Selasa 25 Agustus 2020, 14:16 WIB

Perlu Didorong Regulasi Khusus untuk Atur Media Sosial

Thomas Harming Suwarta | Humaniora
Perlu Didorong Regulasi Khusus untuk Atur Media Sosial

Ilustrasi
Media Sosial

 

BERKEMBANGNYA media sosial sekarang ini sebagai sumber informasi publik perlu mendapat perhatian baik pemerintah maupun DPR untuk memikirkan regulasi khusus yang mengatur keberadaan media sosial.

Hal tersebut disampaikan oleh Mantan Presenter Televisi Senior Inke Maris dalam perbincangannya bersama Jurnalis Media Indonesia Sabam Sinaga dalam program Journalist on Duty yang disiarkan melalui Instagram Live Media Indonesia, Senin malam (24/8). 

Baca juga: Protokol Kesehatan Diterapkan Ketat untuk Sekolah Tatap Muka

“Ada hal yang tidak bisa dikendalikan dengan baik saat ini terutama di media sosial yaitu berita bohong, hoaks dan segala macam hal yang bersifat sensasional semata dan sama sekali tidak mendidik masyarakat. Bukan apa-apa karena yang akan rugi adalah masyarakat juga. Maka sebaiknya memang perlu diatur regulasi khusus mengenai keberadaan media sosial ini,” kata Inke yang juga pernah menjadi presenter Telvisi Berita BBC London tersebut.

Dijelaskan Inke, pegiat media sosial berbeda dengan jurnalis yang memang dilatih khusus untuk menyampaikan informasi bagi publik. Bukan hanya itu jurnalis yang bekerja dalam suatu organisasi media tertentu sudah dibekali dengan etika tertentu sehingga betul-betul menyampaikan informasi yang benar dan baik bagi kepentingan publik. 

“Jangan lupa msyarakat juga punya hak untuk mendapatkan berita yang baik dan benar serta berimbang.Tugas media adalah memenuhi kebutuhan itu. Sayangnya kan masyarakat kita belum paham sepenuhnya mana yang memang berita dari sumber terpercaya dan mana yang tidak, tetapi mereka justru akrab dengan media sosial sehingga banyak justru mendapat informasi dari sana yang belum tentu benar. Ini pentingnya media sosial harus diatur,” kata Inke yang saat ini menekuni dunia public relations tersebut.

Saat ini, kata dia, karena media sosial menjamur dan banyak pegiat media sosial yang bermunculan masyarakat tidak bisa membedakan lagi mana berita bohong, mana berita yang benar, atau mana berita yang karangan orang tanpa fakta dan tanpa dasar. 

“Nah, kalau begini kan yang rugi siapa tentu masyarakat kita sendiri. Jadi menurut saya di sini media sosial memerlukan suatu pengaturan regulasi khusus sehingga betul-betul terkontrol dengan baik dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Baca juga: Lembaga Penyiaran Harus Jadi Pelopor bukan Pengekor

Inke menyayangkan, karena tidak ada regulasi yang mengatur maka saat ini media sosial berjalan seakan-akan tanpa kendali. 

“Kan sekarang siapa saja yang bisa nulis, ya suka-suka bisa cuap-cuap lalu mengumpulkan pengikut dengan gayanya yang heboh barangkali juga semakin sensasional semakin banyak pengikutnya. Tapi apakah itu yang kita inginkan sebagai masyarakat? Tentu saja tidak. Maka semuanya harus ada standarnya. Ada kriterianya. Belum lagi ketika kita bicara soal bayar pajak atau tidak. Mereka mungkin bisa meraup iklan tanpa bayar pajak jadi disitu perlu ada regulasi sehingga semuanya bermanfaat bagi masyarakat,” tukasnya.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Journalist on Duty

A post shared by Media Indonesia (@mediaindonesia) on

(OL-6)

Baca Juga

ANTARA/Dhemas Reviyanto

Dikti: Belum ada Kandidat Vaksin Merah Putih Masuk Uji Klinis 3

👤Suryani Wandari 🕔Minggu 06 Desember 2020, 09:05 WIB
Vaksin Merah Putih yang dikembangkan PTN dan lembaga riset saat ini belum ada yang memasuki uji klinis...
ANTARA/MUHAMMAD IQBAL

LIPI Optimalisasi Laboratorium untuk Deteksi Covid-19

👤Suryani Wandari 🕔Minggu 06 Desember 2020, 08:50 WIB
LIPI mengoptimalkan fasilitas laboratorium BSL-3 untuk mendeteksi sampel virus terduga...
Rommy Pujianto

Peran TNI AL di Tapal Batas Pulau Miangas

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 06 Desember 2020, 08:00 WIB
TNI AL melaksanakan tiga fungsi. Antara lain fungsi penangkalan, penindakan, dan pemulihan terhadap segala ancaman yang mungkin terjadi di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya