Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
WAKIL Presiden Ma’ruf Amin memastikan proses sertifikasi halal tidak menghambat kecepatan produksi dan distribusi vaksin covid-19.
Dia meyakini sertifikasi halal tidak akan memperlambat upaya penanganan covid-19 di Tanah Air. Hal itu diungkapkan Juru Bicara Wapres, Masduki Baidlowi, dalam keterangan resmi, Senin (31/8).
Ma’ruf diketahui sudah meminta sejumlah stakeholders sertifikasi halal, seperti BPJPH, LPPOM dan Komisi Fatwa, untuk lebih proaktif. Langkah itu untuk memastikan bahwa vaksin covid-19 yang dalam uji klinis memenuhi standar halal.
Baca juga: Satgas: Vaksinasi Bukan Tanda Covid-19 Berakhir
“Saat memimpin rapat yang dihadiri direksi Bio Farma, Wakil Menag, Kepala BPJPH Kemenag, Staf Khusus Meneg BUMN, Direktur LPPOM MUI, Sekretrais Komisi Fatwa MUI, Wapres menekankan proses pemeriksaan standar halal vaksin harus berjalan seiring dengan tahapan uji klinis dan produksi. Sehingga tidak mengganggu jadwal vaksinasi,” jelas Masduki.
Dalam rapat yang melibatkan berbagai stakeholders sertifikasi halal, lanjut dia, turut menunjukkan langkah antisipatif Wapres. Sehingga, kekhawatiran bahwa sertifikasi halal akan menghambat jadwal vaksinasi, tidak terjadi.
Selain memastikan proses halal tidak menghambat uji klinis, produksi dan distribusi vaksin, Wapres juga menegaskan urgensi vaksin untuk mengantongi sertifikasi halal.
Baca juga: Studi: Survivor Covid-19 Berpotensi Terkena Gangguan Jantung
“Hal itu bisa menimbulkan gejolak di masyarakat yang concern pada status halal vaksin. Pesan Wapres, jangan sampai, problem pandemi ini diperkeruh oleh polemik kehalalan vaksin,” tuturnya.
Mengenai rencana pembelian vaksin dari Uni Emirat Arab, Ma’ruf menggarisbawahi agar status halal vaksin tersebut diawasi BPJHP, LPPOM dan Komisi Fatwa.
“Jangan sampai sudah dipesan dalam jumlah besar, tapi status halalnya masih diperdebatkan. Bahwa itu diproduksi di Arab, tidak cukup menjadi dalil statusnya telah memenuhi standar halal,” ujar Masduki.(OL-11)
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Perusahaan ini fokus menggunakan teknologi vaksin berdasarkan mRNA pada Desember 2020, vaksin COVID-19 produksi mendapatkan izin penggunaan darurat di amerika serikat.
MEDIAINDONESIA.COM 20 Mei 2025 menurunkan berita berjudul ‘Covid-19 Merebak di Singapura dan Hong Kong, Masyarakat Diminta Waspada’.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved