Jumat 16 Oktober 2020, 11:00 WIB

Penetapan Kehalalan Produk Masih Kewenangan MUI

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Penetapan Kehalalan Produk Masih Kewenangan MUI

ANTARA/Andika Wahyu
PAMERAN PRODUK HALAL: Seorang penjaga stan menata produk-produknya saat pameran Indonesia Halal Expo di Gedung SMESCO, Jakarta.

 

KEPALA Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Sukoso memastikan bahwa penetapan kehalalan produk tetap menjadi kewenangan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Keterangan ini disampaikan menyusul beredarnya informasi bahwa kewenangan MUI ini digantikan oleh BPJPH.

“Fatwa penetapan kehalalan produk tetap menjadi kewenangan MUI. Itu merupakan amanat pasal 33 Undang-undang No 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, bahwa Penetapan kehalalan Produk dilakukan oleh MUI dalam sidang fatwa halal,” kata Sukoso dalam pernyataan tertulis, Jumat (16/10).

Lebih lanjut Sukoso menuturkan berdasarkan naskah UU Cipta Kerja, pada Pasal 33 juga masih mengamanatkan hal yang sama, bahwa penetapan kehalalan produk dikeluarkan MUI melalui Sidang Fatwa Halal. Artinya, baik UU JPH maupun naskah UU Cipta Kerja, keduanya mengatur penetapan kehalalan produk adalah kewenangan MUI.

Terkait batas waktu, naskah UU Cipta Kerja mengubah redaksi ayat (1) pasal 31 UU JPH dengan memberi penekanan batas waktu lima belas hari bagi Auditor Halal Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) untuk melakukan pemeriksaan dan/atau pengujian kehalalan produk. Batas waktu ini tidak ditegaskan secara eksplisit dalam UU JPH.

Meski demikian, naskah UU Cipta Kerja juga menambah satu ayat pada pasal 31 yang mengatur diperbolehkannya LPH mengajukan perpanjangan waktu pemeriksaan secara tertulis kepada BPJPH.

“Dalam hal pemeriksaan produk memerlukan tambahan waktu pemeriksaan, LPH dapat mengajukan permohonan perpanjangan waktu secara tertulis kepada BPJPH,” ujarnya.

LPH sendiri adalah lembaga yang melakukan kegiatan pemeriksaan dan/atau pengujian terhadap kehalalan produk. LPH melaksanakan proses pemeriksaan terhadap produk yang pengajuannya sudah diverifikasi sebelumnya oleh BPJPH.

“Apabila LPH tidak dapat memenuhi batas waktu yang telah ditetapkan dalam proses sertifikasi halal, LPH tersebut akan dievaluasi dan/atau dikenai sanksi administrasi,” pungkasnya.(H-1)

Baca Juga

MI/ Widjajadi

Mengenali Water Spout, Bukan Puting Beliung

👤Faustinus Nua 🕔Sabtu 23 Januari 2021, 08:40 WIB
Terbentuknya awan cumulonimbus yang sangat cepat dapat memicu cuaca ekstrem, seperti badai guruh, angin puting beliung, maupun Water...
MI

Menteri Agama Minta Operasional UIII Dimulai September 2021

👤Zubaedah Hanum 🕔Sabtu 23 Januari 2021, 08:25 WIB
UIII merupakan proyek strategis...
MI/ANDRI WIDIYANTO

Pasien Covid-19 Naik, Kemenkes Minta Setiap RS Tambah Tempat Tidur

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 23 Januari 2021, 06:04 WIB
Kementerian Kesehatan mengirimkan surat edaran agar daerah menambahkan  30%-40% ruang perawatan untuk covid-19 di rumah sakit. Serta...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya