Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
JAGAT maya dihebohkan dengan fenomena awan mirip gelombang tsunami di Kabupaten Meulaboh Aceh Barat. Bahkan, foto dan video yang memperlihatkan awam pekat itu viral di media sosial twitter, instagram dan kanal youtube.
Menanggapi itu, Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan bahwa fenomena awan mirip gelombang tsunami itu hanya fenomena alam atmosferik dan pernah terjadi di sejumlah wilayah.
"Awan keluarga arcus, tapi lebih sering disebut sebagai roll cloud.Tetapi di atlas awan disebut sebagai volutus," kata Daryono dalam keterangannya, Senin (10/8).
Baca juga :Aksi Mukti Berbagi Nasi Bungkus di Masa Pandemi
Daryono juga menyampaikan, awan cumulonimbus itu hanya fenomena alam biasa sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Meskipun demikian, ia berharap masyarakat tidak berspekulasi berlebihan tanpa dasar ilmu pengetahuan.
"Jangan berpikir yang enggak-enggak, karena ini fenomena alam biasa. Khazanah alam, kebesaran Allah swt," sebutnya.
Diketahui, gambar dan video fenomena alam seperti gelombang tsunami itu langsung tersebar dan viral di media sosial. Padahal, awan tersebut juga pernah muncul di sekitar Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar awal tahun 2019 lalu. (OL-2)
Ia menjelaskan bahwa gempabumi tektonik tersebut terjadi pada 22 Januari 2026 pukul 19.42 WIB berdasarkan hasil analisis parameter terkini.
Wilayah Laut Banda, Maluku diguncang gempa tektonik pada pukul 10.05 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan adanya kemungkinan terjadinya tsunami danau di kawasan Danau Maninjau.
BMKG menyatakan gempa bumi magnitudo 4,7 yang berpusat di Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat, tidak berpotensi tsunami.
Bencana dahsyat tsunami 26 Desember 2004 silam mengajarkan para penakluk Samudera itu untuk lebih kuat, sabar dan teguh seperti karang dihempas gelombang.
BMKG melaporkan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang wilayah Pantai Selatan Bengkulu Utara, Bengkulu, pada Sabtu (27/12).
Ia menjelaskan bahwa gempabumi tektonik tersebut terjadi pada 22 Januari 2026 pukul 19.42 WIB berdasarkan hasil analisis parameter terkini.
Adapun di Jakarta Timur, genangan tercatat di 16 RT yang berada di Kelurahan Rawa Terate, Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, dan Cililitan.
BMKG memberikan peringatan dini cuaca berupa potensi cuaca ekstrem hingga akhir Januari 2026 mendatang. Dalam prakiraan cuaca BMKG dijabarkan analisis mengenai pemicu cuaca ekstrem.
Berbagai pengalaman menghadapi bencana alam yang telah terjadi harus menjadi pembelajaran bagi kita agar mampu memitigasi sejumlah potensi bencana di tanah air.
BMKG mengeluarkan peringatan dini status "Siaga" untuk wilayah pantura Jawa Tengah. Status ini merupakan level tertinggi yang berlaku mulai 21 hingga 31 Januari 2026.
BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan berlangsung selama sepekan ke depan, mulai 22 hingga 28 Januari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved