Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJAK 2011, lewat Yayasan Dharma Bakti Lestari, Lestari Moerdijat terus memperjuangkan pengakuan untuk Ratu Kalinyamat.
“Adalah keniscayaan, Ratu Kalinyamat mendapat gelar pahlawan nasional,” ujar Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI itu.
Bukan persoalan mudah. Sampai tahun ini, Ratu Kalinyamat, penguasa di Jepara, Jawa Tengah, pada abad ke-16, itu, belum masuk deretan daftar pahlawan nasional.
“Ini menjadi pelecut bagi tim, kita semua, untuk mampu menyiapkan karya dan kerja yang bisa menguatkan pemberian gelar pahlawan nasional untuk beliau,” ujar Lestari dalam diskusi kelompok terbatas secara daring, kemarin.
Ia menegaskan ada satu celah sebagai pintu masuk, yaitu keteladanan Ratu Kali nyamat sebagai tokoh perempuan pejuang. Sejumlah literatur memperlihatkan bahwa putri Pangeran Trenggana dan cucu Raden Patah, sultan Demak pertama, itu, sudah berjuang melawan pendudukan Portugis.
“Kami menemukan satu literatur di Portugis dalam buku dan bahasa Portugis. Ini bisa menjadi rujukan studi literatur. Ada jejak Ratu Kalinyamat yang dicatat sebagai perempuan tangguh dan pejuang,” tambah Mbak Rerie, panggilan akrab Lestari Moerdijat.
Dia juga melihat pentingnya kemauan politik dari pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kabupaten Jepara. “Harus ada political will dari Pemkab Jepara. Kita harus terus memperkuat relevansi dan urgensi bahwa Ratu Kalinyamat sangat layak mendapat gelar pahlawan nasional,” tandasnya.
Pada kesempatan yang sama, pakar maritim geopolitik Malaka dan Indonesia Timur Connie Rahakundini menegaskan bahwa Ratu Kalinyamat sangat layak menjadi pahlawan nasional. “Kiprahnya melebihi pahlawan perempuan yang lain di Tanah Air.”
Ratu Kalinyamat, sambungnya, sudah berpikir Indo- Pasifik vision dan tata kelola hubungan luar negeri secara merdeka. Tidak hanya konsen ke Malaka, dia juga sudah berpikir menumbuhkan cinta Tanah Air.
“Pemikiran Ratu Kalinyamat yang mendunia, gagasan kemaritiman, patriotik, dan nasionalisme yang tinggi membuatnya menjadi figur yang melampaui pemikiran perempuan pada masanya yang kala itu didominasi para sunan atau pria.” (Sru/N-2)
Lestari Moerdijat, menegaskan pentingnya membangun sistem peringatan dini bencana yang akurat dan mudah dipahami, agar risiko dampak cuaca ekstrem dapat ditekan semaksimal mungkin.
KETUA Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani menduga maraknya praktik pembalakan liar sebagai salah satu faktor yang memperparah banjir Sumatra dan Aceh.
Seluruh warga negara, termasuk komunitas kampus, perlu terus didorong untuk menciptakan ruang yang aman melalui berbagai langkah bersama
LANGKAH pencegahan dan penanganan kasus tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak harus ditingkatkan, demi mewujudkan ruang aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menjalani keseharian.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, butuh upaya bersama untuk memastikan partisipasi perempuan lebih bermakna dalam kehidupan bernegara.
Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menegaskan pentingnya penguatan tata kelola dalam pengembangan energi panas bumi di PLTP Gunung Salak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved