Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA memiliki ekosistem mangrove terbesar di dunia dengan variasi habitat dan keragamanan hayati yang melimpah. Total lahan mangrove di Indonesia mencapai 3.112.989 hektare atau 22,6 persen dari total ekosistem mangrove di dunia yang seluas 13.760.000 hektare.
“Mangrove yang sehat memiliki kontribusi besar dalam aspek ekonomi sosial masyarakat sekitarnya, serta berperan melindungi wilayah pesisir dari bencana alam laut,” kata Augy Syahailatua, Kepala Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam pernyataan tertulis, Jumat (7/8).
Augy menuturkan, Pusat Penelitian Oseanografi LIPI bekerja sama dengan COREMAP-CTI telah melakukan pemantauan bakau di lebih dari 40 lokasi di Indonesia. Hasil penelitian menghasilkan ribuan kumpulan data struktur komunitas mangrove dari berbagai habitat yang kemudian digunakan untuk mengembangkan perangkat pemantau mangrove Monmang dan menyusun buku indeks kesehatan mangrove MHI atau Mangrove Health Index.
Monmang adalah aplikasi berbasis Android yang bermanfaat untuk melakukan input data dan analisis langsung dari situs lapangan saat melakukan monitoring. Aplikasi ini menyediakan parameter struktur komunitas seperti kepadatan, ukuran morfologi, frekuensi, dominasi dan indeks kesehatan mangrove.
“Monmang dapat memudahkan pengukuran kanopi dan dapat menfasilitasi ekspor data ke spreadsheet,” jelas peneliti Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, I Wayan Eka Dharmawan.
Eka menjelaskan, LIPI telah mengumpulkan ribuan dataset komunitas mangrove dari berbagai habitat.
Baca juga : Kenali Microbiome Salah Satu Sumber Masalah Kulit
“Dataset ini ukuran satuannya per plot. Per plotnya kita mempunyai lebih dari 1.300 plot,” imbuhnya.
Dirinya menjelaskan, selama ini yang menjadi kendala adalah keterbatasan waktu dan tenaga untuk menjangkau luas area, jumlah habitat, jumlah plot, dan keterwakilan data. Aplikasi Monmang mampu meringkas semuanya termasuk menghitung persentase luasan kanopi ketika survey sedang dilakukan.
Sementara buku indeks MHI (Mangrove Health Index) dibangun berdasarkan tiga parameter struktur tegakan hutan mangrove, yaitu kerapatan kanopi, rata-rata diameter batang pohon dan jumlah tegakan tiang atau pohon mangrove yang berukuran kecil (diameter batang < 5 cm). Indeks ini dapat menggambarkan stasus kesehatan mangrove, baik dari sisi vegetasi dan keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya sehingga dapat membantu pengelola ekosistem mangrove dalam menentukan aksi-aksi pengelolaan.
Eka menjelaskan, dengan data sebanyak ini, cukup mampu mengembangkan perangkat kondisi kesehatan mangrove.
“Namun kami tidak ingin berhenti sampai disitu. Kami ingin data tersebut bisa dimanfaatkan secara nasional juga publikasi internasional,” tandasnya. (OL-7)
PENGAMAT Jaringan Damai Papua, Adriana Elisabeth, berpendapat kunjungan dan pertemuan Majelis Rakyat Papua (MRP) dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tidak mewakili seluruh Papua.
Baru-baru ini, pakar ilmu politik Ikrar Nusa Bhakti dalam sebuah dialog di TV mengatakan, politik di negeri ini sudah masuk kategori disgusting, bukan lagi interesting, bukan pula amusing.
PBB memperingatkan bahwa 40% hewan penyerbuk invertebrata (terutama lebah dan kupu-kupu), berisiko mengalami kepunahan global.
Neanderthal adalah spesies kuno yang tinggal di Eurasia 40.000 tahun yang lalu.
Beberapa pendatang pertama datang ke benua ini dari Tiongkok selama dua gelombang migrasi berbeda
Undang-undang yang ketat pada saat itu bertujuan untuk mengendalikan ekspansi perkotaan dan erosi tanah, serta untuk mencegah pasir gurun menyapu Tripoli,
Para peserta Mangrove Impact Fellowship tidak hanya belajar teori, tetapi juga melihat langsung aplikasi teknologi dalam konservasi melalui peluncuran Platform Mandara milik KLHK.
Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) menggelar rakornas Kelompok Kerja Mangrove Daerah 2026.
Kementerian Kehutanan resmi meluncurkan Platform Mangrove Data Nusantara (Mandara) sebagai sistem integrasi data mangrove nasional.
Hingga tahun 2025, capaian rehabilitasi mangrove M4CR di Provinsi Kalimantan Utara seluas 6.543 hektare.
Upaya menjaga keberlanjutan hutan dan mangrove Indonesia tidak hanya bergantung pada kebijakan dan anggaran, tetapi juga pada kualitas kepemimpinan aparatur negara.
Upaya pemulihan lingkungan pesisir di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mulai menunjukkan hasil konkret.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved