Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
JAGAT maya dihebohkan dengan fenomena awan mirip gelombang tsunami di Kabupaten Meulaboh Aceh Barat. Bahkan, foto dan video yang memperlihatkan awam pekat itu viral di media sosial twitter, instagram dan kanal youtube.
Menanggapi itu, Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan bahwa fenomena awan mirip gelombang tsunami itu hanya fenomena alam atmosferik dan pernah terjadi di sejumlah wilayah.
"Awan keluarga arcus, tapi lebih sering disebut sebagai roll cloud.Tetapi di atlas awan disebut sebagai volutus," kata Daryono dalam keterangannya, Senin (10/8).
Baca juga :Aksi Mukti Berbagi Nasi Bungkus di Masa Pandemi
Daryono juga menyampaikan, awan cumulonimbus itu hanya fenomena alam biasa sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Meskipun demikian, ia berharap masyarakat tidak berspekulasi berlebihan tanpa dasar ilmu pengetahuan.
"Jangan berpikir yang enggak-enggak, karena ini fenomena alam biasa. Khazanah alam, kebesaran Allah swt," sebutnya.
Diketahui, gambar dan video fenomena alam seperti gelombang tsunami itu langsung tersebar dan viral di media sosial. Padahal, awan tersebut juga pernah muncul di sekitar Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar awal tahun 2019 lalu. (OL-2)
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gempa Sumba tersebut terjadi pada pukul 18.41 WIB.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah 94 kilometer tenggara Kabupaten Simeulue pada Senin, 3 Maret 2026, pukul 11.56.45 WIB.
Gempa bumi tektonik yang terjadi pada Senin dini hari pukul 01.57.46 WITA di wilayah utara Sabah, Malaysia, dipastikan tidak berpotensi tsunami bagi Kalimantan Utara.
Tsunami dan megatsunami sering kali disalahpahami karena keduanya sama-sama melibatkan gelombang laut besar. Padahal, memiliki perbedaan yang sangat signifikan.
Ia menjelaskan bahwa gempabumi tektonik tersebut terjadi pada 22 Januari 2026 pukul 19.42 WIB berdasarkan hasil analisis parameter terkini.
Wilayah Laut Banda, Maluku diguncang gempa tektonik pada pukul 10.05 WIB.
PRAKIRAAN cuaca Jawa Tengah hari ini 23 Maret 2026, cuaca ekstrem berpotensi terjadi di 22 daerah dan gelombang tinggi 1,25-2,5 meter berlangsung di perairan utara Jawa Tengah
Kombinasi fenomena atmosfer ini memicu potensi cuaca yang cukup signifikan di beberapa titik di Indonesia. BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi Hujan
Kombinasi suhu dan kelembapan tersebut menyebabkan suhu yang dirasakan masyarakat bisa lebih tinggi dari angka sebenarnya.
BMKG mengeluarkan prakiraan cuaca NTT 22-24 Maret 2026. Sejumlah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang
Dalam 24 jam ke depan, sistem ini diprediksi bergerak menuju Teluk Carpentaria dengan kecepatan angin maksimum mencapai 30 knot dan tekanan minimum sekitar 996 hektopaskal
BMKG memprediksi cuaca DKI Jakarta pada 21 Maret 2026 didominasi berawan tebal dengan potensi hujan ringan di sore hari. Simak detailnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved