Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Koordinasi Pusat dan Daerah Terkait Covid-19 belum Seirama

Theofilus Ifan Sucipto
22/8/2020 10:43
Koordinasi Pusat dan Daerah Terkait Covid-19 belum Seirama
Warga memotret papan informasi tentang jumlah warga terpapar COVID-19 di kawasan Kemang, Jakarta.(ANTARA/Reno Esnir)

KOORDINASI pemerintah pusat dan daerah dalam menangani covid-19 dinilai belum seirama. Kesatuan visi diyakini akan mempercepat penanganan virus berbahaya itu.

"Sinergitas memang masih kurang dan komunikasi agak lemah," kata Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie, Sabtu (22/8).

Jerry mencontohkan Tegal dan Papua yang menerapkan lockdown. Tapi, kata Jerry, pemerintah pusat tidak melaksanakan lockdown.

Baca juga: Bio Farma akan Terima 50 Juta Konsentrat Vaksin Covid-19

Jerry menilai pembenahan koordinasi harus dimulai dari kabinet. Presiden Joko Widodo harus didukung menteri yang gesit bekerja.

"Itu sebabnya harus orang yang tepat atau right man in the right place. Jangan salah menempatkan orang," ujar dia.

Menurut Jerry, reshuffle kabinet sangat diperlukan. Apalagi, Jokowi ingin ekonomi Indonesia tetap stabil sambil memprioritaskan kesehatan masyarakat.

"Negara tetangga sudah resesi. Jadi perlu adanya rotasi (kabinet)," ucap Jerry.

Dia menyebut menteri pengganti harus bebas dari kepentingan politik. Sehingga pembantu Jokowi fokus bekerja sesuai arahan Kepala Negara.

"Perlu orang yang berkompeten dan berpengalaman melewati krisis. Jadi mengerti manajemen krisis dan punya fighting spirit yang tinggi," tegas Jerry. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya