber radioaktif, pemetaan, dan pengambilan sampel lingkungan pada Januari-Maret, dekontaminasi oleh BATAN pada Februari-Maret, pengurukan tanah, pengecoran, dan penebangan pohon di sekitar lokasi pada September, serta pemetaan pada September-Oktober, lokasi sudah dinyatakan aman.

Berdasarkan pengukuran, laju dosis radiasi gamma pada 7 Oktober 2020 hanya mencapai 0,33 mikrosievert per jam atau di bawah ambang batas.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BATAN Anhar Riza Antariksawan menambahkan, dari kegiatan dekontaminasi terkumpul total 906 drum berukuran 100 liter dan 150 liter.

"Yang paling banyak tentu adalah berisi tanah yang terkontaminasi sejumlah 862 drum ukuran 100 liter, kemudian sekitar 19 drum berisi APD bekas yang digunakan oleh teman-teman selama di lapangan, 25 drum berukuran 100 liter yang berisi rumput-rumput yang kita juga kumpulkan dari lokasi dan terakhir adalah potongan-potongan pohon. Ada 16 pohon yang kita tebang karena dianggap terlalu tinggi kandungan radioaktifnya," jelas Anhar.

Limbah tersebut kini disimpan di Pusat Teknologi Limbah Radioaktif BATAN di Serpong. Nantinya, BATAN akan melakukan kompaksi untuk menurunkan volume limbah agar lebih efisien disimpan di dalam ruang penyimpanan. (OL-13)

Baca Juga: Radiasi di Perum Batan Indah Serpihan Radio Aktif

Baca Juga

ANTARA/Dok PT Bio Farma

Bio Farma akan Bahas Fatwa Halal Vaksin Covid-19 dengan MUI

👤Fetry Wuryasti 🕔Selasa 01 Desember 2020, 00:30 WIB
Sinovac telah berkomitmen untuk pengiriman bahan baku vaksin covid-19 secara bertahap sebanyak 50 juta dosis pada November 2020 hingga...
MI/Rommy Pujianto

Menristek ; Era 4.0 Kampus Penting Dorong Ekosistem Wirausaha

👤Syarief Oebaidillah 🕔Senin 30 November 2020, 22:52 WIB
"Hal ini penting karena di era otomasi dan digitalisasi ini, dibutuhkan talenta-talenta yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan...
Dok. Kimia Farma

Jangkau Pulau Terpencil, Kimia Farma-BWA Luncurkan Klinik Apung

👤Syarief Oebaidillah 🕔Senin 30 November 2020, 22:48 WIB
Klinik Apung dirancang sebagai salah satu misi kemanusiaan Kimia Farma guna menyehatkan masyarakat Indonesia, khususnya di masa pandemi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya