Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA warga Amerika Serikat dan satu dari Inggris memenangi Penghargaan Nobel Kedokteran 2020 karena telah mengidentifikasi virus hepatitis C dalam pekerjaan beberapa dekade yang telah membantu membatasi penyebaran penyakit mematikan itu dan mengembangkan obat antivirus untuk menyembuhkannya.
Dengan penemuan ilmuwan Harvey Alter, Charles Rice, dan warga Inggris Michael Houghton berarti adanya peluang untuk memberantas virus hepatitis C, sebuah tujuan yang ingin dicapai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam satu dekade ke depan. Ketiganya berbagi penghargaan senilai 10 juta kron Swedia (US$1,1 juta) atas penemuan yang membuktikan bahwa sebuah virus yang ditularkan melalui darah dapat menyebabkan hepatitis C, yang menimpa lebih dari 70 juta orang dan menyebabkan sekitar 400 ribu kematian setiap tahun.
"Ini adalah berita yang sangat besar, tidak diragukan lagi akan menghidupkan kembali upaya untuk menghilangkan hepatitis C sebagai ancaman global pada 2030," kata Gregory Dore, Kepala Program Penelitian Klinis Viral Hepatitis di Kirby Institute di Sydney, Australia.
"Nominasi untuk penghargaan tahun ini mendahului penyebaran global pandemi virus korona jenis baru, tetapi pilihan pemenang-pemenang mengakui pentingnya mengidentifikasi virus sebagai langkah pertama dalam memenangi peperangan melawan penyakit baru," kata Sekjen Majelis Nobel Thomas Perlmann.
Ini adalah Penghargaan Nobel Kedokteran kedua yang dianugerahkan kepada penelitian hepatitis setelah Baruch Blumberg menang pada 1976 untuk penemuan bahwa salah satu bentuk hepatitis yang ditularkan melalui darah disebabkan oleh virus yang kemudian dikenal sebagai hepatitis B. (Wan/Ant/H-1)
James Watson, ilmuwan Amerika peraih Nobel yang menemukan struktur DNA, meninggal pada usia 97 tahun.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyatakan komitmennya untuk melahirkan generasi unggul Indonesia yang berdaya saing global di bidang sains dan teknologi.
Terpilihnya BPJS Kesehatan masuk dalam nominasi Nobel Peace Prize 2025 disebut merupakan capaian yang luar biasa dan bisa menjadi contoh negara lain.
Ketiga ilmuwan itu menciptakan struktur molekuler MOF yang tersusun dari ion logam yang terhubung dengan molekul organik berbasis karbon untuk membentuk kristal dengan rongga besar.
“Jadi dalam sains, duplikasi yang dimaksud bisa bekerja pada topik yang sama namun dengan sudut pandang yang berbeda,”
Penghargaan tersebut diumumkan di Institut Nobel Norwegia di Oslo.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved