Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
MASYARAKAT diminta tidak memakai masker scuba. Sebab, tidak efektif dalam memberikan perlindungan terhadap penularan covid-19.
Hal itu diungkapkan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan Kepala Leher Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (UGM) Mahatma Sotya Bawono
"Masker scuba memiliki efektifitas paling kecil hanya sekitar 0-5%. Sehingga, tidak cukup untuk proteksi,” ujar Mahatma dalam keterangan resmi, Jumat (18/9).
Baca juga: Penumpang KRL Jangan Pakai Buff dan Masker Scuba
Pemakaian masker scuba dikatakannya juga kurang efektif melindungi area hidung dan mulut. Terutama dari kontak dengan percikan, tetesan, maupun partikel yang mungkin terpapar covid-19. Dia tidak menyarankan pemakaian masker scuba sebagai alat pelindung dari penularan virus korona.
"Tidak disarankan pakai masker scuba atau buff, karena kemampuan filtarsinya sangat kecil. Masyarakat disarankan memakai masker kain tiga lapis, yang memiliki efektivitas penyaringan partikel 50-70%,” imbuh Mahatma.
Masker scuba terbuat dari bahan tipis elastis yang terdiri dari satu lapisan kain. Selain itu, bahan yang elastis menjadikan masker cenderung longgar saat dipakai.
Baca juga: Klaster Baru, Pejabat dan Pegawai di Kalsel Terinfeksi Covid-19
"Bahannya elastis, sehingga serat atau pori-pori masker jadi longgar. Meski pakai scuba berlapis-lapis akan sia-sia, karena bahannya melar," pungkasnya.
Untuk mencegah penyebaran covid-19, dia meminta masyarakat lebih disiplin menjalankan protokol kesehatan. Selain menggunakan masker dari bahan tepat, pemakaian juga harus benar. Masyarakat juga harus menjaga jarak, mencuci tangan dan menerapkan pola hidup sehat.(OL-11)
Thomas Djiwandono mengusulkan agar pemerintah dan bank sentral meninggalkan skema burden sharing yang diterapkan pada masa pandemi covid-19.
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved