Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
UPAYA Badan Intelijen Negara (BIN) mengatasi Pandemi Covid-19 bukan kaleng-kaleng. Semua peralatan yang digunakan bisa disebut nomor satu di dunia sehingga tak perlu diragukan lagi akurasinya.
Banyak aset yang dikerahkan, menurut Deputi VII BIN Wawan Purwanto dalam keterangan tertulis yang diterima mediaindonesia.com, sudah mendapat sertifikat internasional.
Wawan memaparkan empat hal yang dilakukan BIN untuk hadapi Covid-19 ala kadarya atau istilah milenialnya bukan kaleng-kaleng:
1. Mesin RT PCR Nomor Satu.
BIN menggunakan 2 jenis mesin Reverse Transcriptase Polymerase Chain Reaction (RT PCR) dalam melakukan uji spesimen yaitu Qiagen dari Jerman dan Thermo Scientific dari Amerika Serikat.
Keduanya memiliki sertifikat Lab BSl-2 sesuai standar protokol laboratorium dan sudah mendapat sertifikat dari World Bio Haztec Singapura.
BIN juga melakukan kerja sama dengan LBM Eijkman untuk standard hasil tes sehingga analisis RT PCR yang digunakan juga sesuai standar dunia.
2. BIN Gunakan Standar Hasil Tes PCR Tertinggi.
Dibanding institusi lain ambang batas standar hasil tes PCR yang diterapkan BIN paling tinggi. Nilai CT QPCR atau ambang batas bawah hasil tes PCR biasanya adalah 35. Namun angka itu bisa meloloskan orang tanpa gejala dari screening. Maka BIN menaikkan standar tes PCR tersebut menjadi 40.
3. Jaringan Intelijen WHO
BIN juga termasuk dalam jaringan organisasi kesehatan dunia atau WHO melalui Dewan Analisis Strategis Medical Intelligence.
Dewan ini menjelaskan bahwa fenomena hasil tes swab positif corona kemudian berubah menjadi negatif bukanlah hal baru.
Perubahan hasil itu bisa disebabkan beberapa faktor yaitu RNA atau protein yang tersisa (jasad renik virus) sudah sangat sedikit bahkan mendekati hilang sehingga tak lagi terdeteksi. Apalagi subjek tanpa gejala klinis dan dites pada hari yang berbeda. OTG/asimptomatik yang mendekati sembuh berpotensi memiliki fenomena tersebut.
Faktor kedua, terjadi bias pre-analitik. Artinya, pengambilan sampel dilakukan oleh dua orang berbeda dengan kualitas pelatihan berbeda dan SOP berbeda sehingga sampel swab sel yang berisi virus COVID tidak terambil atau terkontaminasi.
Faktor ketiga, sensitivitas reagen dapat berbeda terutama bagi pasien yang nilai CQ/CTnya sudah mendekati 40. Dalam konteks ini, BIN mengaku menggunakan reagen Perkin Elmer dari Amerika, A-Star Fortitude dari Singapura, dan Wuhan Easy Diag dari Cina.
Menurut Wawan, jenis reagen itu memiliki standar dan sensitivitas lebih tinggi terhadap strain Covid19 dibandingkan merek lain seperti Genolution dari Korea atau Liferiver dari Cina.
4. Gold Standar
Wawan menjamin kondisi peralatan, metode, dan test kit yang digunakan BIN adalah gold standard dalam pengujian sampel Covid19. Kasus false positive dan false negative sendiri telah banyak dilaporkan di berbagai negara seperti Amerika Serikat, China, dan Swedia. (OL-13)
Baca Juga: Ikut Perangi Covid-19 BIN Tidak Salahi Tupoksi
Menkes Budi Gunadi Sadikin tes antigen mandiri (self testing) dinilai lebih banyak false negatif atau tidak akurat. Seseorang bisa dapat hasil negatif padahal sedang positif covid-19.
KEMENTERIAN Kesehatan mengimbau agar masyarakat melakukan tes antigen mandiri jika mengalami gejala covid-19 baru yang disebabkan varian Arcturus.
Bioquick dan Panbio memperlihatkan kemampuan untuk mendeteksi protein SARS-CoV-2 yang dicari.
Dalam kegiatan itu, Mayapada Hospital bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Bandung dan UPTD Puskesmas Kujangsari, bermitra dengan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran
Ia mengungkapkan, berdasarkan data yang dihimpun, dari 3.888 unit tempat tidur yang disiapkan, sejauh ini baru terpakai 184 unit
Kemenhub mengeluarkan surat edaran No 56 Tahun 2022 bahwa penumpang pesawat tidak harus melakukan swab PCR dan antigen bagi mereka yang telah divaksin dosis dua dan booster. r.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Studi Nature Communications ungkap pandemi Covid-19 mempercepat penuaan otak rata-rata 5,5 bulan, meski tanpa infeksi. Siapa yang paling terdampak?
Studi terbaru mengungkapkan vaksinasi anak mengalami stagnasi dan kemunduran dalam dua dekade terakhir.
Diary, merek perawatan kulit (skin care) asal Bekasi, sukses menembus pasar Vietnam dan Jepang berkat inovasi produk, strategi digital, dan semangat pantang menyerah.
Produksi masker ini. bersamaan dengan produk lain seperti kopi, keripik udang dan coklat lokal membawa Worcas mendapatkan perhatian pasar domestik internasional.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved